Dendam Menjadi Cinta

Dendam Menjadi Cinta
EP 53 Aku Cemburu.


__ADS_3

"Tunggu kamu jemput.."Batin Gustian mengernyitkan keningnya.


"Siapa,, Gibran kah..."Batin Gustian lagi.


"Apakah mereka akan pergi setelah Aku antar Viany pulang..Apakah karena itu Viany ingin segera pulang dan tidak mau makan siang bersama ku."Sambung Gustian lagi dengan hati yang sedih.


"Mas.."Panggil Viany membuyarkan lamunan Gustian.


"Ya.."Ucap Gustian menoleh ke arah Viany sejenak.


"Kamu mau ke mana.."Tanya Viany karena tadi Gustian bilang mau beli makanan bawa pulang makan saja tetapi dari tadi Viany lihat mobil Gustian sudah melewati beberapa restoran dan sekarang mobil Gustian entah mau ke arah mana yang pasti mobil Gustian tidak menuju ke jalan pulang apartment tempat tinggal Gibran.


"Hah.."Ucap Gustian lalu ia sadar ia tidak menuju jalan pulang ke apartment Gibran juga dari tadi ia tidak berhenti di restorant mana saja yang sudah ia lewati padahal ia sendiri tahu tadi di depannya sudah ada beberapa restoran.


"Hm..Maaf..Kamu mau makan apa.."Tanya Gustian.


"Aku tidak mau makan,Mas..Aku mau segera pulang saja,lagian Aku masih belum lapar."Ucap Viany.


Mendengar itu Gustian pun menghelakan napasnya,entah kenapa ia tiba-tiba merasa sangat capek.Lalu Gustian pun memutarkan mobilnya dan mencari salah satu restaurant.


"Turunlah...Temani Aku makan siang.Jika kamu belum lapar pesan minuman saja."Ucap Gustian lalu langsung turun dari mobilnya tanpa menunggu apa yang akan Viany katakan.


Entahlah..Entah kenapa tiba-tiba mood Gustian jadi tidak baik padahal belum dalam 1 hari ia berjuang agar Viany mau kembali bersamanya lagi dan sekarang tiba-tiba ia merasa capek karena Viany selalu menolak ajakannya dan sekarang tiba-tiba moodnya pun jadi tidak baik.Apakah Gustian tidak mau berjuang lagi melihat Viany selalu menolak ajakannya dan itu benar-benar membuatnya agak lelah.


Viany yang masih di dalam mobil melihat Gustian turun mobil begitu saja tanpa menunggu jawabannya pun merasa mood Gustian tiba-tiba berubah.Lalu tanpa banyak pikir lagi Viany pun mengikuti Gustian masuk ke dalam restorant karena ia juga tidak ingin berdebat dengan Gustian.


Setelah memilih tempat duduk dan memesan makanannya kini Viany dan Gustian kembali diam tenggelam dalam pikiran masing-masing sambil menunggu pesanan mereka datang.


Tak berselang lama makanan yang tadi mereka pesan pun sudah terhidang di meja mereka berdua.Sesuai yang di katakan Gustian tadi jika Viany tidak lapar makan pesan minuman saja dan Viany pun memesan alvokad juice dan Gustian memesan Oren juice dan beberapa menu makanan.

__ADS_1


Saat Gustian sedang menikmati makan siangnya Viany pun main ponselnya menemani Gustian makan siang.Sebenarnya Gustian tidak begitu punya selera untuk makan siangnya karena memikirkan Viany dan Gibran sepertinya akan keluar bersama dan Viany tidak mau makan siang bersamanya,tetapi karena ingin lebih lama bersama Viany Gustian pun memaksakan dirinya makan dan tentu saja makan dengan pelan karena juga gak begitu punya selera untuk makan.


30 menit lewat,Akhirnya Gustian pun selesai makan siangnya.Selama Gustian menikmati makan siangnya mereka berdua sama sekali tidak berbicara.


Setelah membayar tagihan makanannya Gustian pun langsung mengatar Viany pulang ke apartment Gibran.Masih sama,di dalam mobil mereka berdua masih saling diam entah apa yang mereka berdua pikirkan.


