
"Tapi Pak..Bu Viany tadi barusan menanda tangani tanda setuju untuk mutasi ke sana,Pak."Ucap kepala rumah sakit.
"Apa.."Ucap Gustian dengan tidak percaya, bukankah tadi Gustian tidak mengatakan setuju lalu kenapa Viany sudah menanda tangani surat setuju.
"Maaf Pak ,saya tidak tahu bapak tidak mengizinkan Bu Viany di mutasi kan."Ucap kepala rumah sakit.
"Baiklah.. Kalau begitu kamu kembali ke tempat mu dulu."Ucap Gustian.
"Baik Pak,,permisi."Ucap kepala rumah sakit lalu keluar dari kantor Gustian.
Setelah kepala rumah sakit keluar dari ruangannya Gustian menghelakan napasnya.
"Apakah kamu benar-benar ingin menghindari Ku, Viany. Bukankah kamu kamu bilang ingin menjadi pelampiasan Ku,terus kenapa kamu cari kesempatan untuk menghindari ku."Batin Gustian.Lalu ia pun beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari kantornya lalu menuju ke ruang Viany.
Saat sudah berada di depan ruang pratek Viany, Gustian menghentikan langkahnya lalu memilih tempat duduk yang ada di depan ruang Viany karena sekarang ia tidak bisa bertemu dengan Viany setelah melihat ada beberapa pasien yang sedang menunggu antrian di depan ruang pratek Viany.
Suster yang biasa membantu Viany saat memanggil salah satu pasien ia mendapati Gustian sedang duduk di sana sambil main ponselnya.Lalu ia memberitahukan kepada Viany bahwa Gustian ada di luar sana dan Viany pun tahu alasan kenapa Gustian berada di sana .
Lebih dari satu jam Viany melayani pasiennya akhirnya ia meminta susternya membawa Gustian masuk ke ruangannya dan setelah Gustian sudah berada di dalam ruangannya suster Viany pun minta izin keluar dari ruangannya.
"Kenapa kamu menanda tangani surat setuju mutasi , Viany."Tanya Gustian tanpa basa basi setelah suster Viany sudah keluar dari ruangannya.
"Bukankah tadi Aku sudah bilang kalau aku ingin suasana baru."Ucap Viany.
"Tapi Aku tidak bilang setuju mengizinkan mu di mutasikan."Ucap Gustian.
__ADS_1
"Maaf Mas,diam mu tadi Aku kira kamu setuju."Ucap Viany dengan pura-pura tidak mengerti apa maksud diamnya Gustian tadi.
"Kalau begitu batalkan sekarang."Ucap Gustian.
"Kenapa.. Kamu tidak setuju."Ucap Gustian lagi ketika melihat Viany hanya diam saja tadi.
"Kamu tidak lagi benar-benar ingin mencoba menghindari Ku Kan."Tanya Gustian lagi.
"Bagaimana jika aku memang mencoba untuk menghindari mu,Mas."Ucap Viany.
"Viany Nugraha."Teriak Gustian dengan marah.
"Maaf Mas,Aku rasa kita sama-sama membutuhkan waktu.Aku tahu kamu tidak ingin menyakiti ku tetapi mengingat apa yang Papa ku lakukan terhadap orang tua mu ,Kamu tidak bisa memaafkan Papa Ku."Ucap Viany.
"Bolehkah Aku berpikir sebenarnya kamu mencintai Ku hanya kamu tidak bisa memaafkan apa yang terjadi di antara orang tua kita."Ucap Viany lagi.
"Apa maksud mu untuk berpikir semua itu, bukankah kamu mengatakan ingin menjadi pelampiasan Ku."Ucap Gustian.
"Ya benar jika kamu tidak mencintai Ku ,Aku sudi menjadi pelampiasan mu...Tetapi jika kamu mencintai ku apakah kamu bisa menyakiti ku, apakah kamu tega menyakiti ku."Ucap Viany.
Hening.... Gustian tidak tahu harus berkata apa.. Ingin jujur kepada Viany bahwa ia mencintainya tetapi ia tidak bisa memaafkan ayahnya dan jika ia berkata tidak mencintainya apakah ia benar-benar tega menyakiti Viany.
"Mas.."Panggil Viany dengan suara yang pelan.
"Aku akan meminta kepala rumah sakit mencarikan dokter lain untuk mutasi ke sana "Ucap Gustian lalu beranjak dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Mas.."Teriak Viany juga ikut beranjak dari duduknya.
"Untuk apa.."Tanya Viany tetapi Gustian tidak menjawabnya dan keluar dari ruangannya begitu saja.
Viany yang masih berdiri di tempat duduknya tadi menatap kepergian Gustian begitu saja ia pun menghelakan napasnya.
"Untuk apa kamu melakukan ini,Mas.Atau...Kamu memang tidak mencintai ku dan aku sendiri yang terlalu berharap Gumam Viany.
Sementara Gustian yang sudah kembali ke kantornya segera menghubungi kepala rumah sakit dan memintanya mencari dokter lain di mutasikan ke desa.Setelah menghubungi kepala rumah sakit Gustian menghelakan napasnya.
"Kamu tidak boleh pergi dari ku, Viany."Gumam Gustian.
Tak berselang lama,baru saja Gustian hendak melanjutkan pekerjaannya Viany langsung masuk ke kantornya tanpa mengetuk pintunya setelah ia barusan mendapat telepon dari kepala rumah sakit mengatakan bahwa suaminya Pak Gustian tidak mengizinkan ia di mutasikan ke desa dan Gustian yang melihat Viany yang masuk ke kantornya ia pun terkejut .
"Kenapa kamu melakukan itu,Mas."Ucap Viany tanpa basa basi dan tentu saja Viany percaya Gustian pasti mengerti maksudnya.
"Bukankah aku sudah mengatakan Aku tidak mengizinkan mu mutasi ke sana."Ucap Gustian.
"Baiklah..Kalau begitu aku akan mengundurkan diri dari rumah sakit ini, tunggu lah surat dari penguduran diri Ku. "Ucap Viany dengan nada agak marah.
"Kamu mengacam Ku."Ucap Gustian.
"Tidak,,Aku tidak mengacam mu dan untuk apa kamu takut aku mengacam mu.Sekarang aku mengerti bahwa sebenarnya aku yang terlalu berharap bahwa kamu sebenarnya mencintai Ku."Ucap Viany
"Baiklah jika kamu memang tidak pernah mencintai ku maka kita memang tidak perlu membutuhkan waktu untuk sama-sama berpikir jalan selanjutnya."Ucap Viany.
__ADS_1
"Aku akan terima semua pelampiasan mu, semoga kamu jangan segan untuk menyakiti ku."Ucap Viany lalu segera pergi dari kantor Gustian.
Gustian yang menatap kepergian Viany hatinya sangat sakit ketika mendengar apa yang Viany katakan barusan, kenapa Viany sepertinya begitu ingin ia menyakitinya.Jika memang Gustian tidak mencintainya apakah Gustian memang harus menyakitinya..Oh ya lupa bukankah awalnya Gustian mendekatinya memang bukan karena mencintainya tetapi ingin menyakitinya untuk balas dendam.