Dendam Menjadi Cinta

Dendam Menjadi Cinta
EP 49 Tentang Dokter Hatton


__ADS_3

Hari ini Gustian memilih ke kantor rumah sakit,karena ia ingin menemui Viany di sana.Gustian tahu Viany mau mengundurkan diri dari rumah sakitnya dan mungkin setelah ini Gustian akan sulit untuk menemuinya lagi oleh karena itu Gustian ingin menemui Viany.


Tak berselang lama Gustian pun sudah sampai rumah sakit dan saat baru saja hendak masuk ke dalam rumah sakit Gustian berpaspasan dengan Gibran dan Viany lalu mereka bersamaan menghentikan langkah mereka dan saling bertatapan.


Ketika melihat Viany dan Gibran bersamaan datang ke rumah sakit,hati Gustian sangat sakit, ingin sekali rasanya Gustian membawa pergi Viany dan memeluknya.Tetapi Gustian tahu jika ia sekarang langsung menarik dan memeluk Viany,bukan Viany saja yang melepaskan pelukannya tetapi Gibran juga akan menariknya melepaskan pelukannya dari Viany.


Dan Gibran yang juga menatap Gustian,ia tahu ada rasa rindu di mata kakaknya kepada Viany juga ada rasa bersalah terhadap Viany.Begitu pun saat Gibran menoleh ke arah Viany ada rasa khawatir Viany kepada Gustian ketika melihat bekas luka di wajahnya dan itu tentu saja membuat Gibran merasa cemburu karena Viany masih peduli pada kakaknya.


"Ayok..."Ucap Gibran merangkul bahu Viany dan membawa Viany pergi dari hadapan Gustian.


.


.


Setelah berada di dalam kantornya Gustian sama sekali tidak fokus dengan dokumen yang ada di tangannya.Gustian masih terus memikirkan Viany,apa yang harus dia lakukan sekarang agar Viany bisa memaafkannya dan kembali ke sisinya lagi.


Karena tidak bisa fokus dengan pekerjaannya akhirnya Gustian memilih keluar dari kantornya dan berjalan-jalan mengelilingin rumah sakitnya.


Saat sedang berjalan di koridor rumah sakit mata Gustian tidak sengaja melihat Viany berjalan keluar rumah sakit lalu Gustian pun mengikutinya dari belakang.Ketika melihat Viany menyetop taxi Gustian pun segera menyetop taxi yang kebetulan lewat lalu meminta taxi yang ia tumpangi itu mengikuti taxi yang Viany tumpangi.


Lalu taxi yang Viany tumpangi berhenti di sebuah toko bunga dan tidak berselang lama Viany pun keluar dari toko itu membawa sebuket bunga dan kembali masuk ke dalam taxinya lagi.


"Mau ke mana dia , Kenapa ia memberi bunga."Batin Gustian dan masih meminta taxinya mengikuti taxi Viany.


Tak berselang lama taxi yang Viany tumpangi pun sampai ke suatu tempat lalu Viany pun turun dari taxi itu dan berjalan masuk ke dalam di mana makam orang tuanya berada.


Dan Gustian yang melihat Viany masuk kedalam Gustian juga ikut turun dari taxi yang ia tumpangi tadi dan mengikuti langkah kaki Viany dari belakangnya.

__ADS_1


"Apakah itu makam orang tuanya, kenapa Viany datang ke sini, apakah hari ini adalah hari kematian orang tuanya."Batin Gustian ketika melihat Viany sedang berdiri di depan makam orang tuanya.


Lalu kurang lebih 30 menit Viany berada di makam orang tuanya akhirnya Viany beranjak pergi dari sana.Setelah viany pergi dari sana Gustian pun berjalan mendekati makam orang tua Viany dan betapa terkejutnya Gustian ketika melihat tanggal kematian Papa Viany,ternyata hari ini adalah hari kematian Papa hamburg modelViany.Lalu ketika mata Gustian melihat nama dan tanggal kematian ibunya Viany, Gustian lebih terkejut lagi..


"Ini...Kenapa tanggal kematian ibunya sama dengan ayah dan bunda."Batin Gustian tidak percaya.Lalu Gustian memikirkan kembali saat ayah dan bundanya mengalami Kecelakaan dan ayah Viany datang terlambat untuk menyelamati orang tuanya.


"Apakah karena itu Dokter Hatton terlambat ke rumah sakit."Ucap Gustian dengan pelan lalu tiba-tiba Gustian mendengar seseorang memanggilnya dari belakang.


"Gustian.."Panggil seseorang lalu Gustian pun menoleh ke sumber suara dan itu membuat terkejut.


