Dendam Menjadi Cinta

Dendam Menjadi Cinta
EP 65 Gustian meninggalkan rumah Viany


__ADS_3

Masih di hari yang sama, saat pulang kerja Viany di sambut oleh Gustian yang sudah pulang kerja terlebih dahulu.


"Sayang.."Panggil Gustian lalu memeluk Viany sejenak.


"Bersihkan diri mu dulu ya,Mas sudah siapin makan malam kita."Ucap Gustian merangkul bahu Viany masuk ke dalam rumah.


"Mas yang masak."Tanya Viany menghentikan langkahnya.


"Ya,,Tapi kamu bersihkan dirimu dulu,Mas tunggu kamu di meja makan."Ucap Gustian.


"Mas."Panggil Viany menatap Gustian.


"Hmm.."


"Jangan lakukan ini lagi,,"Ucap Viany masih menatap Gustian.


"Maksudnya jangan melakukan apa ,Sayang."Tanya Gustian tidak mengerti.


"Jangan lakukan ini semua untukku lagi,Mas tidak perlu bangun pagi-pagi untuk menyiapkan sarapan untuk ku juga tidak perlu menyiapkan makan malam untuk ku."Ucap Viany.


"Kenapa,apakah kamu tidak suka masakan Mas, Sayang."Tanya Gustian dan Viany menggelengkan kepalanya.


"Aku tahu Mas melakukan semua ini dengan tujuan agar aku kembali bersama Mas lagi,tapi apakah kamu tidak lelah melakukan semua ini."Ucap dan Tanya Viany.


"Tidak,,Mas sama sekali tidak merasa lelah."Ucap Gustian.


"Tapi aku lelah,Mas."

__ADS_1


"Aku lelah melihat semua yang kamu lakukan."Ucap Viany lagi.


"Sayang.."


"Pergilah,, Jangan membuat diri mu seperti ini lagi."Ucap Viany.


Sebenarnya Viany sangat senang melihat Gustian melakukan ini semua untuknya dan Gustian pun sudah menunjukkan perjuangannya untuk mendapatkan Viany kembali ke sisinya lagi, tetapi entah kenapa Viany merasa takut jika yang Gustian lakukan semua ini hanya merasa bersalah terhadap kesalah pahaman Gustian terhadap ayahnya.


Juga sebenarnya Viany tidak tega melihat Gustian begitu lelah.Viany tahu ada beberapa perusahaan yang di tinggalkan oleh orang tua Gustian yang harus Gustian kerjakan sendiri,karena Gibran tidak minat untuk urusan perusahaan yang di tinggalkan oleh orang tuanya.Juga boleh di katakan Gibran tidak sehebat Gustian mengurus perusahaan yang ayah mereka tinggalkan.


"Tidak,Mas tidak mau pergi.Please jangan usir Mas,Sayang.Baik..Kalau kamu tidak mau Mas melakukan apa-apa Mas dengarkan kamu tapi jangan usir Mas pergi dari kamu, please Sayang jangan usir Mas."Ucap Gustian memegang ke dua tangan Viany.


"Untuk apa,Mas.Jangan membuat diri mu seperti ini."Ucap Viany melepaskan tangan Gustian.


"Mas mencintai mu,Sayang..Mas tidak ingin pergi dari mu juga tidak ingin kamu pergi dari Mas."Ucap Gustian dengan suara yang pelan.


Karena tidak bisa menahan diri melihat Gustian meminta Viany jangan meninggalkannya lagi akhirnya Viany pun tidak mau berkata apa-apa lagi lalu Viany meninggalkan Gustian begitu saja di sana.


.


.


Sejak tadi setelah Viany meninggalkan Gustian di sana Gustian tetap memilih menunggu Viany di meja makan untuk makan malam bersama Viany, tetapi sedari tadi juga Viany tidak turun ke bawah setelah ia kembali ke kamarnya tadi.Akhirnya Gustian pun berjalan menuju ke kamarnya mengeluarkan sesuatu dan meletakkan di sofa tamu lalu berjalan menuju ke kamar Viany yang ada di lantai 2.


Tok..tok..Tok..


