Dendam Menjadi Cinta

Dendam Menjadi Cinta
47 Kejujuran Gustian


__ADS_3

"Dek... Maafkan kakak ya.."Ucap Gustian menatap Gibran dalam keadaan sedikit mabuk.


"Dek..."Ucap Gibran mengernyitkan keningnya ketika mendengar Gustian menyebutnya dengan sebutan, Dek.


"Apakah benar-benar terjadi sesuatu kenapa kakak sampai mabuk gitu dan memanggil ku 'Dek'."Batin Gibran.


"Kak,apa yang terjadi, katakan lah kepada ku ,Kak."Ucap Gibran semakin was-was.


"Maafkan kakak Dek,,, Kakak tahu kakak sangat egois, maafkan kakak telah menyakiti mu ,Dek."Ucap Gustian dan membuat Gibran jadi semakin penasaran apa yang telah kakaknya lakukan padanya.


"Kakak tahu kamu sangat mencintai Viany bahkan sampai sekarang pun kamu masih sangat mencintainya, Kakak tahu kamu sangat tersesak ketika melihat kebersamaan kami.Kakak minta maaf dek, kakak telah menyakiti hati mu."Ucap Gustian lagi lalu ia duduk di sofa yang ada di dalam ruang kerjanya sambil meneguk wine nya lagi.


"Sudah Kak,kamu sudah mabuk jangan minum lagi."Ucap Gibran dan merebut wine dari tangan Gustian.


"Hahahahaha...."Gustian tiba-tiba tertawa dalam tangisnya ketika Gibran merebut wine dari tangannya.


"Kak.."Panggil Gibran dengan suara yang pelan ketika melihat tangis Gustian.


"Sebenarnya apa yang terjadi kenapa kakak sampai nangis."Batin Gibran.Ia Tahu pasti telah terjadi sesuatu yang sangat menyakiti hati kakaknya ketika melihat tangis Gustian.


"Kamu masih ingat dek,saat Viany meninggalkan mu waktu itu.Kamu sampai mabuk-mabukan selama 2 hari dan pada saat itu kakak merebut wine yang kamu minum dan sekarang.. Sekarang kamu yang merebut wine dari ku juga Karena wanita yang sama."Ucap Gustian mengusap air matanya lalu merebut kembali wine yang ada di tangan Gibran.


"Apa maksudnya Kak.."Tanya Gibran tidak mengerti.


"Apakah Viany...Kak, apakah Viany pergi dari mu ."Tanya Gibran tiba-tiba memikirkan hal ini karena dulu Viany meninggalkannya ,ia seperti Gustian yang sekarang ini apalagi Viany juga pernah mengatakan apakah sebaiknya ia pergi dari kakaknya saja.Memikirkan semua ini Gibran tiba-tiba merasa takut Viany hilang lagi dari hadapannya.


"Tidak.. Viany tidak pergi dari ku tetapi ia akan pergi dari ku"Ucap Gustian mengusap air matanya yang tiba-tiba keluar lagi.

__ADS_1


"Sekarang kakak mengerti kenapa pada saat itu kamu sampai mabuk-mabukan ketika Viany pergi dari mu,sekarang Viany belum pergi saja hati kakak sudah sangat sakit,Dek.."Ucap Gustian mengusap air matanya lagi.


"Apakah Viany mengatakan kepada kakak ia akan pergi,Kak."Tanya Gibran dan di angguk oleh Gustian.


"Ya..Sampai kakak mau melepaskannya."Ucap Gustian dan membuat Gibran terkejut.


"Apa.. Sampai kakak mau melepaskannya,, Maksudnya..."Tanya Gibran tidak mengerti.


"Kakak sadar ,kakak telah terjebak diri sendiri, Dek..Kakak telah jatuh cinta pada Viany dan sekarang kakak sangat mencintainya, kakak tidak ingin Viany jauh dari Kakak, kakak juga tidak ingin Viany pergi dari kakak..Kakak tahu Viany ingin menghindari kakak oleh karena itu kakak tidak setuju jika Viany setuju dengan tawaran kepala rumah sakit untuk di mutasikan ke desa."Ucap Gustian dan sebenarnya Gibran sudah tahu hal ini juga sebenarnya Gibran harap Viany tidak setuju tawaran dari kepala rumah sakit memutasikan Viany ke desa, tetapi siapa sangka ternyata kakaknya juga tidak setuju.


"Lalu apakah karena hal ini kakak berantem sama Viany."Tanya Gibran dan di angguk oleh Gustian.


"Apakah ini karma dari kakak yang telah memisahkan mu dan Viany,Dek.. Sampai kakak mencintainya begitu menyakitkan."Tanya Gustian.


