Dendam Menjadi Cinta

Dendam Menjadi Cinta
EP 50 Lepaskan lah


__ADS_3

"Maaf,,Aku terlambat.."Ucap Gustian ketika ia baru saja sampai cafe.


"Gak pa-pa Aku juga baru sampai."Ucap Viany lalu ia menatap Gustian begitu juga Gustian menatapnya.


"Ekhem.. Apakah kamu baik-baik saja."Tanya Viany memecahkan suasana.


"Hm,,Ya,,Aku baik-baik saja."Ucap Gustian.


"Kamu mau minum apa.."Tanya Viany lagi membuka buku menu untuk Gustian.


"Eh..Aku pesan kopi saja."Ucap Gustian entah kenapa dia jadi begitu canggung dengan Viany.Lalu Viany pun membantunya memesankan kopi untuknya.


"Katakanlah,,ada apa kamu mau menemui Ku."Tanya Viany ketika ia sudah pesan kopi untuk Gustian.


"Kembali lah,,, Jangan pergi dari ku."Ucap Gustian tanpa basa basi dan memegang tangan punggung Viany di atas meja.Lalu dengan pelan Viany menarik tangannya dari tangan Gustian.


"Maaf,,Aku tahu Aku telah menyakiti mu dan menyakiti Gibran dengan keegoisan Ku."Ucap Gustian berhenti sejenak karena waitress mengatarkan kopi untuk Gustian.


"Kamu tidak perlu minta maaf pada Ku karena menyakiti ku bukankah itu memang tujuan mu mendekati ku dan kamu telah berhasil melakukannya.Tetapi minta maaf lah kepada Gibran, dia akan sangat kecewanya karena kakaknya bukan hanya memisahkan dia dengan wanita yang sangat dia cintai tetapi juga menjebaknya tidur bersama sahabatnya."Ucap Viany panjang lebar.


"Memisahkan dia dengan wanita yang sangat dia cintai.."Ucap Gustian dengan pelan tetapi hatinya sangat sakit mendengar Viany berkata begitu.


"Apakah kamu masih mencintainya.."Tanya Gustian.


"Tentu.. Tentu saja kamu masih mencintainya bukan, jika waktu itu aku tidak memisahkan kalian mungkin sekarang kalian sekarang sudah merencanakan pernikahan kalian."Ucap Gustian dengan hati yang sangat sesak ketika melihat diam nya Viany.


"Jika Aku mengatakan bahwa...Aku..Aku juga mencintai mu, apakah kamu akan kembali kepada Ku dan memberi Ku satu kesempatan untuk menembus kesalahan Ku."Ucap Gustian.


"Kamu tidak perlu menembus kesalahan mu dengan mencintai Ku..Kamu tidak salah..Aku tahu kamu melakukannya karena kamu mencintai orang tua mu ,tetapi... Kenapa Kamu harus menyakiti Gibran dan Susan.Jika kamu ingin Aku pisah dengan Gibran kenapa waktu itu kamu tidak mencari ku sebagai kakak Gibran tidak menyetujui hubungan kami."Ucap Viany panjang lebar lagi.


"Oh ya..Bukan... Bukan begitu...Jika kamu sebagai kakaknya menentang hubungan kami bagaimana kamu bisa mendekati ku dan menjalankan rencana mu."Ucap Viany lagi.

__ADS_1


"Bolehkah Aku bertanya...Saat pertama kali kita bertemu dan kamu menyelamatku , apakah..Itu juga sebuah dari rencana mu agar bisa mendekati ku."Tanya Viany menatap Gustian.


"Baiklah,,Aku sudah mengerti.."Ucap Viany dengan kecewa ketika melihat diamnya Gustian.Padahal Viany sangat berharap itu bukan rencana Gustian tetapi murni terjadi dan sebagai rasa kemanusian Gustian menyelamatinya.


"Sekarang apa mau mu dari Ku,,Jika kamu mau aku kembali,Aku akan kembali..Sesuai dengan janji Ku kepada mu.. Sampai kamu.."


"Tidak...Aku tidak mau kamu kembali karena menjadi pelampiasan Ku,,Aku mau kamu kembali karena kamu istri Ku."Ucap Gustian memotong kata Viany.


"Menjadi istri mu,,Tentu saja Aku masih menjadi istri mu."Ucap Viany.


