
"Apakah saya salah telah memisahkan dua orang yang saling mencintai,Ayah,Bunda."Gumam Gustian setelah ia sudah berada di hotel yang ada di Jakarta.
"Sekarang Tian jadi mengerti kenapa Gibran begitu mencintai Wanita itu. Wanita itu benar-benar tidak mudah di hadapi."Ucap Gustian lagi melihat photo orang tuanya yang ada di dalam gallery ponselnya.
Waktu kecil Gustian selalu bercerita kepada bundanya dan ayahnya apa yang ia pikirkan atau apa yang ada di pikirannya, seperti sekarang ia selalu menatap photo orang tuanya jika ia ingin bercerita kepada kedua orang tua nya seperti dulu,hanya bedanya sekarang ia hanya bisa menatap photo kedua orang tuanya saja.
"Ayah, Bunda.. Kalian tahu.. Tian jadi semakin ingin menantangnya menyakitinya ...Tian tidak percaya ia wanita yang kuat yang tidak mudah tersakiti, Tian akan membuatnya mencintai Tian lalu Tian akan menyakitinya membalaskan dendam kalian."Ucap Gustian.
.
.
Keesokan harinya saat Viany memasuki ruang prakteknya ia mendapati 1 tangkai bunga mawar di mejanya dan di sana ada note yang kecil untuk Viany .
Selamat pagi dan semangat bekerja Viany Nugraha.Izinkan saya membantu mu melupakan mantan kekasih mu,saya akan menunjukkan kepada mu bahwa saya serius ingin bersama mu.Semoga kamu tidak menolak perjuangan saya yang ingin bersama mu.
Gustian.A.
"Gustian.A..."Gumam Viany.
.
.
Waktu berlalu dengan cepat dari hari berganti minggu dan minggu pun berganti bulan.Semenjak Gustian mengungkapkan hatinya kepada Viany, setiap hari ia Gustian mengirimkan sebatang bunga mawar merah kepada Viany dan entah sudah yang ke berapa kali Viany mendapatkan bunga mawar merah dari Gustian dan Kadang Gustian pun meleponnya atau mengirim pesan kepadanya.
__ADS_1
Tetapi sudah tiga hari ini Viany tidak mendapatkan bunga dari Gustian dan Viany pun merasa kehilangan sesuatu seperti tidak terbiasa jika tidak mendapat bunga dari Gustian.
"Kenapa 3 hari ini saya tidak mendapat bunga darinya.."Gumam Viany di ruangan prakteknya.
Lalu ia mengecek ponselnya tidak ada telepon dan pesan dari Gustian juga.
"Kemana dia kenapa tidak ada kabar darinya."Batin Viany.
Lalu ia pun menekan nomor telepon Gustian dan meneleponnya tetapi nomor Gustian tidak aktif.Tiba-tiba Viany menjadi gelisah.
"Apa terjadi sesuatu padanya."Batin Viany dengan gelisah.
Jam berlalu dengan cepat,hari pun sudah mulai gelap.Viany yang sejak pagi menunggu kabar dari Gustian pun jadi semakin gelisah karena sampai sekarang Viany masih belum mendapatkan kabar dari Gustian padahal Viany sudah beberapa kali meneleponnya dan ponsel Gustian tidak aktif.
Malam pun semakin larut dan sekarang jam sudah menunjukkan pukul 11 lewat.Baru saja Viany hendak memejamkan matanya tiba-tiba ponselnya bunyi.
"Hallo Gustian,kamu kemana, kenapa 3 hari ini tidak ada kabar dari mu.Apakah kamu baik-baik saja."Tanya Viany dengan berbagai pertanyaan.
Gustian yang di seberang sana pun tersenyum senang karena Viany sepertinya mengkhawatirkanya.
"Apakah kamu khawatir dengan Ku,atau...Rindu denganku karena tidak ada kabar dari ku."Tanya Gustian di seberang sana .
"Tentu saja saya mengkhawatirkan mu karena tidak seperti biasanya kamu tidak mengabariku jika kamu akan keluar negeri ."Ucap Viany dengan jujur.
Ya... Biasanya Gustian akan mengabari kepada Viany jika ia akan keluar negeri dan 3 hari ini Gustian hilang tanpa kabar jadi tentu saja bisa membuat Viany khawatir.
__ADS_1
"Benarkah bukan karena merindukan ku."Goda Gustian.
"Sudah deh...Kamu kemana saja , kenapa 3 hari ini tidak ada kabar darimu."Tanya Viany lagi.
"Saya ke Jepang menjengut adik laki-laki saya satu-satunya.Ia sedang sakit ,Jika ia sedang sakit ia seperti anak kecil tidak bisa merawat dirinya sendiri padaha ia juga seperti mu adalah seorang Dokter."Ucap Gustian jujur selama 3 hari ini ia ke Jepang merawat Gibran yang sedang sakit.
Tiba-tiba Viany mengingat Gibran yang juga seperti itu,ketika Gibran sedang sakit ia tidak bisa merawat dirinya padahal ia adalah seorang Dokter dan Viany selalu mengomeli Gibran.
"Hallo...Viany."Panggil Gibran di seberang sana.
"Ah ..Iya...Jadi kamu sekarang masih di Jepang merawat adikmu."Tanya Viany.
"Saya sekarang sudah pulang ke Jakarta."Ucap Gustian.
Ya.. Tidak lama menjalin kerja sama di rumah sakit tempat Viany kerja Gustian memutuskan memberi rumah di Jakarta.
"Oh...Saya baru tahu ternyata kamu punya seorang adik laki-laki dan juga sebagai seorang dokter."Ucap Viany.
"Baiklah jika kamu tidak apa-apa ..Kalau begitu saya tutup teleponnya dulu ya, Selamat malam."Ucap Viany lagi.
"Tunggu..."Ucap Gustian di seberang sana.
"Ya..."
"Bisakah kamu buka pintu rumah mu,saya sekarang ada di depan rumah mu."Ucap Gustian.
__ADS_1
"Hah...Apa..."Ucap Viany dengan terkejut.