
"Susan.."Gumam Viany ketika ia hendak menuju ke ruang prakteknya matanya tidak sengaja melihat seorang wanita sedang duduk bersama para bumil lain sedang mengantri di depan pintu dokter kandungan.Tanpa banyak pikir Viany mempercepat langkahnya mendekati Susan.
"Susan.."Panggil Viany ketika sudah berada di depan Susan dan Susan pun terkejut ketika melihat yang memanggilnya tadi adalah Viany.
"Viany.."Ucap Susan dengan pelan.
"Bagaimana kabar mu,San."Tanya Viany dengan sangat senang lalu matanya menuju ke perut Susan yang sudah membuncit.
"Bagaimana kabarnya dengan Bayi mu,San."Tanya Viany lagi lalu ia mengjongkok dan memegang perut Susan yang sudah membuncit.
"Kami Baik , Viany..Lalu.. Bagaimana dengan kabar mu."Ucap dan Tanya Susan.
"Kabar ku juga baik seperti yang kamu lihat."Ucap Viany dengan tersenyum.
"Apakah sudah terdektesi anakmu laki-laki atau perempuan."Tanya Viany.
"Laki-laki."Ucap Susan sambil mengelus perutnya yang sudah semakin membuncit.
"Sekarang... Apakah kamu masih sendiri atau..."Jeda Viany menatap Susan.
"Aku masih sendiri dan juga baru pulang ke kota ini ."Ucap Susan dengan tersenyum dan mengelus perutnya.
Kelihatannya selama ini Susan tidak memiliki kesusahan juga Susan melewatinya dengan sangat senang.
"Apakah kamu sudah bertemu dengan Gibran."Tanya Viany dan dengan tersenyum Susan menggelengkan kepalanya.
"Ibu Susan Wirawan,,"Panggil seorang Suster .
"Maaf Viany,,Aku masuk dulu ya.."Pamit Susan.
"Apakah kamu sendirian saja ke sini ."Tanya Viany dan di angguk oleh Susan.
__ADS_1
"Kalau begitu aku temani kamu masuk ya,karena Aku juga sangat ingin mendengar detak jantung bayi mu."Ucap Viany dengan tersenyum dan di angguk oleh Susan lagi,lalu mereka berdua pun sama-sama masuk ke dalam.
Saat dokter kandungan memeriksa detak jantung bayi, Viany yang berdiri di sana juga mendengar suara detag jantung bayi itu dan melihat layar yang gambarnya hitam putih ia tersenyum senang lalu tanpa di sadari ia pun memegang perutnya , apakah suatu hari nanti ia juga akan hamil mengingat ia dan Gustian pernah melakukan sekali tetapi dengan cara yang agak kasar.
Mengingat itu kembali Viany jadi sedih karena sampai sekarang Viany masih ragu apakah Gustian benar-benar sudah mencintainya atau Kebaikan yang Gustian lakukan sekarang untuknya hanya merasa bersalah karena Gustian salah paham terhadap ayahnya dan awal kedekatan mereka karena Gustian bukan mencintainya tetapi ingin membalas dendam sampai Gustian begitu tega menyakiti adiknya sendiri lalu sahabatnya ini juga kena imbasnya atas keegoisan Gustian.
"Bagaimana,Dok..Apakah bayi saya baik-baik saja,Dok."Tanya Susan membuyarkan lamunan Viany.
"Alhamdulillah,, Bayinya sehat-sehat saja ,Bu."Ucap Dokter kandungnya.
"Alhamdulillah..Terima kasih,Dok."Ucap Susan dengan senang.
"Ini resep vitamin untuk ibu,,jangan lupa di minum ya bu."Ucap Dokter kandungan dan Susan pun menerimanya dengan tersenyum.
"Terima kasih,Dok."Ucap Susan lalu ia dan Viany pun berjalan keluar dari ruangan dokter kandungan.
"Gibran pasti sangat senang melihat mu dan bayi kalian sehat-sehat saja."Ucap Viany lalu tiba-tiba Susan menghentikan langkahnya.
"Jika kamu terasa berat menjalaninya ,mari kita gugurkan anak ini karena jika anak ini lahir dia tidak akan memiliki orang tua kandungnya secara utuh ."
Terkadang ketika mengingat perkataan Gibran itu,hati Susan sangat sakit karena sampai sekarang Susan masih sangat mencintai Gibran.Tetapi sayangnya Gibran tidak mencintainya.
