
Kini Gustian dan kakeknya sudah berada di rumah Viany melamar Viany dan lamaran itu berjalan dengan lancar dan kakek Gustian memilih tanggal pernikahan mereka selama 2 minggu lagi.Awalnya Viany terkejut dengan tanggal pernikahan yang di tentukan oleh kakeknya karena takutnya waktunya tidak cukup untuk menyiapkan hal-hal yang berhubungan dengan pernikahan mereka.
Tetapi Kakek Gustian menyakinkan kepada Viany semuanya pasti sempat karena kakeknya akan meminta beberapa orang untuk mengurus semuanya dan tugasnya Gustian dan Viany hanya bersiap-siap menjadi pengantin baru akhirnya Viany pun setujuh dengan tanggal yang sudah di pilih oleh kakek Gustian.
Sebenarnya pada awalnya Gustian berencana akan menikahi Viany satu bulan lagi tetapi karena keberadaan Gibran sekarang ada di sini maka Gustian meminta kakeknya untuk mempercepat pernikahan mereka.Karena Gustian takut nanti Viany kembali ke sisi Gibran dan rencananya menjadi gagal.
Kakeknya tidak tahu alasan Gustian yang ingin cepat menikahi Viany tetapi menurut kakeknya mungkin Gustian tidak sabar ingin segera menikahi pujaan hatinya oleh karena itu kakek Gustian pun mempercepat pernikahan mereka.Awalnya Gustian meminta kakeknya selama seminggu lagi untuk menikahi Viany tetapi Kakeknya merasa itu terlalu cepat dan takutnya tidak sempat menyiapkan semuanya apalagi Gustian adalah seorang pengusaha yang terkenal jadi tentu saja pesta pernikahan mereka akan di lakukan dengan mewah. tetapi Kakekny tidak setuju karena bagaimana mana pun Gustian adalah anak dan cucu pertama keluarga Alvado karena kakek Gustian hanya mempunyai satu anak saja yaitu ayahnya Gustian.
Sebenarnya Gustian tidak mau melakukan pernikahan mereka dengan mewah cukup mengundang orang terdekat saja karena bagi Gustian itu bukan pernikahan yang penting dan juga bukan pernikahan yang di inginkan olehnya.
Jadi sekarang semuanya sudah sepakat pernikahan Gustian dan Viany 2 minggu lagi dan akan di adakan di kota asal mereka.
.
__ADS_1
.
"Bagaimana,, apakah semuanya berjalan lancar."Tanya Gibran kepada kakeknya dan Gustian saat mereka sudah kembali ke rumah.
"Alhamdulillah..Semuanya berjalan dengan lancar."Ucap Gustian ketika sudah duduk di ruang tamu.
"Kamu tahu Gibran,ternyata calon kakak iparmu juga seorang Dokter.."Ucap kakek.
Iya...Tadi di rumah Viany, paman Viany menceritakan kepada kakek Gustian bahwa ke dua orang tua Viany sudah meninggal dan entah gimana ceritanya akhirnya kakeknya tahu bahwa ternyata Viany juga seorang dokter dan itu membuat kakeknya semakin bangga dengan pilihan Gustian sendiri.
Dan Syukurnya tadi saat kakek Gustian bilang adiknya Gustian juga seorang dokter tidak menyebut nama Gibran tetapi hanya menyebut adik laki-laki Gustian dan itu pun membuat Gustian menjadi lega.
"Iyakah... Siapa namanya kek...Mana tahu Gibran juga mengenalnya."Tanya Gibran.
__ADS_1
"Sudah deh...Nanti kamu juga akan tahu siapa namanya dan sekarang apakah perut mu masih sakit."Ucap Gustian mengalihkan pertanyaan Gibran.
"Setelah minum obat sudah agak mendingan,sial memang kenapa pula tiba-tiba sakit perut padahal tadi saya sangat ingin ikut."Ucap Gibran.
"Huff..Hari ini hari kebahagian kakakmu melamar pujaan hatinya jangan ngomong yang tidak enak di dengar."Tegur kakek.
"Kek..Siapa nama calon kakak ipar ku yang juga seorang dokter."Tanya Gibran lagi.
"Sudah Kek..Gak usah kasih tahu dia biar dia penasaran sampai gak bisa tidur."Cegah Gustian agar kakeknya tidak menyebut nama Viany dan membuat kakeknya menggelengkan kepalanya .
"Kakek sekarang istirahat dulu ya...Besok bersama Gibran pulang ke Batam dulu..Tian tunggu beberapa hari lagi baru pulang ke Batam bersama calon manantu kakek."Ucap Gustian mencegah Gibran terlalu banyak tanya kepada kakeknya lalu Gustian membawa kakeknya ke kamar tidur.
"Kek... Jangan kasih tahu siapa nama calon kakak ipar Gibran..Biar dia penasaran sampai hari H Tian ya...Tian ingin membuat syarat dengan Gibran jika ia ingin tahu nama calon kakak iparnya."Bisik Gustian kepada kakeknya saat membawa kakeknya masuk ke kamar tidur dan kakeknya pun menunjukkan ibu jari kepada Gustian.
__ADS_1
Padahal itu hanya alasan Gustian saja agar kakeknya tidak memberitahukan kepada Gibran bahwa Viany, wanita yang di cintai Gibran adalah calon kakak iparnya.