
"Pak Bima."Panggil Viany sebelum ia benar-benar keluar dari ruangan Bima dan Bima pun menoleh ke arah Viany.
"Bagaimana kalau nanti kita makan siang bersama."Tanya Viany.
"Boleh."Ucap Bima tanpa pikir panjang.
.
.
Ting...Suara yang menandakan ada sebuah pesan masuk ke ponsel Viany lalu Viany yang lagi sibuk di depan layar komputer pun menoleh ke benda pipih yang terletak di meja kerjanya.
[Sayang,nanti temani Mas makan siang ya.] Pesan dari Gustian.
[Maaf Mas,Aku sudah ada janji dengan Pak Bima makan siang bersama nanti ]
Di posisi lain Gustian yang sedang berada di kantor pusat perusahaannya mengeryitkan keningnya ketika pesan dari Viany mengatakan ia sudah ada janji dengan Bima makan siang bersama.Lalu dengan cepat Gustian pun langsung menekan app yang bergambar telephone menekan nomor telepon Viany.
"Hallo,Mas."Ucap Viany di seberang.
"Sayang,,kok kamu bisa ada janjian makan siang bersama Pak Bima."Tanya Gustian kepada Viany di seberang sana.
"Iya Mas,tadi aku yang mengajak dia makan siang bersama."Ucap Viany dan tentu saja itu membuat Gustian tidak percaya.
"Apa.."Tanya Gustian tidak percaya,kenapa istrinya ini lebih mau mengajak Bima makan siang bersama dari pada mengajaknya yang sebagai suaminya.Lalu biasanya mereka berdua makan siang di kantin itu apakah istrinya yang mengajaknya juga.
"Kalau begitu Mas ikut juga ya,Sayang.Kalian mau makan di mana."Ucap dan Tanya Gustian.
"Jangan Mas,Mas jangan ikut deh.. Kalau Mas ikut nanti kami gak bebas."Ucap Viany tanpa sadar jika kalimat terakhirnya itu bisa membuat pikiran Gustian melayang kemana-mana.Apalagi setiap kali melihat mereka berdua makan siang bersama istrinya terkadang tertawa lepas bersama Bima.
Padahal maksud Viany dari kata Gak Bebas itu adalah gak bebas berbicara apa saja dengan Bima nanti, apalagi sebenarnya Viany mengajak Bima makan siang bersama karena tadi melihat Bima sepertinya butuh sedikit hiburan atau mungkin dia butuh seseorang untuk menceritakan masalahnya entah itu dengan Viany atau tidak tetapi ya sebaiknya Gustian tidak ikut saja kan.
"Sayang,apa maksudnya dari gak bebas."Tanya Gustian dengan nada cemburu tetapi Viany tidak peka dengan nada cemburunya Gustian.
"Gak ada maksud apa-apa sich.Memang Mas pikirnya apa."Tanya Viany.
Mendengar Viany berkata begitu Gustian pun memijit pelipisnya,entah istrinya sikapnya memang polos atau Gustian yang baru sadar kepolosan istrinya ini.
Maksudnya apa coba,istrinya begitu terus terang mengatakan kepadanya bahwa ia yang mengajak Bima makan siang bersama dan juga tidak mengizinkan suaminya ikut serta karena jika suaminya ikut serta mereka berdua tidak bebas,apa maksud dari kata Gak Bebas itu,memangnya apa yang ingin mereka berdua lakukan atau bicarakan sampai suaminya sendiri tidak boleh ikut serta bergabung dengan mereka berdua makan siang bersama.
"Tapi Sayang,Mas tidak suka kamu dekat-dekat dengan pria lain."Ucap Gustian.
"Mas cemburu."Tanya Viany.
"Ya.. Tentu saja Mas cemburu jika istri Mas dekat-dekat dengan pria lain."Ucap Gustian.
__ADS_1
"Maaf ya Mas,Aku sekarang lagi sibuk..Aku tutup dulu ya karena sebentar lagi sudah waktunya istirahat."Ucap Viany lalu ia menutup panggillan telepon secara sepihak karena Viany tahu jika terus melandeni Gustian lewat telephone Gustian pasti ingin memintanya mengizinkannya ia ikut makan siang bersama.
"Sayang..."
Tut..tut..tut...
Gustian yang melihat panggillan teleponnya sudah di matikan oleh Viany ia pun menghelakan napasnya.Lalu tiba-tiba ponselnya bunyi lagi menandakan ada sebuah pesan masuk ke ponselnya dan ternyata itu adalah istrinya.
