
"Vian...Apa rencana mu selanjutnya."Tanya Gibran ketika mereka sudah di dalam mobil.
Hari ini Gibran memang sengaja ikut mobil Viany karena Gibran memang ingin menanyakan rencana Viany .
"Aku tidak tahu,Gi.. Bagaimana kalau Aku pergi dari kakak mu saja,Gi."Ucap Viany dan membuat Gibran yang mengemudi mobilnya tiba-tiba mengijak rem mobil Viany.
Sekarang Viany memang membutuhkan saran dari seseorang ,selain Gibran yang lebih dekat dengannya dan lebih tahu apa yang di alami olehnya dan kakaknya Viany tidak tahu mau minta saran dari siapa lagi.
"Hati-hati,Gi."Ucap Viany dengan kesal terhadap Gibran yang tiba-tiba mengijak rem mobilnya
"Maaf.."Ucap Gibran lalu Gibran segera menepikan mobilnya.
"Apa tadi kamu bilang,,,mau meninggalkan kakak...Vian,kamu tidak akan diam-diam meninggalkan kakak seperti kamu dulu diam-diam meninggalkan aku gitu kan."Tanya Gibran ketika sudah menepikan mobilnya.
"Kakak mu tidak mencintai Ku,Gi..Jika Aku diam-diam meninggalkannya pun dia tidak akan mencari ku..Jika Aku terus terang minta pisah dengannya apa dia mau melepaskan Aku pergi begitu saja..Apa kamu lupa kenapa dia mau mendekati ku,apa kamu juga ingin balas dendam terhadap Ku karena Papa Ku yang mengakibatkan orang tua kalian meninggal.''Ucap Viany tidak bisa menahan rasa sesaknya lagi lalu ia meneteskan air matanya .
Gibran yang melihat Viany meneteskan air matanya ia pun jadi sakit hati dan dengan pelan ia membawa kepala Viany bersandar di bahunya setelah ia membuka safety beltnya.
"Jangan menyalahkan dirimu,itu bukan salah mu dan aku tidak berpikir untuk balas dendam dengan mu."Ucap Gibran.
"Karena Aku masih mencintai mu,Vian..Aku tidak bisa membenci mu."Batin Gibran.
"Janjilah dengan Ku, jangan diam-diam pergi lagi.Cobalah bicara dengan kakak lagi, jika kamu membutuhkan waktu untuk sendiri bicara lah dengan kakak karena jika kamu pergi begitu saja Aku tidak yakin kakak tidak akan mencari mu,Vian."Ucap Gibran karena Gibran bisa melihat bahwa sebenarnya kakaknya sangat mencintai Viany hanya saja Kakaknya tidak bisa memaafkan apa yang ayah Viany lakukan terhadap orang tua nya karena Gustian juga sangat menyanyangi orang tuanya.
"Maksudnya.. Apakah dia tidak akan melepaskan Aku begitu saja."Tanya Viany melepaskan dirinya dari bahu Gibran.
"Bukan..Bukan begitu... Kenapa kamu bisa berpikir Kakak seperti itu,Vian."Tanya Gibran.
__ADS_1
"Apakah selama ini kakak menyiksa mu."Tanya Gibran lagi dengan curiga.
"Ngak...Jika Kakakmu menyiksa Ku,apa Aku sekarang akan baik-baik saja."Ucap Viany dengan perasaan yang sudah baik.
"Tetapi apakah ini juga namanya menyiksa Ku, setelah menikah dia mengabaikan Aku begitu saja "Batin Viany tidak ingin Gibran tahu masalahnya dengan Gustian setelah mereka sudah menikah.
"Benar, kakak tidak akan menyiksa mu walaupun pada awalnya ia memang ingin balas dendam terhadap ayahmu.Tetapi sekarang ia malah menyiksa dirinya sendiri..CK.."Ucap Gibran dengan tersenyum mengejek kakaknya yang ternyata sekarang mulai punya sifat posesif terhadap Viany.
"Menyiksa dirinya sendiri.."Tanya Viany.