Setelah sampai di apartment Gibran, Gustian pun hendak mengatar Viany naik ke atas tetapi saat berada di depan lift akhirnya Viany membuka suara.


"Mas,,, Apakah kamu mau antar Aku sampai di apartment."Tanya Viany ketika melihat Gustian berada di sampingnya.


"Hm.."


"Apakah kamu hari ini tidak sibuk."Tanya Viany lagi.


"Jika Aku bilang tidak sibuk dan ingin menemani mu seharian, apakah kamu akan mengusir Ku."Tanya Gustian.


"Aku tidak akan mengusir mu,tetapi Aku tidak membutuhkan kamu menemani Ku."Ucap Viany.


"Aku juga tidak membutuhkan Gibran menemani Ku."Ucap Viany dengan nada tidak suka pada apa yang Gustian ucapkan tadi.


"Benarkah.."Tanya Gustian lagi dan itu membuat Viany mengernyitkan keningnya.


"Kamu kenapa.."Tanya Viany reflesk,entah kenapa ia merasa Gustian sepertinya tidak senang.


"Aku cemburu, Viany."Jujur Gustian dan tentu saja itu membuat Viany terkejut.


Deggggg...


Entah kenapa rasanya Viany ingin ketawa dengan apa yang Gustian katakan barusan,, Cemburu..Apa yang membuatnya cemburu.

__ADS_1


"Kamu tahu dari tadi pagi Aku ke sini Aku sudah cemburu melihat mu menyediakan sarapan untuk Gibran dan tadi apakah Gibran yang menghubungi mu dan apakah kalian akan keluar bersama,oleh karena itu kamu ingin segera pulang dan tidak mau makan siang bersama ku."Ucap Gustian panjang lebar dan akhirnya mengeluarkan semuanya unek-unek yang dia pendamkan tadi.


Viany tertegun mendengar apa yang Gustian ucapkan barusan karena Viany tidak menyangka Gustian benar-benar bisa cemburu dan apakah karena itu mood Gustian berubah.


"Tidak ada yang perlu kamu cemburuin, Aku dan Gibran masih seperti dulu adalah sahabat dekat."Ucap Viany lalu menekan tombol lift dan pintu lift pun terbuka lalu Viany masuk ke dalam lift dan ikuti oleh Gustian.


Secara tidak langsung Viany menjelaskan hubungan Gibran dengannya kepada Gustian mereka sekarang hanya sekedar sahabat seperti dulu.


"Benarkah... Tapi apakah Gibran juga seperti mu masih menganggap kamu sahabatnya seperti dulu."Ucap Gustian dan membuat Viany tertegun lagi.


Sebenarnya apa yang di katakan oleh Gustian memang lah tidak salah dan Viany pun tahu karena dua hari yang lalu bukankah Gibran mengatakan kepada Viany hal yang sangat Gibran inginkan dari dulu bersama Viany.


"Sepertinya kamu sendiri pun tahu,Bukan..Sebenarnya Gibran masih masih mencintai mu."Ucap Gustian lagi ketika melihat diamnya Viany.


Ting...Pintu lift terbuka karena Viany sudah sampai di lantai apartment Gibran.Lalu tanpa menjawab Gustian lagi Viany pun melangkahkan kakinya keluar dari dalam lift.


"Viany..."Panggil Gustian ketika mereka sudah berada di luar lift.


"Aku sudah sampai,Mas..Terima kasih sudah mengatar aku sampai sini."Ucap Viany menatap Gustian.


"Apakah kamu juga masih mencintai, Gibran."Tanya Gustian dengan perasaan was-was.


"Jika...Jika aku masih mencintai Gibran,, Apakah kamu akan melepaskan Aku dan akan bercerai dengan Ku."Tanya Viany menatap serius kepada Gustian.Entah kenapa tiba-tiba Viany ingin tahu jawabannya dari Gustian ini.


Deggggg...


.


.

__ADS_1


Hai...Ayok aahh sekali-sekali beliin author hadiah Dan note juga klick like dan favourite..Biar author makin semangat...😁


Bwt,, Terima kasih ya bagi yang sudah sering dukung author dengan memberikan like dan comments...🙏😘


__ADS_2