Dendam Menjadi Cinta

Dendam Menjadi Cinta
EP 34 Kepanikan Gustian


__ADS_3

Di ruangan kerja, Gustian meneguk beberapa kali alkohol tanpa henti yang tadi dia bawa masuk ke dalam ruangan kerjanya.Lalu Gustian menatap photo keluarganya yang ada di meja kerjanya.


"Kenapa Tian tidak merasa bahagia,Ayah ,Bunda.. Bukankah tujuan Tian menikahinya karena ingin menyakitinya.Tetapi kenapa setelah Tian menyakitinya Tian tidak merasa bahagia dan...."Jeda Gustian.


"Dan kenapa di sini merasa sangat sakit."Sambung Gustian menunjuk hatinya yang merasa sakit.


"Tian,,Tian tidak benar-benar telah jatuh cinta padanya kan,Bun."Tanya Gustian kepada Bundanya yang tentu saja tidak pernah ada jawaban dari Bundanya.


"Tian tidak mungkin jatuh cinta padanya,,Dia anak dari pembunuh kalian,Bun,Yah..."Ucap Gustian lagi.


.


.


Ke esokan harinya Gustian terbangun di ruang kerjanya,,Ya..Semalam Gustian ketiduran di ruang kerjanya karena kebanyakan minum alkohol yang ia bawa semalam.Lalu setelah sudah agak sadar Gustian pun segera kembali ke kamarnya dan saat sudah sampai di depan kamarnya Gustian diam sejenak di depan kamarnya.


Jujur entah kenapa Gustian tiba-tiba merasa tidak tenang apalagi mengingat semalam saat keluar dari kamarnya Gustian mengabaikan Viany di lantai yang dingin tanpa sehelai benang pun.


Setelah menghela napasnya beberapa kali akhirnya Gustian membuka pintu kamarnya dan betapa terkejutnya saat Gustian masuk kedalam kamarnya ketika melihat Viany masih dalam posisi yang sama seperti semalam terbaring di lantai yang dingin tanpa sehelai benang lalu dengan cepat Gustian berjalan mendekati Viany dan seketika itu Gustian langsung teriak memanggil Viany karena wajah Viany terlihat sangat pucat dan tubuhnya sangat dingin.


"Viany..Bangun Viany..Aku mohon Viany.. Cepat bangun..Viany ..Viany..."Panggil Gustian menepuk pipi Viany dengan pelan dan dengan rasa ketakutan ketika melihat keadaan Viany lalu dengan segera Gustian mengambil selimut yang semalam Viany ambil untuk tidur di sofa menutupi tubuh Viany, lalu membopong Viany ke tempat tidurnya dan segera mengambil pakain untuk Viany dan memakaikannya setelah itu Gustian segera berlari keluar dari kamarnya ke kamar Gibran.


Tok..tok..tok..


"Gibran... Cepat bangun Gibran..."Teriak Gustian dan Gibran pun segera membukakan pintu kamarnya.


"Ada apa ,Kak."Tanya Gibran ketika melihat Gustian sangat panik.

__ADS_1


"Viany... Cepat lihat keadaan Viany.."Ucap Gustian dan Gibran pun segera masuk ke dalam kamar kakaknya melihat Viany.


"Viany..Apa yang terjadi,Kak."Tanya Gibran kepada Gustian dan Gibran pun juga ikut panik ketika ia sudah melihat wajah Viany sangat pucat dan tubuhnya juga sangat dingin.


"Lihatlah keadaan dulu."Ucap Gustian lalu Gibran pun segera kembali ke kamarnya dan mengambil alat medis yang biasa ia bawa kemanapun di dalam tasnya kerjanya.


Setelah masuk kembali ke kamar kakaknya Gibran segera memeriksa Viany.


"Apa yang terjadi,Kak..Kenapa Viany bisa mengalami demam yang begitu tinggi dan..."Jeda Gibran.


"Dan apa.."Tanya Gustian menoleh ke arah Gibran dengan rasa semakin khawatir.


"Kenapa tanganya terdapat beberapa tanda memar...Apa yang telah kakak lakukan padanya.."Tanya Gibran dengan nada agak marah kepada Gustian dan Gustian pun baru sadar jika tangan Viany memang terdapat beberapa tanda memar.