"Ya... Apakah kamu tahu kenapa kakak bisa sakit sampai jatuh pingsan."Tanya Gibran dan Viany menggelekan kepalanya.
"Karena dia terlalu khawatir dengan mu,saat kamu sakit kakak seharian merawat mu di kamar dan melewatkan makannya sampai dia sendiri yang jatuh pingsan akibat menahan laparnya."Ucap Gibran dengan jujur.
Deggggg...
Tanpa di sadari olehnya sendiri Viany tersenyum senang setelah mendengar cerita dari Gibran.. Ternyata Gustian masih peduli padanya.
Ya... Walaupun Gibran masih mencintai Viany tetapi ia juga tidak mau egois menyembunyikan apa yang telah Gustian lakukan kepada Viany saat Viany sedang sakit.
Melihat Viany tersenyum senang ketika tahu bahwa Gustian sangat khawatir padanya saat Viany sakit, tiba-tiba Gibran merasa cemburu dan merasa sesak di dadanya karena Gibran bisa melihat sekarang yang Viany cintai itu adalah kakaknya bukan dirinya lagi .
"Apakah nama Ku,tidak ada di dalam hati mu lagi,Vian."Batin Gibran.
.
.
__ADS_1
"Bi,, Gibran dan Viany belum pulang.."Tanya Gustian ketika ia baru saja pulang kerja dan tidak mendapati mobil Viany terparkir di sana.
"Belum Den.."Jawab Bibi.Lalu entah Kenapa hatinya tiba-tiba terasa tidak enak lagi seperti ada rasa ketakutan gitu.
Lalu baru saja Gustian hendak naik ke lantai 2 Gibran dan Viany pun pulang bersama.Melihat kedekatan mereka berdua tiba-tiba Gustian cemburu.
"Sayang.."Panggil Gustian kepada Viany, sepertinya Gustian sudah tidak peduli lagi dengan rasa belum bisa memaafkan ayah Viany ketika rasa cemburunya kambuh melihat kedekatan Viany dan Gibran.
Viany tertegun mendengar Gustian memanggilnya dengan sebutan 'Sayang'..
"Ada apa ini,,Drama apa lagi ini."Batin Viany tidak mengerti.
Bukankah Gibran juga sudah tahu bahwa Gustian mendekatinya bukan karena mencintainya tetapi ingin balas dendam terhadap ayahnya dengan cara menyakiti perasaan Viany.Lalu sekarang...Ah.. Entahlah Sepertinya Viany benar-benar tidak mengerti apa yang Gustian kehendak.
Lain dari Viany, Gibran malah ingin ngejaihi kakaknya ini.Entah kenapa Gibran jadi gitu gemas melihat sikap kakaknya ini.. Awalnya mendekati Viany karena ingin balas dendam bahkan merebut Viany darinya tapi ..Ahh... Kayaknya Gibran memang harus memberi pelajaran pada kakaknya ini ternyata awalnya merebut Viany darinya bukan karena mencintainya tapi ingin balas dendam dan secara tidak langsung menyakiti hatinya juga sekarang membuat Viany benar-benar jatuh cinta padanya.
"Sayang.."Panggil Gustian lagi karena tadi Viany tidak menjawabnya.
"Hah...Ya..."Ucap Viany.
"Kamu sudah pulang .."Tanya Gustian.
"Pertanyaan macam apa itu,Kak...Tentu sudah pulang kalau gak memangnya yang berdiri di sini siapa."Ledek Gibran langsung mendapat tatapan tajam dari Gustian tapi Gibran malah tidak takut dengan tatapan tajam Gustian ini.
"Sudah Vian,,pergi bersihkan diri mu dulu gihh ..Nanti kita makan malam bersama."Ucap Gibran mendorong Viany pergi dari hadapan Gustian dan Gibran pun juga pamit sama Gustian mau membersihkan dirinya juga.
Gustian yang masih berdiri di sana jadi bingun dengan sikap Gibran ini.. Apa-apaan coba mendorong istrinya pergi dari hadapannya dan sama-sama naik ke atas membersihkan diri.
__ADS_1
"Dasar adek yang gak punya sopan santun."Umpat Gustian.