
Setelah selesai makan malam Viany memilih langsung masuk ke dalam kamar Gustian karena Viany tahu Gustian tidak suka Viany mendekati Gibran apalagi sekarang menurut Viany, Gustian sudah tahu bahwa Gibran adalah mantan kekasihnya.
Lalu apakah Viany merasa senang.. Entahlah.. Viany benar-benar tidak tahu apakah ia memang harus merasa senang karena Gustian tidak suka Viany dekat dengan Gibran dan itu sepertinya menandakan Gustian sedang cemburu tetapi mengingat saat di dalam rumah Gustian sepertinya tidak menganggapnya sebagai istrinya bahkan tidak mengijinkan Viany naik ke lantai 2 dan ini pun baru pertama kali Viany masuk ke dalam kamar Gustian sejak mereka menikah selama lebih dari 1 bulan.
Sementara Gustian setelah selesai makan ia memilih masuk ke ruangan kerjanya dan Gibran memilih duduk di ruang tamu sambil memainkan ponselnya.
Di ruangan kerja Gustian terduduk diam di kursi kebesarannya ,mengingat apa yang terjadi di antara Gibran Dan Viany tadi membuat Gustian semakin merasakan rasa takut tetapi Gustian tidak mengerti kenapa ia merasa takut ,takut akan kehilangan sesuatu dan sesuatu apa itu Gustian tidak tahu tetapi ketika mengingat kembali tatapan Gibran terhadap Viany tadi.. Rasa takut itu muncul lagi..Apalagi Gustian selalu ingat apa yang pernah Gibran berkata kepadanya.
"Sekarang aku sudah kembali,,,apakah kakak masih yakin sekarang yang Viany cintai itu kakak."
Apalagi Gustian juga tahu alasan saat Viany memilih meninggalkan Gibran tetapi sekarang Susan juga memilih meninggalkan Gibran dan tidak mau Gibran bertanggung jawab atas apa yang terjadi di antara mereka berdua lalu apakah Viany menyesal karena pada saat itu memilih meninggalkan Gibran yang masih mencintainya dan sekarang menikah dengannya yang tidak seperti sepasang suami istri..Jika Viany menyesal menikah dengan dirinya dan Gibran yang masih mencintai Viany juga Gibran yang masih berusaha agar Viany kembali lagi ke sisinya apakah Viany akan memilih kembali ke sisi Gibran dan meninggalkannya ,,Itulah yang Gustian takuti..Tetapi ya begitulah Gustian tidak mau mengakui rasa takutnya yang sebenarnya seperti itu..
"CK...Mana mungkin itu yang Aku takuti...Aku hanya takut kehilangan kesempatan membalas dendam orang tua ku kepada Ayahnya."Ucap Gustian dengan diri sendiri.
"Lagian jika dia memang menyesal bukan kah itu memang yang ku inginkan...Merasa menyesal dan tidak merasa bahagia menikah dengan Ku.. Dokter Nugraha.. Lihat lah putri mu sekarang , apakah kamu bisa tenang di alam sana ketika melihat pernikahan putri mu bergitu menyedihkan."Sambungnya lagi.
Lalu ketika Gustian melihat jam dinding yang ada di dalam ruangannya itu sudah menunjukkan pukul 10 malam Gustian pun memilih keluar dari ruangannya dan hendak masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat..Tetapi saat Gustian sudah keluar dari ruang kerjanya Gustian mendapati Gibran masih duduk di ruang tamu sedang menatap ponselnya dan tanpa di sadari oleh Gibran,, Gustian sudah berdiri di belakang tempat duduk Gibran dan saat Gustian ingin menyapa Gibran ,,Mata Gustian tidak sengaja melihat ke arah ponsel yang ada di tangan Gibran.
Saat melihat sebuah photo yang ada di ponsel Gibran, Gustian merasakan ledakan emosi yang tiba-tiba muncul di dalam hatinya yang ia tidak tahu alasannya ketika melihat adiknya masih menyimpan photonya bersama kakak iparnya.Lalu tanpa mau menyapa Gibran..Gustian langsung naik ke atas dan menuju ke kamarnya.
__ADS_1
Ketika masuk ke dalam kamarnya Gustian baru ingat bahwa malam ini Viany tidur di dalam kamarnya lalu Gustian berjalan mendekati Viany yang sudah tidur di sofa yang memang ada di dalam kamarnya.
Setelah beberapa lama menatap Viany yang sedang tidur nyenyak dan tanpa sadar kehadiran Gustian yang sudah berjongkok di depannya sedang menatapnya ,,, Tiba-tiba Gustian mencium bibir Viany dengan lembut dan saat bibir Gustian menempel di bibir Viany entah kenapa Gustian tidak merasa puas jika hanya sekedar mencium Viany.. Gustian ingin merasakan lebih dari itu lalu tanpa sadar Gustian mendalami ciumannya kepada Viany dan akhirnya Viany pun merasa terganggu oleh ulah Gustian lalu Viany pun membuka matanya.