"Viany...Aku benar-benar mencintai mu, Aku tidak mau kamu menjadi pelampiasan Ku ..Aku mau kita memiliki keluarga kecil yang bahagia."Ucap Gustian.


"Apakah kamu tidak akan merasa bersalah mencintai anak dari seorang pembunuh dari orang tua mu.. Apakah kamu akan memaafkan apa yang telah Papa ku lakukan kepada kedua orang tua mu."Tanya Viany.


"Papa mu tidak bersalah...Aku yang salah karena...Aku salah paham dengan Papa mu yang sudah berusaha menyelamati orang tua ku."Ucap Gustian dengan mata menatap ke meja.


"Maksud mu."Tanya Viany tidak mengerti.


"Jadi...Ternyata pada saat itu yang Papa mau menyelamati pasiennya adalah orang tua mu."Tanya Viany ketika ingat kembali saat Papanya meninggalkannya sebelum mamanya di makam kan.


Flashback On


"Viany sayang ,Maafkan Papa tidak bisa menemani mu memakam kan Mama ya,karena di rumah sakit ada dua nyawa yang harus Papa selamati."Ucap Dokter Hatton kepada Viany saat itu.


"Iya Papa,,Vian mengerti...Vian percaya Mama juga tidak akan menyalahkan Papa tidak mengatar kepergian mama yang terakhir kali..Pergilah selamatkan nyawa pasien Papa."Ucap Viany saat itu kepada Papanya.


Flashback Off


"Ya..Maafkan aku menyalahkan Papa mu atas kepergian orang tua ku."Ucap Gustian dengan rasa bersalah terhadap Dokter Hatton .


"Jika kamu tidak tahu kebenaran ini, apakah akan tetap merasa bersalah jika kamu mencintai ku."Tanya Viany.

__ADS_1


"Lepaskan lah,,,Kamu tidak benar-benar mencintai ku, Mas.. Sekarang kamu mau aku kembali Kepada mu bukan karena kamu mencintai ku tetapi kamu merasa bersalah dan ingin menembus kesalahan mu dengan mencintai Ku,itu tidak akan membuat mu bahagia."Ucap Viany lagi ketika Gustian tidak bisa menjawab pertanyaan lagi.


"Tidak...Aku benar-benar mencintai mu, sebelum Aku tahu kebenaran ini Aku sudah jatuh cinta pada mu bahkan pada saat pertama kali kita bertemu."Ucap Gustian.


"Benarkah...Jika begitu kenapa setelah menikah kamu begitu tega menyakiti Ku, meninggalkan ku di hotel sendirian dan tidak membawa ku pulang bersama mu.. Apakah kamu yakin dengan perasaan mu itu saat pertama kali kita bertemu kamu sudah jatuh pada Ku."Ucap Viany.


"Jika kamu benar-benar telah jatuh cinta pada Ku, Kenapa kamu begitu tega menyakiti Ku."Ucap Viany lagi.


"Viany Aku..."Jeda Gustian ketika Viany mengakat tangan punggungnya agar Gustian tidak berbicara lagi.


"Sudah lah..Jika kamu benar-benar mencintai ku,ceraikanlah Aku."Ucap Viany.


Deggggg....


"Tidak... Aku tidak akan menceraikan mu."Ucap Gustian.


"Kalau begitu biar aku yang mengunggak percerain kita."Ucap Viany.


" Viany..Aku tahu Aku salah tetapi tidak bisakah kamu memberi ku satu kesempatan lagi."Ucap Gustian.


"Bercerai adalah kesempatan mu membuktikan kamu benar-benar mencintai ku."Ucap Viany.


"Kesempatan untuk kamu memulai berjuang cinta mu untuk ku,Mas..Itu pun jika kamu benar-benar mencintai ku."Batin Viany.


"Aku akan membuktikan cinta Ku pada mu tetapi bukan dengan cara menceraikan mu."Ucap Gustian.


"Kalau begitu tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi dan aku tetap akan mengunggak percerain kita."Ucap Viany lalu beranjak dari tempat duduknya dan pergi dari sana.


"Viany.."Panggil Gustian tetapi di abaikan oleh Viany.


"Aku tidak akan menceraikan mu."Gumam Gustian ketika sudah tidak melihat Viany lagi.

__ADS_1


__ADS_2