"Kenapa.."Tanya Viany heran melihat Susan menghentikan langkahnya.
"Bagaimana dengan kabar Gibran dan apakah sekarang kalian.."Jeda Susan.
Viany yang tahu Susan ingin menanyakan hubungannya dengan Gibran ia pun tersenyum dan menggelengkan kepalanya dengan berkata "Aku sudah menikah,,tetapi suami ku bukan Gibran."
"Kamu...Sudah menikah."Tanya Susan tidak percaya dan di angguk oleh Viany.
"Suamiku adalah Kakaknya Gibran, hubungan aku dan Gibran sekarang adalah ipar."Ucap Viany.
__ADS_1
"Apa... Bagaimana bisa"Tanya Susan dengan sangat terkejut.
Kenapa sekarang hubungan sahabatnya ini dengan Gibran adalah ipar,bukankah mereka berdua pernah saling mencintai dan dirinya pun memilih pergi dari Gibran,lalu kenapa sekarang yang menjadi suami Viany bukan Gibran tetapi kakaknya.Apalagi bukankah Gibran sangat mencintai Viany.Demi Viany, Gibran lebih memilih menjadi pria brengsek dan menolak menikah dengannya walaupun Susan mengandung anaknya.
Terus sekarang hubungan mereka adalah ipar, bagaimana ini bisa terjadi..
"Bagaimana kalau kita duduk di cafe yang ada di sebelah rumah sakit ini."Tanya Viany.
"Kamu.."Jeda Susan karena ia baru menyadari Viany sekarang memakai Jas putih kebanggaannya.
"Hm."
"Kamu sekarang kerja di rumah sakit ini."Tanya Susan dan di angguk oleh Viany.
"Sepertinya terjadi banyak hal yang tidak aku tahu deh."Ucap Susan karena seingat dia dulu Viany dan Gibran sama-sama bekerja di rumah sakit xxxxx dan sekarang Viany berkerja di rumah sakit ini.. Tetapi...
"Apakah Gibran...Juga kerja di rumah sakit ini."Tanya Susan.
"Tidak,, Gibran masih kerja di rumah Sakit yang dulu ,rumah sakit milik keluarganya."Ucap Viany.
"Oh..Kalau begitu ayok kita ke cafe sebelah rumah sakit ini."Ucap Susan.Lalu mereka berdua pun berjalan keluar rumah sakit setelah mengambil obat Susan.
Setelah sampai di dalam cafe mereka berdua pun memilih tempat duduk dan memesan minum kesukaan mereka berdua.Ya..Mereka hanya memesan minuman saja sambil bercerita tentang kehidupan mereka berdua selama ini.
Ternyata selama ini Susan memilih tinggal di singapura bersama seorang sahabatnya yang tinggal di sana juga sambil bekerja.
Sebenarnya walaupun Susan tidak kerja pun ia juga tidak akan mengalami kesulitan keuangan karena orang tuanya mengcukupi semua kebutuhan Susan di luar sana.Sampai sekarang Susan belum siap memberitahukan kepada kedua orang tua nya jika ia sekarang sedang hamil, apalagi Papi Susan itu bukan orang sembarangan dan tentu saja Papinya akan sangat murka jika mengetahui putri tunggalnya hamil di luar nikah.Oleh karena itu Susan berencana setelah melahirkan anaknya ia akan membawa anaknya pulang ke rumah orang tuanya dan tentu saja Susan sudah siap dengan sebuah alasan kenapa ia pulang membawa seorang anak.
Begitu juga setelah mendengar cerita bagaimana sampai akhirnya Viany menjadi istri kakaknya Gibran.Susan merasa sangat iba dengan Gibran karena Susan tahu Gibran sangat mencintai Viany buktinya Gibran lebih memilih menjadi pria brengsek atau pria kejam dari pada menikah dengannya.Susan juga bisa merasakan betapa sakitnya hati Gibran harus menghadapi hal ini, wanita yang sangat ia cintai akhirnya menjadi kakak ipar nya.Bahkan Susan pun masih merasakan bahwa sampai sekarang Gibran masih sangat mencintai Viany.
Selama menceritakan tentang hidupnya, Viany tidak bercerita tentang bahwa pada awalnya Gustian mendekatinya hanya karena ingin balas dendam dan bukan mencintainya dan juga sekarang Viany berencana ingin bercerai dengan Gustian.
__ADS_1