"Sayang.."Panggil Gustian dengan suara lembut Lalu Viany pun membuka pintu kamarnya dan melihat Gustian berdiri di depan kamarnya lalu mereka berdua pun saling bertatapan sejenak.

__ADS_1


"Maaf,, beberapa hari ini mengganggu mu di sini.Malam ini Mas izin pamit pulang."Ucap Gustian yang masih menatap Viany.


"Mas tidak tahu harus bagaimana lagi agar kamu mau kembali ke sisi Mas dan mau menerima Mas lagi.Tetapi jika kamu mau Mas pergi maka Mas akan pergi dan jika kamu tidak ingin Mas melakukan apa pun lagi maka Mas tidak akan melakukan apa pun lagi,tapi Mas harap kamu tidak mengunggat cerai dari Mas.Mas tetap akan menunggu mu sampai..Sampai suatu hari kamu benar-benar tidak ingin bersama Mas lagi."Ucap Gustian menahan rasa sesaknya.


"Jika suatu hari kamu ingin menikah dengan pria yang kamu cintai,katakanlah kepada Mas.Mas janji akan menerima percerain kita tanpa mempersulit proses percerain kita."Ucap Gustian lagi.


"Mas sudah panaskan kembali lauk yang sudah Mas masak tadi,makanlah sebelum kamu mau tidur.." Sambungnya lagi.


"Kalau begitu..Mas pergi dulu, selamat malam,,,Viany."Ucap Gustian dan menatap Viany sejenak lalu ia pun membalikkan badannya dan pergi dari hadapan Viany.


Ya.. Gustian sudah memikirkan semuanya tadi di meja makan,jika Viany memang mau ia pergi maka ia akan pergi tetapi bukan berarti ia tidak peduli Viany lagi.Gustian akan dari jauh atau dengan diam-diam mengawasi Viany.


Setelah sampai di lantai bawah Gustian membalikkan badannya dan menoleh ke arah tangga berharap Viany berubah pikiran dan mencegahnya agar ia tidak pergi.Tetapi setelah menunggu sejenak Viany tetap tidak turun dari atas atau mencegahnya agar ia tidak pergi.Lalu Gustian pun menarik napasnya sejenak dan mengambil tasnya yang sudah ia letakkan di sofa tadi pergi dari rumahnya Viany.


Sedangkan Viany yang sebenarnya tadi diam terpaku sejenak setelah mendengarkan apa yang Gustian katakan tadi dan ingin mencegah Gustian tiba-tiba ia merasa ingin mual dan karena benar-benar tidak bisa menahan rasa mualnya Viany pun kembali ke kamarnya menuju ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya mengeluarkan semua cairan yang ada di dalam perutnya.


Setelah merasa sudah enakkan Viany pun segera turun ke bawah mencari Gustian tetapi ternyata Gustian sudah pergi dari rumahnya.Lalu Viany pun berjalan ke ruang dapur dan melihat lauk yang tadi Gustian masak sepertinya juga tidak di sentuh oleh Gustian.


Sebenarnya sejak tadi Viany di dalam kamarnya sejak ia sudah membersihkan dirinya,Viany memikirkan banyak hal.Apalagi tadi melihat Gustian bersungguh-sungguh memintanya agar jangan meninggalkannya Viany merasakan bahwa Gustian benar-benar telah mencintainya dan juga mengingat beberapa hari ini yang Gustian lakukan untuknya.


"Kenapa kamu tidak tunggu sebentar lagi,Mas."Gumam Viany.


.


.


Keesokan harinya , Gustian yang baru sampai di perusahaannya mendapat kabar tidak baik dari sekretarisnya karena cabang perusahaannya yang ada di kota S mengalami masalah products yang baru mereka keluarin jadi mau tidak mau Gustian harus segera ke kota S untuk mengatasi masalah itu.

__ADS_1


Sedangkan Viany hari ini ia terpaksa meminta izin karena tadi pagi saat bangun tidur ia merasa kepalanya sangat pusing juga karena dari semalam Viany tidak bisa tidur karena memikirkan kata-kata Gustian.


__ADS_2