"Kak..Apa maksud kakak memisahkan Kami.."Tanya Gibran.


"Awalnya kakak mendekati Viany memang bukan karena mencintainya tetapi kakak ingin balas dendam, kakak menikahinya juga bukan karena kakak mencintainya tetapi memang ingin balas dendam."Ucap Gustian tidak ingin menyembunyikan hal ini kepada Gibran lagi karena Gustian selalu merasa bersalah ketika melihat kedekatan Viany dan Gibran juga selalu mengingat apa yang telah ia lakukan pada Gibran,adeknya sendiri.


"Apa.."Ucap Gibran tidak percaya.


"Awalnya kakak memang ingin balas dendam tetapi tanpa kakak sadari sebenarnya kakak telah jatuh cinta padanya pada pandangan pertama kali hanya kakak tidak mau mengakui perasaan kakak, karena kakak takut kakak benar-benar telah jatuh cinta padanya.Kakak takut jika Kakak mencintainya kakak tidak bisa balas dendam ayah dan bunda."Ucap Gustian.


"Apakah kakak sadar apa yang telah kakak kalau lakukan itu sudah menyakiti hati Ku, menyakiti hati adek mu sendiri,Kak."Ucap Gibran menahan amarahnya.


"Benar,,Ini memang karma mu dan aku yang kena imbas dari karma mu,Gustian Alvado.. Apakah kamu sudah puas telah menyakiti ku dan merebut orang yang sampai sekarang masih ku cintai demi balas dendam ayah dan bunda.Ckkk...Apakah ayah dan bunda akan senang dengan apa telah kamu lakukan untuk mereka dan pada diriku.Demi balas dendam kamu tidak peduli perasaan Ku." Ucap Gibran.


"Awalnya kakak merasa Viany tidak pantas untuk mu,karena dia adalah anak pembunuh orang tua kita."Ucap Gustian.

__ADS_1


"Lalu sekarang apakah Viany pantas untuk diri mu, bukankah kamu tadi bilang kamu telah jatuh cinta padanya dan tidak ingin Viany pergi dari mu..Kamu tahu egois Kak."Ucap Gibran


"Lalu apa maksud Kakak memisahkan kami."Tanya Gibran masih penasaran bagaimana caranya kakaknya memisahkan ia dan Viany apakah dengan cara merebutnya seperti yang ia tahu.


"Kakak... Kakak menjebakmu tidur bersama sahabatnya,Susan."Jujur Gustian yang sebenarnya memang masih sadar dengan apa yang ia ucapkan.Gustian juga tahu apa akibatnya jika ia berkata jujur pada Gibran tetapi Gustian tidak peduli lagi karena sebenarnya Gustian sangat tersesak dan selalu merasa bersalah ketika mengingat apa yang telah ia lakukan pada Gibran apalagi setiap kali melihat kedekatan Gibran dan Viany.


Deggggg.....


"A..Apa kakak bilang.."Tanya Gibran merasa sesak.Karena kakaknya...


"Maaf Gibran...Jika tidak begitu Viany tidak akan meninggalkan mu dan kakak tidak bisa membalas dendam ayah dan bunda."Ucap Gustian.


Lalu tanpa basa basi lagi Gibran langsung memukul Gustian..


Burkkkkkk...


Burkkkkkk...


Burkkkkkk..


"Kamu sangat egois Kak,kamu sangat egoiss... Burkkk..Burkkkk."Ucap Gibran dan terus memukul Gustian tetapi Gustian tidak membalasnya sama sekali karena Gustian merasa Gibran memang sangat pantas memukulnya dan itu memang harus ia terima agar tidak selalu merasa bersalah lagi.


"Hahahaha...."Tiba-tiba Gibran ketawa dalam tangisnya dan menghentikan pukulannya .


Kecewa..Tentu saja Gibran merasa sangat kecewa dengan apa yang telah kakaknya lakukan padanya.


"Kenapa tidak melawan, apakah Kakak merasa kakak sangat pantas mendapat pukulan dari Ku,hah.. Apakah kakak akan merasa lebih baik jika aku terus memukul mu bahkan memukul mu sampai masuk rumah sakit...Tidak,Aku tidak akan membiarkan kakak merasakan lebih baik,aku akan membiarkan kakak selalu merasa bersalah dengan apa yang telah kakak lakukan pada ku dan sekarang....Aku akan membawa Viany pergi dari mu."Ucap Gibran lalu keluar dari ruangan kerja Gustian.

__ADS_1


Dan Gustian yang mendengar itu ia pun berusaha untuk bangun, Gustian tahu jika Viany mengetahui hal ini Viany juga tidak akan memaafkannya walaupun begitu biarlah ia melihat Viany terakhir kali lagi dan pergi bersama Gibran.


__ADS_2