
Awalnya Susan kirain jika Gibran sudah mau menerima kehadiran anak mereka Gibran juga mau menerimanya seperti yang barusan Gibran katakan memberikan ia kesempatan untuk merawat anak mereka bersamanya.
Tetapi siapa sangka ternyata Gibran hanya ingin bersamanya merawat anak mereka bukan berarti mau menerima Susan dalam kehidupannya.
Gibran sangat sadar bahwa ia masih belum bisa melupakan Viany dan masih sangat mencintai Viany oleh karena itu Gibran pun tidak mau mencoba demi anak mereka mempunyai keluarga yang utuh yang pernah seperti Susan harapkan Gibran mencoba membuka hati untuk Susan.Karena cukup sekali saja dengan keegoisan kakaknya demi balas dendam kakaknya melibatkan Susan yang tidak bersalah, Gibran tidak mau menyakiti hati Susan juga tidak ingin Susan terlalu berharap padanya agar bisa mengabulkan keinginan Susan membiarkan anak mereka mempunyai keluarga yang utuh bersamanya
"Loh..Kenapa tidak kamu sekaligus terima ibunya juga,Gi.Biar anak ini memiliki keluarga yang utuh dari pada memiliki ayah tiri."Ucap Susan dengan nada bercanda padahal hatinya sangat sakit mendengar Gibran berkata begitu.
"Aku tidak ingin menyakiti kalian jika hati ini masih mencintai Viany.Aku juga tidak mau kamu dan anak kita memiliki seorang suami dan seorang ayah yang hatinya masih ada nama mantannya apalagi mantan yang sangat ku cintai."Ucap Gibran dengan jujur.
"Anak kita...Kenapa kedengarannya begitu enak ya,,,tetapi sayangnya namanya hanya 'anak kita' bukan 'milik kita bersama"Ucap Susan dengan tersenyum tetapi tetap nada bicaranya tidak bisa menutupi kesedihannya lagi.
"Maaf San.. Tetapi jika suatu hari pria yang kamu cintai tidak menerima kehadiran anak ini , kamu silakan antar kasih Aku.Aku akan merawatnya dengan baik tanpa menghalangi kebahagian mu."Ucap Gibran.
"Tenang lah,,Jika suatu hari pria yang Ku cintai tidak mencintai anak ini Aku tidak akan mau menerimanya juga."Ucap Susan.
.
.
Sementara kembali ke rumah sakit xxxx tempat Viany kerja.
"Bagaimana,, Apakah sudah siap."Tanya Viany kepada Gustian.
"Hmm."
"Benarkah kamu sekarang sudah merasa baik-baik saja atau mau menginap satu malam saja."Tanya Viany dan Gustian menggelengkan kepalanya.
"Aku baik-baik saja,suwer.."Ucap Gustian dengan tersenyum dan mengakat tangannya menunjukkan jari terlunjuk dan jari tengahnya membentuk hurup V.
"Baiklah kalau itu mau mu terserah deh..."
__ADS_1
"Apakah kamu marah, Sayang."
"Ngak kok, ngapain Aku marah.Lagian yang sakit itu kamu bukan Aku dan yang merasa baik-baik saja atau tidak itu juga kamu bukan Aku."
"Baiklah jika kamu mau Aku nginap maka Aku nginap saja."
"CK.. Jangan plin plan deh..itu infusnya juga sudah buka ngapain masih mau pilih nginap di sini.Emang kamu kira ini hotel."Ucap Viany dan membuat Gustian ketawa kecil mendengar ocehannya ini.
"Lah.. Bukankah tadi kamu juga yang tanya Aku mau nginap gak tuh."Ucap Gustian dan Viany pun jadi malas mau meladeninya.
"Sekarang mau pulang Gak."Tanya Viany.
"Baiklah kalau Ayo sekarang kita pulang."Ucap Gustian.
"Hm."
Lalu Viany dan Gustian pun beranjak keluar dari ruang rawat inap.Ya..Gustian memilih pulang hari ini karena ia juga tidak merasa pusing lagi.