"Kakek.."Panggil Gustian dengan terkejut karena kakeknya juga berada di sini.


"Kenapa kamu di sini,Nak."Tanya Kakek.


"Itu..."Jeda Gustian lalu ia melihat kembali ke arah makam orang tua Viany.


"Apakah kamu juga tahu bahwa hari ini adalah hari kematian Dokter Hatton."Tanya Kakek.


"Ternyata kakek terlambat lagi menemui anak Dokter Hatton."Ucap kakek ketika melihat sudah ada bunga di makam dokter Hatton.


"Apakah kamu tadi menemui anaknya ,Tian."Tanya Kakek menoleh ke arah Gustian.


"Hah..."


"Kenapa, apakah kamu tadi menemui anaknya dokter Hatton."Tanya Kakek lagi.


"Kek,, apakah kakek tidak mengenal anak Dokter Hatton."Tanya Gustian dan kakek menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Kakek tidak pernah beejumpa dengan anaknya, Setiap kali kakek datang kakek selalu terlambat datang ,kalau kakek datang lebih cepat darinya kakek selalu tidak bisa berlama-lama di sini menunggunya.


"Kenapa kakek ingin menemui anaknya."Tanya Gustian.


"Kakek selalu merasa bersalah terhadap anaknya.Coba kamu lihat tanggal kematian istri dokter Hatton."Ucap kakek lalu Gustian pun melihat lagi tanggal kematian ibunya Viany.


"Kamu tahu kenapa dulu dokter Hatton terlambat datang ke rumah sakit menyelamati orang tua mu ."Tanya Kakek tapi matanya menatap makam orang tua Viany dan Gustian menggelengkan kepalanya.


"Karena pada saat itu istrinya juga meninggal dunia karena penyakitnya.Saat dokter rumah sakit menghubungi dokter Hatton agar segera bisa ke rumah sakit sebenarnya dokter Hatton sedang berduka atas kepergian istrinya dan karena dari rumah sakit terus menghubunginya akhirnya dokter Hatton memilih segera ke rumah sakit menyelamati orang tua mu sebelum istrinya di makam kan dan meninggalkan anaknya bersama sanak saudaranya memakam kan istrinya.Tetapi saat dokter Hatton berusaha agar segera sampai ke rumah sakit,dokter Hatton terjebak macet tapi ia tidak putus asa agar segera sampai di rumah sakit untuk menyelamati orang tua mu.Kamu tahu apa yang dokter Hatton lakukan agar bisa segera sampai rumah sakit."Tanya Kakek dan Gustian menggelengkan kepalanya.


"Dokter Hatton meninggalkan mobilnya di tengah jalan dan berjalan mencari ojek agar bisa segera sampai ke rumah sakit, tetapi setelah sampai di rumah sakit dokter Hatton tetap tidak sempat menyelamati orang tua mu.Padahal ia sudah berusaha agar segera sampai rumah sakit,mungkin ini memang sudah takdir kepergian orang tua mu."Ucap Kakek panjang lebar.


"Apakah karena itu saat kakek menuntutnya Dokter Hatton di nyatakan tidak bersalah."Tanya Gustian dan kakeknya menganggukkan kepalanya.


"Itulah sebabnya kakek merasa sangat bersalah terhadap anaknya.Saat kakek Ingin menemui anaknya di rumah dokter Hatton, mereka sudah pindah keluar negeri.Saat dokter Hatton meninggal kakek tidak bisa ke sana karena pada saat itu penyakit kakek kambuh.. Sampai sekarang kakek masih belum tahu siapa anaknya."Ucap kakek.


"Maaf Kek, Tian pergi dulu."Ucap Gustian lalu ia pun segera pergi dari sana tanpa memberitahukan kepada kakeknya bahwa Viany adalah anak dari Dokter Hatton.


Setelah sudah berada di dalam taxinya Gustian segera menghubungi Viany.


"Hallo.."Ucap Viany di seberang sana.Mendengar suara Viany Gustian merasa sangat sesak karena ia merasa sangat bersalah terhadap Viany setelah mendengar semua cerita dari kakeknya.


"Hallo..."Ucap Viany lagi ketika tidak mendengar suara Gustian.


"Bisakah sekarang kita bertemu."Tanya Gustian.


"Aku mohon Viany."Ucap Gustian lagi ketika tidak mendengar jawaban dari Viany.

__ADS_1


"Baiklah,,Aku akan menunggu mu di cafe xxxx."Ucap Viany.


"Terima kasih,,Aku segera ke sana."Ucap Gustian lalu menutup panggillan teleponnya.


__ADS_2