Dendam Menjadi Cinta

Dendam Menjadi Cinta
EP 63 Tidak ada hubungannya dengan mu


__ADS_3

"Kamu sedang memikirkan apa."Tanya Gustian menatap Viany dengan serius.Lalu Viany pun jadi diam sejenak ketika Gustian menanyakan ia sedang memikirkan apa.


"Mas istirahat lah,biar aku yang siapkan saja sarapannya."Ucap Viany setelah diam sejenak.


"Gak pa-pa,biar Mas yang siapin saja.Tetapi...Jika kamu tidak keberatan boleh bantu,Mas."


"Hm..Tentu saja aku tidak keberatan."Ucap Viany lalu ia pun mendahului Gustian berjalan ke ruang dapur.


Gustian yang melihat belakang punggung belakang Viany ia pun menghelakan napasnya,karena ia tahu Viany sedang memikirkan sesuatu tetapi apa yang Viany pikirkan ia tidak tahu.


Saat sedang masak bersama sesekali Gustian mencuri pandang ke arah Viany yang sedang memotong bawang putih dan membersihkan sayuran.


"Sayang,Kamu mau bersihkan diri dulu atau mau sarapan dulu."Tanya Gustian kepada Viany ketika mereka sudah siap masak bersama dan juga semua peralatan dapur sudah Viany bersihkan.


Walaupun di rumah ada asisten rumah tangga Viany lebih suka masak sendiri dan membersihkan semua alat dapur yang sudah ia gunakan.Hanya jika sedang malas atau capek ia akan makan di luar atau pesan di online saja.


"Aku mau membersihkan diri dulu,Mas."Ucap Viany.


"Baiklah..Kalau begitu itu Mas juga membersihkan diri dulu."Ucap Gustian.Lalu mereka berdua pun masing-masing masuk ke kamar mereka membersihkan diri.


Setelah lewat lebih kurang 30 menit Viany pun siap membersihkan diri dan rapi dengan setelah baju kerjanya,begitu juga dengan Gustian.


Saat Viany menuju ke meja makan, ternyata Gustian sudah terlebih dulu duduk di sana sambil main ponselnya menunggu Viany sarapan bersama.


"Mas,, Apakah kamu benar-benar sudah lebih baik, Apakah tidak istirahat 1 hari saja."Tanya Viany dan membuat Gustian tersenyum senang karena Viany masih mengkhawatirkannya.


"Mas baik-baik saja,,tetapi..."Jeda Gustian.


"Tetapi apa.."


"Hari ini kamu boleh antar Mas ke rumah sakit saja."


"Rumah sakit.. Apa diri mu masih ada yang sakit, Mas."Tanya Viany dengan khawatir.


"Ngak Sayang,tidak ada yang sakit.Mas ke rumah sakit hanya mau memeriksa beberapa bekas saja."


"Oh.. Baiklah.. Kalau begitu Mas yang antar aku saja lalu mobilnya Mas bawa saja."Ucap Viany yang tahu mobil Gustian masih service di bengkel karena bagian mobil Gustian terbentur pohon yang ada di tepi jalan ketika dengan Cepat Gustian menghindari tabrakan motor yang hendak lewat di depannya.


Untung saja Kecelakaan semalam hanya Kecelakaan ringan saja dan tidak ada korban jiwa atau ada korban yang mengalami Kecelakaan yang parah.

__ADS_1


"Ya,, Kalau begitu nanti kamu pulang kerja hubungi Mas saja."


"Hm."


.


.


"Sayang..Apakah kamu sudah sarapan,ini aku bawakan sarapan untuk mu."Ucap Resita, mantan pacar Bima.


"Ngapain kamu pagi-pagi ke sini."Tanya Bima dengan nada tidak suka dengan kedatangan Resita ke kantornya.


"Aku antarkan sarapan untuk mu,Sayang."


"Tidak perlu,tolong lain kali jangan antarkan sarapan untuk ku dan satu lagi jangan pernah datang mencari ku dengan alasan apa pun.Kita sudah selesai..Ingat kita sudah selesai sejak kamu mengkhianati hubungan kita."Ucap Bima mengingatkan kesalahan Resita yang tidak mungkin bisa mereka perbaiki.