Setelah sampai di rumah Viany, Viany meminta Gustian membersihkan dirinya dulu lalu ia ke dapur menyiapkan makan malam mereka berdua.
"Kamu sudah mau selesai masak ya,Sayang "Tanya Gustian ketika sudah berada di samping Viany yang sedang mengaduk sup sayur .
"Ya..Tidak apa-apa kan Mas kalau aku hanya masak dua menu saja."Tanya Viany.
"Tentu saja tidak masalah,Sayang."
"Mas keruang tamu nton dulu gih, Aku sudah mau siap.Tapi jika Mas sudah lapar dan mau makan boleh makan dulu."
"Apa kamu tidak makan bersama ku,Sayang."
"Aku mau membersihkan diri dulu,Mas.Gerah."
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu Mas tunggu kamu saja.. Sekarang pergi lah membersihkan diri dulu,sini biar Mas yang membersihkan sisanya."
"Gak pa-pa Mas,, kalau Mas belum mau makan dulu sana gih ke ruang tamu dulu."
"Biar Mas yang membersihkan sisanya saja,sayang.Kamu pergilah membersihkan diri mu dulu."
"Aku bilang ngak ya ngak.. Sekarang Mas segera pergi dari dapur sini kalau ngak ya sudah aku pergi bersihkan diri dulu lalu silakan Mas sendiri saja."Ancam Viany.
"Baiklah.. Baiklah... Sekarang Mas ke ruang tamu tunggu kamu makan bersama."Ucap Gustian lalu dengan cepat ia mencium pipi Viany dan segera keluar dari dari ruang dapur.
"Mas.."Teriak Viany dan membuat Gustian ketawa senang.
Gustian benar-benar merasa sangat senang dengan keadaan seperti ini.Selama mereka menikah dan tinggal bersama mereka tidak pernah begitu komunikasi dan tentu saja itu kesalahan dari Gustian sendiri dan juga baru kali ini setelah menikah mereka berdua lebih banyak bicara karena setelah menikah dan tinggal bersama Gustian kebanyakan tidak mau banyak bicara dengannya.
"Semoga aku tidak terlambat untuk mengubah semuanya."Batin Gustian.
.
.
Keesokan paginya ketika Viany bangun pagi dan hendak menuju ke ruang dapur Viany melihat suasana pagi ini sama seperti pagi kemarin lagi.Suaminya yang tampan ,mapan dan sangat wibawa juga seorang pengusaha besar dengan talenta menyiapkan sarapan untuk mereka lagi.
Tetapi kali ini entah kenapa Viany menjadi takut dengan sebuah perasaan.Seperti dulu saat Gustian berusaha mendekatinya setiap hari Gustian mengirimkan satu tangkai bunga mawar untuknya sampai suatu hari Gustian berhenti mengirimkannya Viany jadi merasa tidak terbiasa dan merasa kehilangan dan ternyata semua yang Gustian lakukan untuknya bukan karena benar-benar mencintainya tetapi Gustian memiliki tujuan untuk mendekatinya.
Dan sekarang itulah yang Viany takuti apakah sekarang yang Gustian lakukan semuanya itu karena Gustian benar-benar sudah mencintainya atau hanya karena memiliki tujuan merasa bersalah karena salah paham terhadap Papanya.
Karena terlalu dalam memikirkan semua itu tanpa di sadari oleh Viany, Gustian sedari tadi menatapnya berdiri diam di sana.
"Sayang.."Panggil Gustian dengan pelan dan sudah berdiri di depan Viany tetapi Viany masih belum sadar dengan kehadiran Gustian yang sudah berada di depannya.
"Sayang.."Panggil Gustian lagi dan kali ini Viany terkejut dengan keberadaan Gustian yang sudah berdiri di depannya.
__ADS_1
"Astagaaa...Mas.. Jangan suka buat Aku senam jantung deh.."Ucap Viany mengelus dadanya.
"Kamu sedang memikirkan apa."Tanya Gustian menatap Viany dengan serius.Lalu Viany pun jadi diam sejenak ketika Gustian menanyakan ia sedang memikirkan apa.