[ Mas jangan coba-coba jadi penguntit bersembunyi di sana melihat Ku dari jauh makan siang bersama Bima seperti yang biasa Mas lakukan.]
Degggg...
"Jadi selama ini aku sudah ketahuan ?"Ucap Gustian dengan diri sendiri.
.
.
"Kenapa..Kamu sedang cari apa.."Tanya Viany melihat Bima sepertinya sedang mencari sesuatu ke arah Kiri,kanan,belakang dan depan ketika mereka berdua sudah berada di kantin rumah sakit.
"Kok Aku merasa ada yang salah ya, seperti ada kekurangan sesuatu gitu."Ucap Bima dan membuat Viany mengernyitkan keningnya.
"Hmm,memangnya apa itu.."Tanya Viany.
"Apa suami mu hari ini sakit.."Tanya Bima.
"Kok hari ini aku sepertinya ngak kelihatan dia sich, biasanya kan dia suka sembunyi-sembunyi gitu atau kesalah pahaman kalian berdua sudah baik-baik saja ."Ucap Bima yang memang juga tahu Gustian yang setiap hari menguntit mereka berdua setiap hari dan juga sudah tahu masalah Viany dan Gustian.
Karena dari Bima lah Viany jadi tahu jika Gustian setiap hari menguntit mereka dan juga oleh karena itu Bima jadi tahu terjadi salah paham antara Viany dan Gustian.Ya..Saat Bima menanyakan masalah mereka berdua Viany hanya mengatakan mereka berdua ada kesalah pahaman saja dan membutuhkan waktu untuk saling menenangkan diri jadi dari situlah Bima jadi tahu kalau pada saat itu Viany dan Gustian sedang ada masalah.
"Dia gak sakit kok dan iya kami sudah baikan."Ucap Viany dengan tersenyum.
"Syukurlah lah jika begitu... Tapi kok Aku merasa sedikit kecewa ya kalau melihat kalian sudah baikkan."Ucap Bima dengan nada menggoda.
"Jadi kamu berharap kami tidak baikan gitu.."Tanya Viany.
"Tentu saja tidak,,malah aku sangat senang jika kalian berdua sudah baikan dan itu tentu saja sangat baik untuk anak kalian."Ucap Bima.
"Jadi bagaimana dengan mu,apa wanita itu pacar mu."Tanya Viany menyedotkan sambal cabe hijau ke dalam baksonya.
"Jangan makan terlalu pedas Dokter cerewet, sangat tidak baik untuk Janin mu."Ucap Bima.
"Lebih tepatnya mantan."Ucap Bima lagi.
"Apa masalahnya tidak bisa di perbaiki lagi."Tanya Viany.
__ADS_1
"Bagaimana bisa di perbaiki jika yang dia cintai itu harta dan bukan orangnya."Ucap Bima dengan santai tapi membuat Viany ketawa.
"Apa ada yang lucu."Tanya Bima melihat Viany ketawa
"Jadi kamu ngaku kalau kamu itu sultan."Tanya Viany.
"Memangnya bukan."Tanya balik Bima.
"Iya,, Dokter sultan..Hmm.. Sepertinya aku harus mengganti nama Mu menjadi dokter sultan dari pada dokter siala."
"Ya.. Sepertinya gitu lebih baik."Ucap Bima dan mereka berdua pun saling ketawa.
.
.
"Sayang.."Panggil Gustian yang sudah dari tadi duduk di depan kursi ruang praktek Viany.
"Kok kamu di sini,Mas."Tanya Viany.
"Ya..Sudah dari tadi Mas tunggu di sini."
"Kenapa gak masuk saja."
"Mas tidak ingin menganggumu."
"Apakah kamu sekarang sudah pulang kerja."Tanya Gustian.
"Ya.."Ucap Viany lalu ia melangkah kakinya.
"Pulang sama Mas saja ya,Sayang."
"Aku ada bawa mobi,Mas."
"Mobilnya tinggalkan di sini saja atau nanti Mas suruh orang antar ke rumah mu."Ucap Gustian dan Viany menghentikan langkahnya.
"Ngapain.. Lagian sekarang aku juga mau pulang."Ucap Viany lalu melanjutkan langkah kakinya lagi.
"Mas mau ajak kamu makan malam di luar, Sayang."Ucap Gustian dan Viany menghentikan langkahnya lagi lalu menatap Gustian.
"Mau ya sayang..Mas kangen makan malam bersama mu."
"Baiklah."
"Terima kasih,Sayang."Ucap Gustian lalu mencium kening Viany tanpa peduli mereka berdua sedang berada di tempat umum.
__ADS_1
"Mas."Teriak Viany dan membuat Gustian terkekeh.