Karena terkejut seseorang menciumnya dengan reflesk Viany pun mendorong Gustian dengan sekuat tenaga dan akhirnya Gustian pun jatuh ke lantai.Tetapi sepertinya rasa cemburunya yang sudah dari tadi ada di dalam hatinya saat melihat Gibran memeluk Viany dan saat melihat tatapan Gibran kepada Viany juga saat melihat Gibran masih menyimpan photonya bersama Viany membuat Gustian tersinggung dengan dorongan Viany kepadanya.
"Kenapa..Kamu tidak sudi suami mu yang menyentuh mu..Atau...Kamu lebih sudi mantan mu yang menyentuh mu."Ucap Gustian reflesk dan setelah mengucap kata itu entah kenapa Gustian malah merasa ia sedang menusuk dirinya sendiri.
"Kenapa diam,,, Apakah benar seperti yang Aku katakan.."Ucap Gustian lagi dan merasa semakin emosi ketika melihat Viany hanya diam saja.
Sebenarnya Viany masih terkejut dengan ciuman Gustian yang tiba-tiba,oleh karena itu Viany menetralkan rasa terkejutnya tadi dan Viany pun tidak fokus apa yang sedang Gustian ucapkan tadi.Oleh karena itulah Viany tidak menjawab apa yang Gustian bicarakan.
"Layani Aku dan berikan hak kepada Ku."Lalu tanpa aba-aba Gustian langsung mencium Viany dengan kasar dan tidak peduli dengan Viany berusaha mendorongnya menjauhkan dirinya darinya, semakin Viany berusaha melepaskan dirinya dari Gustian, Gustian semakin erat memegang Viany dan tidak peduli jika Viany sudah kesakitan karena ulahnya.
"Jangan..Aku mohon... Jangan...Ahh.. Sakittt..Hisk..Hisk..Aku..Mohon.. Jangan...Hisk ..Hisk..."Ucap Viany dengan kesakitan.
Tetapi karena rasa kecemburuan Gustian yang telah menutupi rasa kasihan kepada Viany,, Gustian tidak peduli Viany yang sedang merasakan kesakitan karena ulahnya, Gustian melakukannya dengan kasar dan tanpa di sadari oleh Gustian sendiri ia melakukan begitu kasar terhadap Viany karena ia sudah tidak bisa menahan rasa cemburunya dan rasa takutnya kehilangan sesuatu yang masih tidak mau dia akui ,juga tanpa di sadari oleh dirinya sendiri Gustian tidak ingin Viany di miliki oleh siapa pun selain dirinya sendiri.
"Aku.. Membenci mu.. Gustian Alvado."Ucap Viany dalam tangisnya.
__ADS_1
Deggg....
Tiba-tiba Gustian berhenti dengan gerakannya karena mendengar Viany mengatakan ia membencinya.
"Aku membenci mu, Gustian Alvado."Ucap Viany lagi menatap tajam kepada Gustian.
Gustian yang mendapat tatapan tajam dari Viany bukannya membuat Gustian berhenti atau takut atau kasihan padanya...Tetapi membuat Gustian semakin marah lalu tanpa peduli tatapan tajam dari Viany,, Gustian melanjutkan gerakannya dan akhirnya sampailah ke puncak.Setelah itu Gustian pun meninggalkan Viany begitu saja yang sudah terbaring di lantai yang dingin lalu Gustian masuk ke dalam toilet untuk membersihkan dirinya.
Di dalam toilet Gustian meninjukan kepalan tangannya ke dinding Beberapa kali, tiba-tiba Gustian merasa menyesal karena memperlakukan Viany dengan kasar dan hatinya pun terasa sesak ketika mengingat Viany berkata ia membencinya dan juga menatap Gustian dengan tajam.
Tak berselang lama Gustian pun keluar dari dalam toilet dan mendapati Viany masih terbaring dengan polos tanpa sehelai benang pun di tubuhnya di lantai yang dingin, Sesungguhnya Gustian tidak tega melihat Viany seperti ini lalu Gustian mengabaikannya dan berjalan keluar dari dalam kamarnya dan menuju ke ruangan kerjanya di lantai bawah tanpa peduli dengan keadaan Viany.
***Hai.. Maaf Author baru update lagi... Sebenarnya author berencana tidak mau melanjutkan Ceritanya lagi karena author down deh dengan novel ini, soalnya pembacanya tidak banyak.. Mungkin Cerita ini memang tidak seru ya 😁😁😁 atau mungkin ada kata-kata yang tidak sambung ,terlalu bertele - tele, kata-kata nya di ulang-ulang atau alur ceritanya tidak nyambung atau apa lah...
Jadi author boleh minta saran dari kalian gak ..Sekiranya bagian mana gitu yang harus author ubah ... Author terima Saran kritikan kok..
Dan Author juga mau berterima kasih kepada para reader yang sudah baca cerita Author ini...🙏🙏🙏
Hmmm...Nanti lihat dulu gimana gitu ya..Di lanjut atau tidak gitu 😁... Semoga author selalu dapat dukungan dari kalian ya..Terima Kasih 🙏🙏🙏***
__ADS_1