Melihat itu tiba-tiba Gustian merasa sakit di hatinya lalu Gustian duduk di samping Viany dan memegang tangan viany yang terdapat beberapa tanda memar akibat dari ulahnya.


"Keluar lah dulu."Ucap Gustian lalu Gibran pun keluar dari kamar kakaknya biarlah nanti ia akan bertanya kepada Gustian lagi.


Setelah Gibran keluar dari kamarnya, Gustian menatap Viany dengan rasa bersalah karena memperlakukanya dengan kasar semalam.Gustian sendiri tidak tahu kenapa ia tidak bisa mengontrolkan emosinya, Gustian tidak sadar karena rasa cemburunya lah yang membuatnya tidak bisa mengontrolkan emosinya dan takut kehilangan Viany.Apalagi tadi pagi saat masuk ke kamarnya melihat keadaan Viany,Gustian benar-benar sangat takut Viany akan terjadi sesuatu, Gustian takut Viany akan pergi begitu saja apalagi melihat wajah Viany begitu pucat dan tubuhnya begitu dingin.


Lalu dengan pelan Gustian mengelus pipi Viany dengan pelan.. Melihat Viany seperti ini hatinya sangat sakit apalagi itu Karena ulahnya sendiri.


"Maaf..Maaf.."Lilih Gustian lalu tanpa bisa di cegah Gustian meneteskan air matanya.


.


.

__ADS_1


Tok..Tok..Tok..


Klek...


"Bagaimana Kak,, Viany sudah sadar."Tanya Gibran kepada Gustian ketika ia baru saja pulang kerja dan Gustian menggelengkan kepalanya.


"Masukklah.."Ucap Gustian lalu Gibran pun mengikutinya dari belakang dan setelah sudah berjalan mendekati Viany, Gibran mengecek keadaan Viany lagi.


"Tenanglah..Demamnya sudah turun ."Ucap Gibran.


Hari ini Gustian memilih tidak masuk kerja dan dengan talentanya Gustian merawat Viany di dalam kamarnya.Dalam dua jam sekali Gustian akan mengecek suhu panas Viany setelah beberapa kali menggantikan handuk kecil di kepala Viany bahkan Gustian pun melewatkan sarapan paginya dan makan siang nya.Melihat Viany sakit begini Gustian sama sekali tidak merasakan lapar, Gustian hanya sesekali minum kopi atau minum air putih saja.


"Baiklah...Aku mau membersihkan diri dulu."Ucap Gibran lalu keluar dari kamar Gustian.


.


.


"Den Gibran,,Bujuk lah Den Gustian untuk makan ,seharian ini Den Gustian tidak makan ia melewatkan sarapan paginya dan makan siangnya ..Den Gustian seharian ini juga hanya berada di dalam kamarnya merawat istrinya,Den Gustian hanya sesekali minum kopi dan air putih saja . Sampai sekarang Den Gustian belum makan nasi."Ucap Bibi panjang lebar kepada Gibran yang baru saja turun dari atas.


"Baiklah Bi,,Bibi siapkan dulu ya makan malamnya ,,Aku Panggil Kakak makan bersama."Ucap Gustian lalu menuju ke kamar Gustian.


"Jika kamu begitu mencintainya kenapa kamu tidak memperlakukanya seperti istri mu,Den Gustian ."Batin Bibi ketika melihat Gibran menuju ke kamar Gustian.


Sejak Gustian menikah dengan Viany,Bibi sangat tahu bagaimana Gustian memperlakukan Viany.Sedangkan Viany Walaupun Gustian tidak memperlakukannya sebagai seorang istri, Viany tetap menjalani kewajibannya sebagai seorang istri,,Setiap pagi Viany bangun pagi dan menyiapkan sarapan untuknya dan Gustian sebelum ia pergi kerja dan ketika Viany pulang lebih awal Viany akan masak untuk makan malam walaupun kadang Gustian tidak memberitahukan kepada Viany ia akan pulang telat .


Tetapi pada saat Gustian diam-diam mengawasi Viany pulang larut malam bibi jadi tahu sebenarnya Gustian peduli dengan Viany hanya Bibi tidak mengerti kenapa di depan Viany,Gustian seolah tidak peduli pada Viany dan tidak memperlakukan Viany sebagai istrinya.

__ADS_1


Sekarang lihatlah,,ketika Viany sedang sakit Gustian sangat khawatir dengannya dan dengan talenta merawat Viany.


__ADS_2