
"Viany.."Panggil Gustian saat ia bersama Viany sedang duduk di sebuah meja menikmati menu yang sudah mereka ambil.
Viany tidak menjawabnya tapi mendongakkan kepalanya melihat Gustian.
"Maaf...Saya tidak tahu kenapa Semuanya jadi begini."Ucap Gustian dengan Jujur dan Viany hanya tersenyum saja lalu menikmati makanannya lagi.
"Apakah kamu marah."Tanya Gustian dan Viany kembali menatapnya.
"Ya..Saya marah."Ucap Viany Jujur.
"Maaf."Ucap Gustian dengan tulus dan menundukkan kepalanya.
"Kenapa kamu mengenalkan saya kepada Rebecca sebagai kekasih mu dan kenapa kamu tidak menjelaskan kepada Pak Charles kita tidak mempunyai hubungan apa-apa...Malam ini saya setuju menjadi pendampingmu karena saya ingin membalas Kebaikan mu telah menyelamatkan saya waktu itu."Ucap Viany panjang lebar.
"Maaf.."Ucap Gustian.
"Saya memperkenal kamu kepada Rebecca sebagai kekasih ku karena...Karena..."
__ADS_1
"Karena dia mencintai mu dan kamu tidak mencintainya,gitu."Tanya Viany dan membuat Gustian sedikit kaget karena Viany bisa melihat tentang ini lalu Gustian pun mengangguk kepalanya.
"Maaf..Saya telah memanfaatkanmu,tetapi percayalah saya tidak tahu Rebecca juga hadir malam ini."Ucap Gustian dengan Jujur dan ini benar - benar di luar rencananya.
"Lalu ,, kenapa kamu tidak menjelaskan kepada Pak Charles jika kita tidak mempunyai hubungan apa-apa ."Tanya Viany lagi.
"Maaf..Saya hanya ingin ia tidak terlalu dekat dengan mu saja.Seperti yang saya katakan tadi saya tidak mau nanti calon istrinya mengira kamu.."Jeda Gustian.
" Tidak mau nanti calon istrinya mengira saya perusak hubungan mereka ,gitu."Tanya Viany dan di angguk oleh Gustian .
"Sebenarnya bukan,,tetapi kenapa...Saya tidak menyukai mereka nanti akan semakin dekat."Batin Gustian.
"Benar...Saya tidak suka mereka dekat karena saya tidak ingin rencana saya gagal."Batin Gustian membenarkan perasaannya ia tidak ingin Viany dan Charles menjadi dekat karena ia tidak ingin rencana balas dendam kepada Viany menjadi gagal.
Padahal sebenarnya kenyataannya ia cemburu,hanya Gustian tidak sadar jika sebenarnya Gustian sudah jatuh cinta sama Viany.
"Lalu.. Bagaimana jika kekasih saya juga kebetulan berada di sini dan melihat kamu memeluk pinggang saya tadi."Tanya Viany dan membuat Gustian terkejut.
__ADS_1
Kekasih...
Siapa....
"Kamu sudah mempunyai kekasih."Tanya Gustian dengan terkejut.
"Tentu saja belum,, Bagaimana jika saya benar - benar sudah punya kekasih..Bisa gara-gara kamu kami jadi bertengkar."Ucap Viany dengan sedikit kesal dengan sikap Gustian tadi.
"Maaf..Saya tidak terpikir sampai sana."Ucap Gustian dan entah kenapa ia merasa lega.
"Tetapi jika benar kamu sudah punya kekasih dan gara-gara saya kalian bertengkar itu akan sangat menghibur ku karena sakit hati mu itu ialah kesenangan saya."Batin Gustian dengan membohongi dirinya lagi.
Jika Viany benar-benar sudah mempunyai kekasih dan gara-gara Gustian mereka bertengkar tentu saja Gustian akan sangat senang dan senang bukan karena Viany sakit hati tetapi senangnya adalah ia memiliki kesempatan untuk merebut Viany.
"Sudah lah... Apakah kita boleh pulang sekarang."Tanya Viany kepada Gustian dan Gustian pun mengangguk kepalanya.
Baru saja Viany dan Gustian hendak beranjak dari tempat duduk mereka Rebecca berjalan mendekati mereka.
__ADS_1
"Gustian.."Panggil Rebecca saat sudah dekat dengan Gustian dan Viany.