
Sesuai dengan janjinya kepada orang tuanya, akhirnya Susan dan Viden sampai di restaurant yang orang tuanya tentukan juga restaurant yang sama di mana Gibran dan rekan kerjanya di sana.
Saat sampai di sana Susan melihat di mana Gibran sedang bersama rekan kerjanya sedang makan malam dan tak jauh dari meja Gibran bersama rekannya, orang tua Susan bersama seorang pria yang sangat tampan juga bersama dua orang tua yang menurut Susan adalah orang tua dari pria itu sudah duduk di sana sedang mengobrol.
Setelah menghela napasnya dan tanpa menyapa Gibran yang juga ada di sana,Susan pun berjalan ke meja di mana di sana sudah ada orang tuanya.
"Pa,Ma."Panggil Susan ketika Susan dan Viden sudah berada di meja orang tuanya.
"Eh..San..Anak mama akhirnya sudah datang..Wuah..Cucu Oma ganteng banget...Sini sama Oma,Nak."Ucap Mama Susan dan Viden pun mendekati Omanya juga duduk di samping Omanya.
"Oma..Opa.."Panggil Viden.
"Cucu baik,Opa..Malam ini ganteng banget sich."Ucap Papa Susan dengan tersenyum senang melihat Viden datang bersama Susan.
Ya..Orang tua Susan tidak keberatan jika Susan membawa Viden bersamaan.Karena orang tua Susan juga ingin pria yang akan ia jodohkan kepada Susan juga menyanyangi cucunya dan juga berharap pria yang ia jodohkan kepada Susan tidak keberatan jika Susan sudah mempunyai anak.
Sebenarnya selama menjodohkan Susan kepada rekan bisnisnya atau anak dari rekan bisnisnya atau anak dari teman sosialita istrinya ada yang keberatan dengan kehadiran Viden tetapi juga ada yang tidak keberatan hanya saja Susan tetap saja menolak semua pria yang di jodohkan oleh orang tuanya.
"Papa berharap kamu tidak menolak lagi pria yang tidak keberatan dengan kehadiran Viden,Nak..Tolonglah untuk kali ini tidak menolak demi Papa dan Mama yang sudah beberapa kali menjodohkan mu.Papa dan Mama sudah berusia , sebelum sang pencipta memanggil kami,kami sangat berharap bisa melihat mu menikah dan berbahagia bersama keluarga kecil mu,Nak."Ucap Papa Susan sebelum Susan dan Viden datang ke restaurant tadi.
"Apakah ini Susan putri mu,Jeng."Tanya Herni, teman sosialita mamanya Susan.
"Benar Jeng,ini putri saya,Susan dan ini cucu saya Viden."Ucap Mama Susan memperkenalkan Susan dan Viden kepada teman sosialitanya.
"Putri mu sangat cantik,Jeng..Begitu juga cucu mu ganteng.."Ucap Herni yang memang sudah tahu jika Susan sudah mempunyai anak dan membuat Mama Susan tersenyum senang karena teman sosialitanya ini tidak keberatan dengan kehadiran Viden.
"Terima kasih,Jeng."Ucap Mama Susan dengan tersenyum
"Nak..Duduk sama Oma yuk.."Ajak Herni kepada Viden tetapi Viden menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Gak pa-pa kalau gak mau,Oma ngerti."Ucap Herni dengan tersenyum.
"Oh ya.. kenalkan Susan..Ini putra tante Hendryan ." Ucap Herni memperkenalkan putranya kepada Susan dan Susan hanya menganggukkan kepalanya dengan tersenyum kepada Hendryan tanpa mengulurkan tangannya kepada Hendryan.Tetapi lain dari Susan Hendryan malah mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan dirinya kepada Susan dan mau tidak mau Susan pun akhirnya membalas uluran tangannya kepada Hendryan.
"Hendryan Setiawan."Ucap Hendryan mengulurkan tangannya kepada Susan.
"Susan."Ucap Susan dengan menyebut nama pendeknya dan membalas uluran tangan Hendryan dengan tersenyum.
"Cantik."Ucap Hendryan dengan satu kata dan membuat 2 pasang orang tua tersenyum senang.
