
Hari ini Gustian dan Viany kembali ke kota batam karena lebih dari seminggu lagi adalah hari pernikahan mereka berdua.
Dan hari ini kebetulan adalah hari ulang tahun kakek Gustian yang ke 75 Tahun kakek Gustian meminta Gustian malam ini membawa Viany ke rumahnya makan malam bersama.
Malam ini kakek Gustian ingin mengadakan acara ulang tahunnya dengan sederhana saja seperti beberapa tahun yang lalu karena semenjak kakek Gustian menyerahkan perusahaan kepada Gustian kakek tidak mau mengadakan pesta ulang tahunnya dengan mewah lagi seperti saat masih Ada orang tua Gibran.
Sebenarnya Gustian sangat keberatan membawa Viany ke rumah kakeknya malam ini karena sudah pasti Gibran juga berada di sana dan sebelum mereka menikah maka Viany dan Gibran akan bertemu kembali lagi ,itu yang Gustian tidak inginkan.Karena Gustian takut ia dan Viany tidak jadi nikah dan rencananya gagal mengingat Gibran sangat mencintai Viany.
Padahal yang sebenarnya Gustian takut ialah kehilangan Viany hanya saja ia masih tidak mau mengaku perasaannya itu atau masih tidak sadar dengan perasaannya yang sebenarnya.
Awalnya kakek memang janji tidak akan memberitahukan kepada Gibran siapa nama calon kakak iparnya yang juga seorang dokter sampai hari H pernikahan Gustian dan Viany tetapi Kakeknya juga tiba-tiba ingin tahun ini mulai merayakan hari ulang tahunnya bersama cucu manantunya karena kakeknya takut tahun depan ia tidak memiliki kesempatan merayakan hari ulang tahunnya bersama cucu menantu pertama keluarga Alvado,hal masa depan belum ada yang ketahui bukan oleh karena itu kakek tidak ingin melewati moment ini mengingat ia pun sudah berumur dan tentu saja kakeknya jika bisa Kakek mengharapkan lebih dari itu sampai Gustian dan Gibran sudah mempunyai anak.
Masalah Gibran yang sudah mempunyai seorang anak dengan wanita yang tidak ia cintai kakeknya masih belum tahu jika ia tahu ia akan memaksa Gibran menikahi Susan dan sekarang kabarnya Susan keluar negeri entah sampai kapan ia akan kembali ke kota asalnya lagi,mungkin sesudah ia melahirkan.
"Sayang,,Nanti malam Mas jemput ya,,hari ini ulang tahun kakek dan kakek minta Mas bawa kamu ke rumah kakek."Ucap Gustian ketika sudah mengantar Viany pulang ke rumahnya yang ada di Kota Batam.
"Baik Mas,,tapii... Sebelum waktunya ke sana kita cari kado buat kakek dulu gimana."Ucap Viany dan sejak Gustian melamarnya Viany mulai memanggil Gustian dengan sebutan 'Mas'.
"Gak perlu saya sudah pesan kado buat kakek dan tugas mu hanya perlu mempersiapkan diri."Ucap Gustian mencubit pelan hidung Viany.
"Baiklah..."Ucap Viany dengan tersenyum.
"Kalau begitu Mas pamit dulu."Ucap Gustian lalu mencium kening Viany.
"Hati-hati."Ucap Viany lalu Gustian pun pergi dari rumahnya.
Seperti biasa jika Gustian mencium Viany ia akan segera mencuci bibirnya dengan air minuman aqua yang biasa ia siapin di dalam mobilnya, Gustian selalu merasa jijik jika menyentuh Viany.Bahkan ia pun mencuci tangannya jika tangannya menyentuh Viany.
.
.
Malam pun tiba kini Gustian pun sudah berada di depan rumah Viany menjemput Viany ke rumah kakeknya.
__ADS_1
Di dalam mobil entah kenapa Gustian merasa gelisah ketika memikirkan Viany dan Gibran akan bertemu kembali.Apa reaksi Gibran ketika melihat Viany adalah calon kakak iparnya dan bagaimana jika Gibran meminta Gustian agar melepaskan Viany dan membiarkan Viany bersamanya karena Gibran pasti tahu bahwa kakaknya sangat tahu bahwa Gibran sangat mencintai Viany.Apalagi mengingat saat karena kepergian Viany Gibran selalu memabukkan dirinya agar tidak memikirkan Viany.
"Mas.."Panggil Viany kepada Gustian saat mereka sudah sampai di depan rumah kakeknya karena dari tadi Gustian belum mengajak Viany turun dari rumahnya.
"Ya."
"Yang mana rumah kakek."Tanya Viany kepada Gustian.
"Itu..Ayo kita turun.."Ucap Gustian lalu membuka pintu mobilnya dan turun dari mobil lalu membawa Viany masuk ke dalam rumah kakeknya dan membuat Viany sangat kagum dengan rumah mewah yang di miliki kakek.