"Sayang.."


"Stop... Jangan pernah menyebutku dengan sebutan 'Sayang' lagi.Jangan lupa kita sudah tidak mempunyai hubungan apa pun lagi."


"Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan dan semua orang pun boleh mempunyai kesempatan untuk memperbaiki dari suatu kesalahan,terus kenapa kamu tidak sudi memberikan ku kesempatan untuk memperbaiki semuanya itu,Bima."


"Tidak bukan,,Jika dia tidak meninggalkan mu begitu saja, apakah kamu pernah berpikir ingin memperbaiki kesalahan mu,Resita."Ucap Bima lagi.


"Ka..Kamu..."


"Ya..Saya sudah tahu semuanya,saya selalu menunggu agar kamu mengaku kesalahan mu itu,jika kamu tidak berani mengaku setidaknya kamu sadar kamu tidak boleh selalu begitu main di belakang ku.Tetapi kenyataannya apa.. Bukankah kamu sendiri pun sangat jelas."


"Bima.."


"Cukup !! Saya harap kamu tidak mengganggu Ku lagi, Resita."


"Apakah karena kamu takut dokter wanita itu salah paham dengan kehadiran ku dan Apakah karena kehadirannya kamu tidak sudi memberikan ku kesempatan lagi,Bima."Ucap Resita Dan membuat Bima mengernyitkan keningnya.


Dokter wanita itu...Siapakah dia.Bima benar-benar tidak mengerti siapa Dokter wanita itu yang di ucapkan oleh Resita.


"Siapa... Maksud mu dokter wanita yang mana."


"Dokter wanita yang semalam bersama mu di kantin."Ucap Resita dan membuat Bima mengingatkan-ingat siapa yang semalam bersamanya ke kantin.

__ADS_1


"Masalah kita tidak ada hubungan dengannya,jangan melibatkan orang lain dalam kesalahan yang kamu ciptakan sendiri."Ucap Bima ketika ia sudah mengingat siapa Dokter wanita yang Resita maksud.


"Benarkah... Tetapi kenapa aku merasa kamu sepertinya mempunyai perasaan terhadapnya."


"Cukup Resita, Walaupun saya mempunyai perasaan terhadapnya itu pun tidak ada hubungannya dengan mu dan sekarang kamu silakan keluar dari sini."


Tanpa banyak berkata lagi Resita pun menghentakkan kakinya dan pergi dari sana.


.


.


"Bima Sebastian, anak dari pemilik rumah sakit xxxx.. Ternyata dia orang yang cukup berada juga."Ucap Gustian setelah mendapat semua informasi tentang Bima dari orang kepercayaan nya.


"Masih single.."Ucap Gustian dengan hati tidak tenang karena Gustian tiba-tiba ingat waktu Bima mencapit hidung Viany dengan dua jarinya.


"Viany.."Gumam Gustian tiba-tiba mengingatkan tadi pagi Viany sepertinya sedang memikirkan sesuatu sampai tidak sadar bahwa Gustian sudah berdiri di depannya.


"Sebenarnya apa yang sedang kamu pikirkan,Sayang."Batin Gustian.


.


.


Tok..Tok..Tok..


"Masuk"Ucap Viany dari dalam.


Kleck.. Pintu ruangan Viany di buka oleh Bima.


"Apakah kamu masih sibuk, Dokter Viany."Tanya Bima saat masuk ke dalam ruangan kerja Viany.


"Iya ,Pak Bima.Apa ada perlu."Tanya Viany menatap Bima.


"Sebentar lagi waktunya makan siang, jadi mau kah kamu makan siang bersama ku, Dokter Viany."


"Kalau kamu traktir,boleh saja dong,Pak Bima."Ucap Viany dengan tersenyum.


"Sudah Ku duga sifat buruk mu itu gak pernah ubah."Ucap Bima dengan tersenyum juga.

__ADS_1


__ADS_2