Dendam Menjadi Cinta

Dendam Menjadi Cinta
EP 19 Lamaran


__ADS_3

Dua minggu sudah sampai tetapi Gustian masih belum kembali ke Jakarta karena Gustian memang sengaja menunda beberapa hari baru ke Jakarta.


"Hai Sayang.."Ucap Gustian saat ia menelepon Viany.Setiap kali memanggil Viany dengan sebutan Sayang Gustian selalu merasa jijik dengan dirinya sendiri.Mau bagaimana lagi bukankah kebanyakan wanita suka di Panggil sayang gitu agar merasa sangat di sayangi mungkin.


Dan selama dua minggu berpisah mereka tetap saling menghubungi kadang saling mengirim pesan, saling teleponan dan saling Video Call.Sebenarnya Gustian tidak suka melakukan semuanya itu untuk membalas dendam.Bukan karena ia merasa capek tetapi rasanya ia seperti tidak ingin membohongi atau mepermainkan perasaannya terhadap Viany.


Tetapi karena ia selalu ingin membalas dendam ia mengabaikan Semua perasaan ketidak inginan itu.


"Maaf Sayang,,saya belum bisa kembali ke Jakarta karena di sini masih banyak pekerjaan yang belum bisa di tinggalkan "Ucap Gustian menatap Viany di layar ponselnya dengan wajah sedih.


"Gak pa-pa Tian,kamu selesaikan lah pekerjaan mu dahulu."Ucap Viany yang juga menatap Gustian di layar ponselnya.


"Terima kasih sayang ,sudah mengerti saya."Ucap Gustian dengan tersenyum.


Lalu ia dan Viany pun saling mengobrol sampai larut malam.


.


.

__ADS_1


Keesokan harinya Gustian mendapat telepon dari Gibran dan Gibran mengatakan bulan depan ia mau kembali ke kota Batam karena Gibran mendengar kakeknya mengatakan bahwa bulan depan kakaknya, Gustian.Mau melamar seorang wanita,pujaan hati sang kakaknya.


Gibran sangat senang mendengar kakeknya mengatakan Gustian mau melamar seorang wanita.Karena Gibran tahu bahwa kakaknya sangat sulit mendekati wanita lain karena sikap dinginnya dan arogannya membuatnya tidak menyukai mendekati wanita lain dan tidak ada wanita yang bisa mengambil hatinya.Bahkan Rebecca adalah teman mereka dari kecil Gustian pun tidak suka mendekatinya.


Oleh karena itu Gibran jadi penasaran wanita seperti apa dan wanita yang mana bisa mengambil hati kakaknya yang dingin dan arogan itu.Tetapi Gibran dan kakeknya tidak tahu bahwa wanita yang mau Gustian lamar itu adalah seorang Dokter.


Karena pada saat Gustian memberitahukan kepada kakeknya bahwa ia akan melamar seorang wanita yang ia sukai itu Gustian tidak mengatakan bahwa ia adalah seorang Dokter dan juga karena kakeknya tidak memilih status untuk menjadi menantu cucunya.Bagi Kakeknya yang penting wanita yang di sukai oleh cucunya itu adalah wanita yang baik-baik.


Sebenarnya Gustian belum memberitahukan kepada Gibran tentang lamarannya kepada Viany.Karena Gustian tidak ingin Gibran mengikutinya melamar Viany, Gustian tidak ingin mereka saling bertemu dahulu.Setidaknya tunggulah di saat mereka sudah melakukan acara pernikahan mereka baru mempertemukan Gibran dan Viany karena Gustian tidak mau kehadiran Gibran membuat semua rencananya menjadi kacau.


Tetapi karena Gibran sudah tahu hal ini maka biarlah ia memikirkan cara lain agar mereka tidak saling bertemu dahulu.


.


.


Ya..Karena acaranya melamar Viany jadi mereka adakan di Jakarta setelah itu mereka baru pulang ke kota asal mereka untuk menikah.Karena baik Gustian maupun Viany mereka sudah sepakat jika mereka menikah nanti di adakan di kota asal mereka.


Dan sekarang di rumah contrackan Viany saudara dari ayahnya dan ibunya pun sudah berada di sana dan salah satunya mewakili orang tua Viany menerima lamaran ini .

__ADS_1


"Tante sangat senang melihat mu sudah mau menikah.Papa dan Mama mu pasti akan sangat senang melihat putri satu-satunya sudah mau menikah."Ucap salah satu Tante Viany yang dulu merawat Viany setelah kepergian ibunya.


"Terima kasih Tante, setelah kepergian ibu Tante selalu merawat Viany."Ucap Viany dan di angguk oleh Tantenya dengan senang.


Sementara di kediaman Gustian yang ada di Jakarta, Gibran sudah sejak tadi membolak balik masuk toilet.


"Kamu kenapa Gibran."Tanya Kakek Gibran saat melihat Gibran bolak balik masuk toilet.


"Sepertinya Gibran tidak bisa ikut kalian deh ,Kak."Ucap Gibran kepada Gustian.


"Kamu kenapa.."Tanya Gustian pura-pura tidak tahu padahal ia lah penyebabnya Gibran bolak balik masuk toilet.


"Kayaknya perut saya masuk angin."Ucap Gibran.


"Baiklah kalau begitu kamu istirahat saja di rumah."Ucap Gustian dan di angguk oleh Gibran .


"Baiklah.. Sayang sekali tidak bisa melihat calon kakak ipar ku yang bisa mengambil hati kakak ku yang arogan ini."Ucap Gibran.


"Sialan kamu Gibran."Ucap Gustian melempar bantal sofa kepada Gibran dan membuat kakeknya menggelengkan kepalanya melihat tingkah mereka berdua.

__ADS_1


"Ayah, Bunda.. Tunggu lah tidak lama lagi Tian membalas dendam kalian."Batin Gustian.


__ADS_2