"Cantik sekali rumah kakek Mas,baru luarnya saja saya sudah sangat kagum,, gimana kalau dalamnya."Ucap Viany dan membuat Gustian tersenyum.
Lalu tanpa mengetuk pintu Gustian pun langsung membawa Viany masuk ke dalam rumah kakek karena baik Gustian maupun Gibran mereka berdua masing-masing mempunyai kunci cadangan rumah kakeknya
Deggg...
Jantung Gustian berdetak semakin cepat ketika sampai di ruang tamu Gustian melihat Gibran sedang memainkan ponselnya dan belum menyadari kehadirannya.
Rasa ingin sekali dengan segera Gustian membawa Viany pergi dari sini agar mereka tidak saling bertemu.
Lalu Gibran mendongakkan kepalanya melihat Gustian sudah berdiri di ruang tamu tetapi Gibran masih belum bisa melihat Viany yang berdiri di belakang punggung Gustian.
"Kakek.. Selamat Ulang tahun.Semoga kakek selalu sehat dan panjang umur dan ini kado dari Mas Gustian untuk kakek."Ucap Viany saat ia berjalan mendekati kakek.
Degggg..
Mas Gustian...
Tiba-tiba jantung Gibran juga berdetak dengan cepat lebih cepat dari yang Gustian alami ketika melihat seorang wanita berjalan mendekati kakeknya dan mengucap selamat ulang tahun kepada Kakeknya bukan hanya itu saja apa yang wanita itu tadi sebut Mas Gustian.
Sudah terkejut dengan kehadiran seorang wanita yang tidak asing baginya dan lebih terkejut lagi mendengar apa yang di sebutkan oleh wanita itu untuk kakaknya.
Dan Gustian semakin gelisah melihat tatapan Gibran terhadap Viany.Entah kenapa ia tiba-tiba merasa semakin takut dengan Pertemuan kembali Gibran dan Viany.Seharusnya Gustian tidak perlu takut bukan, karena selama ini Gustian mendekati Viany hanya karena ingin balas dendam orang tuanya.Tetapi sekarang apa yang membuatnya takut jika ia tidak mencintainya Viany.Apakah benar karena takut gagal membalas dendam ayah Viany.
__ADS_1
"Terima kasih Nak..Kamu datang saja kakek sudah sangat senang."Ucap kakek kepada Viany.
"Kakek..Kado ini di siapin oleh Mas Gustian.Maaf Viany baru saja tahu jika kakek hari ini tahun dan tidak menyediakan kado untuk kakek ."Ucap Viany dengan malu.
"Gak pa-pa,Nak.Kakek memang sengaja minta Gustian tidak memberitahukan kepada mu terlebih dahulu."Ucap kakek.
"Baiklah karena semuanya sudah datang mari kita makan."Ucap Kakek dan di angguk oleh Viany saja lalu Viany berjalan bersama kakek ke ruang makan tetapi baru saja melangkahkan kakinya beberapa langkah tiba-tiba kakek menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya ke belakang melihat Gustian dan Gibran masih berdiri di sana.
"Apa kalian berdua akan tetap berdiri di sana."Tanya Kakek menatap Gustian dan Gibran bergantian dan juga di ikuti oleh Viany.
Degggg....
"Gibran.."Panggil Viany dan membuat kakek terkejut begitu juga dengan Gustian semakin merasa tidak tenang.
"Apakah kamu mengenal cucu ku Gibran,Nak."Tanya Kakek kepada Viany.
"Cucu.. Jadi kalian..."
"Iya..Gibran adik saya satu-satunya,Sayang.Apakah kalian saling kenal."Ucap Gustian tiba-tiba dan berjalan mendekati Viany lalu merangkul bahu Viany dan itu membuat Gibran semakin sesak melihat kakaknya merangkul Viany lalu Gibran memalingkan wajahnya dengan mendongakkan kepalanya ke arah yang lain agar air matanya tidak menetes.
Gibran berusaha menetralkan hatinya agar ia tidak segera memeluk Viany, Padahal selama ini Gibran masih sangat merindukan Viany.
Tak perlu banyak bertanya lagi Gibran sudah tahu jika calon kakak iparnya adalah Wanita yang masih ada di dalam hatinya.
"Iya Mas..Kami...Kami pernah bekerja di rumah sakit yang sama yang ada di sini."Ucap Viany.
"Benarkah... Kebetulan sekali.."Ucap Gustian. dengan Pura - Pura baru tahu tentang ini.padahal Gustian sangat tahu hubungan mereka sebelumnya.
"Gibran.. Apakah kamu tidak mau menyapa calon kakak ipar mu."Tanya Kakek.
"Hai..Viany..."Ucap Gibran singkat dengan memaksakan dirinya tersenyum padahal hatinya sangat sesak melihat kakaknya merangkul bahu Viany.
"Hai.. Gibran."
__ADS_1
"Baiklah..Ayo sekarang kita pergi makan,kakek sudah mulai lapar."Ucap kakek dan mereka semuanya pun mengikuti kakek.