
"Bisakah kamu buka pintu rumah mu,saya sekarang ada di depan rumah mu."Ucap Gustian.
"Hah...Apa..."Ucap Viany dengan terkejut.
"Ya.. Saya sekarang berada di depan rumah mu."Ucap Gustian lagi.
Tanpa berkata lagi Viany langsung menutup panggillan telepon dari Gustian dan segera keluar dari kamarnya dan membukakan pintu rumahnya lalu ia mendapati Gustian berdiri di depan pintunya membawa sebuket bunga mawar merah dan tersenyum kepadanya.
Entah kenapa malam ini Viany melihat Gustian tidak seperti biasanya..Malam ini Gustian terlihat sangat tampan di mata Viany,pria idaman para kaum hawa dan entah kenapa Viany sangat senang melihat Gustian berdiri di sini.
"Maaf mengganggu waktu istirahat mu."Ucap Gustian dan Viany menggelengkan kepalanya dengan tersenyum.
"Terima lah bunga ini sebagai tandanya selama 3 hari ini saya tidak mengirimkan bunga mawar kepada mu."Ucap Gustian lalu ia menyerahkan bunga mawar kepada Viany dan Viany pun menerima nya.
"Terima kasih."Ucap Viany.Lalu tanpa aba-aba Gustian langsung memeluk Viany.
"Saya sangat merindukan mu."Ucap Gustian.
Sebenarnya Gustian memang sangat merindukan Viany selama 3 hari ini ,hanya saja Gustian tidak menganggap bahwa ia benar-benar merindukan Viany karena yang Gustian inginkan ialah ia ingin segera mendapatkan Viany dan membalaskan dendamnya . Padahal perasaan merindukan Viany itu ialah perasaan yang benar-benar ia merindukan Viany.
Selama 3 hari berada di Jepang Gustian bukan hanya sekedar merawat Gibran yang sedang sakit tetapi ia juga sibuk mengawasi pekerjaannya dari jarak jauh dan beberapa cabang yang memang juga ada di Jepang.
Dan selama sibuk di sana ia selalu ingin menghubungi Viany tetapi ia selalu tidak sempat.Terkadang baru saja hendak menekan nomor telepon Viany, tiba-tiba ponselnya mendapat panggillan dari beberapa rekan bisnisnya dan juga karena kadang ponselnya low bat.
__ADS_1
Dengan reflesk Viany pun membalas pelukan dari Gustian lalu Viany merasa sangat hangat di pelukan Gustian.
"Sepertinya saya benar-benar sudah jatuh cinta sama Tian."Batin Viany.
Semenjak Gustian menyatakan cintanya kepada Viany, Gustian benar-benar berusaha membuat Viany jatuh cinta kepadanya tetapi sebenarnya selama ini yang di lakukan oleh Gustian untuk membuat Viany mencintainya adalah perasaan yang sebenarnya bukan perasaan untuk membohongi agar Viany mencintainya hanya saja Gustian tidak mengakui perasaan yang sebenarnya itu.Gustian selalu berkata kepada dirinya sendiri ia melakukan semuanya itu bukan suatu yang ihklas tetapi demi membalas dendam ayah Viany.
Gustian yang merasa balasan pelukan dari Viany ia pun tersenyum senang dan tersenyum senang itu benar-benar dari perasaan yang sebenarnya tetapi ia masih tetap tidak sadar dan baginya tersenyum senang di perasaannya itu karena ia sudah menjebak cinta Viany kepadanya.
Lalu dengan pelan ia melepaskan pelukan Viany lalu dengan pelan ia mendekatkan wajahnya ke wajah Viany dan menempelkan bibirnya ke bibir Viany dan Viany pun terhanyut dalam ciuman Gustian yang lembut.
Tetapi Gustian pun segera melepaskan ciuman mereka karena Gustian merasa sangat jijik berciuman dengan Viany,anak dari orang yang ia benci.
"Apakah kamu sudah mencintai Ku,Viany Nugraha."Tanya Gustian kepada Viany dengan suara yang pelan dan wajahnya pun masih dekat dengan Viany.
"Maksudnya.."
"Saya rasa kamu benar-benar sudah berhasil membuat ku jatuh cinta kepada mu."Ucap Viany dan membuat Gustian sangat senang.
"Benarkah..."Tanya Gustian dan di angguk oleh Viany.
"Alhamdulillah..."Ucap Gustian dengan senang dan kembali memeluk Viany dengan erat.
"Terima kasih,Viany Nugraha..."Ucap Gustian dengan sangat senang.
__ADS_1
Tetapi sayangnya kebencian terhadap orang tua Viany menutupi perasaan ia yang sebenarnya yang memang sangat senang ketika Viany mengatakan ia berhasil membuat Viany jatuh cinta kepadanya.
"Bagaimana kalau besok saya segera melamar mu,,Kamu tahu kakek selalu mendesak saya menikah..Jika tahun ini saya masih belum mendapatkan wanita yang saya cintai saya benar-benar harus menikahi wanita yang di pilih oleh kakek."Ucap Gustian dengan Jujur.
Kakek Gustian memang selalu mendesak Gustian secepatnya menikah dan jika dalam tahun ini ia masih juga mendapat wanita yang ia sukai maka ia harus menikahi wanita pilihan kakeknya.
"Kakek..."Beo Viany.
"Iya..Kakek saya dari pihak ayah saya.
"Apakah tidak terlalu cepat dan saya merasa saya tidak sepenuhnya mengetahui tentang mu.Seperti sekarang saya tidak pernah tahu jika kamu memiliki seorang adik laki-laki yang juga sebagai seorang dokter dan juga mempunyai seorang kakek."Ucap Viany panjang lebar.
"Masalah ini tidaklah susah ,jika kita sudah menikah kamu juga akan dengan pelan-pelan tahu semua tentang kehidupan ku."Ucap Gustian.
"Sebaiknya jika jalani dulu ya, karena saya tidak mau ..."Jeda Viany entah harus gimana mengatakan kepada Gustian.
"Apakah kamu tidak percaya kepada saya , Viany.Dalam suatu hubungan bukankah hal yang terpenting ialah kepercayaan,atau... Apakah kamu takut kamu akan menyesal bersama saya."Ucap Gustian dan Viany menggelengkan kepalanya.
"Bukan begitu,, Bagaimana kalau kita jalani sebulan lagi."Ucap Viany.
"Baiklah jika itu bisa membuat mu merasa nyaman bersama saya.Hanya 1 bulan saja saya akan sabar menunggu persetujuan untuk melamar mu."Ucap Gustian.
"Terima kasih."Ucap Viany lalu ia kembali memeluk Gustian.
__ADS_1
"Ayah,Bunda...Tian berhasil menjebak cinta wanita ini kepada Tian.Tunggulah sebentar lagi Tian akan membalaskan dendam ini."Batin Gustian.