
Di dalam mobil Gustian segera mencuci mulutnya dengan minuman aqua yang memang sudah dia beli tadi setelah Viany masuk ke dalam rumahnya dan Gustian kembali ke dalam mobilnya.Gustian merasa jijik berciuman dengan Viany,anak dari seorang ayah pembunuh orang tua nya.
"Jika bukan karena ingin membalas dendam saya tidak akan menyentuh mu, sungguh menjijikkan."Ucap Gustian lalu ia kembali mencuci mulutnya lagi setelah itu ia kembali ke kediaman nya.
.
.
Keesokan harinya pagi-pagi sebelum Viany berangkat kerja Gustian sudah berdiri di depan rumahnya membawa sebatang bunga mawar lagi dan sarapan untuk Viany.
"Tian.."Panggil Viany saat ia membuka pintu rumahnya dan mendapati Gustian berdiri di depan rumahnya.
"Pagi Sayang."Ucap Gustian dengan tersenyum.
"Pagi."Balas Viany dengan tersenyum.
"Hmm...Ini ."Ucap Gustian menyerahkan sebatang bunga mawar dan 1 kotak sarapan untuk Viany lalu Viany menerima dengan tersenyum.
"Terima kasih... Tetapi ini..."Tanya Viany dan menunjukkan sarapan yang di belikan oleh Gustian.
__ADS_1
"Sarapan cinta untuk mu."Ucap Gustian dengan tersenyum.Tetapi dalam hatinya ia merasa jijik dengan ucapannya tadi.
"Terima kasih ..Tetapi..."
"Hm."
"Hanya untukku saja dan kamu tidak sarapan."Tanya Viany.
"Ngak...Hmm...Sebentar lagi saya akan kembali ke kota Batam dan mungkin 2 minggu lagi saya akan kembali ke sini "Ucap Gustian.
"Ke Kota Batam.."Ucap Viany dan di angguk oleh Gustian.
Sebenarnya Gustian memang sengaja ingin pulang ke kota Batam karena ia tidak mau selalu berdekatan dengan Viany dan bersikap mesra gitu.Biarlah ia menggoda Viany dengan caranya sendiri tidak mesti harus seperti para ABG yang sedang pacaran.
"Ngak kok,,Saya tahu kamu sibuk dengan kerjaan mu."Ucap Viany lalu Gustian memeluk nya.
"Apakah kamu akan meninggalkan saya jika saya tidak selalu menemani mu karena pekerjaan saya."Tanya Gustian yang masih memeluk Viany.
"Tidak..Saya tahu kamu seorang pengusaha dan banyak hal yang harus kamu kerja kan."Ucap Viany membalas pelukan Gustian.
__ADS_1
"Apakah kamu tidak takut jika itu hanya sebuah alasan saja."Tanya Gustian lagi dan membuat Viany terdiam.
"Apakah kamu takut ?"Tanya Gustian lagi setelah melepaskan pelukannya dengan Viany dan menatap Viany dengan dekat lalu Viany menggelengkan kepalanya dengan tersenyum.
"Bukankah semalam kamu mengatakan dalam suatu hubungan yang terpenting ialah kepercayaan dan saya percaya kepada mu."Ucap Viany dengan tersenyum setelah ia diam sejenak dan membuat Gustian tertegun menatap Viany.
Walaupun kenyataannya Gustian memang dengan alasan pekerjaan agar tidak perlu bersikap mesra atau selalu harus berdekatan dengan Viany tetapi setelah mendengar Viany berkata begitu entah kenapa ia merasa bersalah.
"Gustian..Tidak perlu merasa bersalah, bukankah kamu mendekatinya karena ingin balas dendam orang tua mu dan bukan benar-benar mencintai nya."Batin Gustian.
"Terima kasih karena percaya saya."Ucap Gustian dengan tersenyum dan di angguk oleh Viany dengan tersenyum juga.
Lalu Gustian pun mengatar Viany ke tempat kerjanya.Setelah mengatar Viany Gustian segera berangkat ke bandara.
Sementara di ruang pratek Viany.Viany tiba-tiba mengingat Gibran.
"Gimana kabarnya Gibran sekarang,apakah ia baik-baik saja dan apakah ia dan Susan sudah menikah."Batin Viany.
Begitu juga di saat yang bersamaan juga di belahan dunia di Kota Jepang Gibran sedang menatap photo Viany di gallery ponselnya.
__ADS_1
"Kamu sekarang di mana, apakah kamu seperti saya setiap hari merindukan mu,Viany."Gumam Gibran di ruang prateknya.
"Atau... Apakah kamu...Sudah melupakan saya."Sambungnya lagi.