"Terima kasih."Ucap Susan.
Sementara di meja makan Gibran bersama rekan kerjanya,mata Gibran tidak sengaja menangkap Viden sedang duduk bersama mama Susan lalu Gibran mengalihkan matanya ke samping lagi melihat Susan sedang mengobrol dengan seorang pria dengan tersenyum senang.
"Viden,,Susan.."Batin Gibran.Lalu Gibran pun melihat kedua orang tua Susan tersenyum senang melihat Susan dan seorang pria yang di hadapannya begitu akrab sangat mengobrol.
Lalu tanpa pamit kepada rekan kerjanya Gibran beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati meja makan Susan bersama orang tuanya.
"Sayang.."Panggil Gibran kepada Susan lalu merangkul bahu Susan dan mencium kening Susan tanpa peduli orang-orang yang ada di sana sedang menatapnya.
"Papa.."Panggil Viden dengan senang ketika melihat Gibran berada di sana lalu ia pun turun dari kursinya dan mendekati Gibran lalu meminta Gibran menggendongnya.
"Hai..Anak Papa..Anak Papa malam ini ganteng kali."Ucap Gibran lalu mencium pipi gembul Viden dan Viden pun tersenyum senang mendapat ciuman dari Gibran.
"Om.. Tante."Panggil Gibran kepada orang tua Susan yang merasa bingun dengan tingkah Gibran malam ini karena mencium putri mereka di depan mereka semua.
Karena setahu orang tua Susan .Susan dan Gibran sudah bercerai dan mereka berdua pun tidak tinggal bersama,lalu sekarang...
"Hmm...Ini..."Tanya Gibran menatap Hendryan dan dua orang tua yang juga sedang menatapnya dengan tidak mengerti.
__ADS_1
Karena saat ingin menjodohkan putranya kepada Susan,Mama Susan sudah menceritakan semuanya tentang Susan dan Gibran.Lalu sekarang...
"Kenalkan,,saya calon suami Susan, Hendryan Setiawan.. Apakah anda..Mantan suami Susan."Ucap Hendryan mengenalkan dirinya kepada Gibran dan sekaligus menekan kata calon suami dan mantan suami.
Ya.. Pertama kali melihat Susan Hendryan sudah jatuh cinta pada Susan dan Hendryan pun tidak keberatan jika Susan sudah mempunyai seorang putra.Hendryan berjanji ia akan membahagiakan Susan dan anaknya.
Mendengar Hendryan berkata ia adalah calon suami Susan dan menyebutnya mantan suami Susan, Gibran menatap tidak suka pada Hendryan.Lalu dengan tersenyum Gibran membalas uluran tangan Hendryan dan berkata "Kenalkan..Saya Gibran Alvado dan saya bukan mantan suami Susan tetapi saya suaminya Susan."
Deggggg..
Susan yang mendengar Gibran berkata begitu hatinya sangat senang apalagi nada bicara Gibran Seperti nada tidak suka pada Hendryan
"Apa.."Ucap 2 pasangan orang tua yang ada di sana.
"Maaf Om, tante...Maaf jika kami belum memberitahukan kepada Om dan Tante jika saya dan Susan akan rujuk kembali."Ucap Gibran dan kedua orang tua Susan menatap Susan.
"San.."Panggil Papa Susan meminta penjelasan dari Susan ,tetapi Susan malah mengangkat kedua bahunya menandakan ia tidak tahu.
"Saya rasa mungkin anda saja yang ingin rujuk dengan Susan tetapi Susan sepertinya tidak ingin rujuk dengan anda."Ucap Hendryan dengan tersenyum ketika melihat Susan mengangkat kedua bahunya.
"San.."Panggil Gibran menatap Susan.
"Aku kan belum janji pasti mau rujuk dengan mu,Gi."Ucap Susan dengan sengaja.
"Tetapi bukankah kamu sudah berjanji..."
"Sampai berapa lama,, Aku tidak mau menunggu yang tidak pasti,Gi."Ucap Susan memotong perkataan Gibran.
Degggg...
__ADS_1