Dendam Menjadi Cinta

Dendam Menjadi Cinta
EP 10 Gibran pergi ke Jepang


__ADS_3

Setelah selesai makan Gustian dan Viany pun duduk di ruang tamu dan Gustian pun menyerahkan beberapa paper kepada Viany.


"Tadi saya sudah pesan beberapa pakain untuk mu, semoga kamu cocok memakainya ."Ucap Gustian.


"Terima kasih dan maaf telah mereportkan mu."Ucap Viany dan mengambil paper bag yang berisi beberapa helai baju.


"Sama-sama,,,Kalau begitu saya masuk ke ruang kerja saya dulu .Jika ada apa-apa silakan Panggil saya di sana."Ucap Gustian di angguk oleh Viany dan beranjak dari tempat duduknya lalu masuk ke ruangan kerjanya.


Sedangkan Viany,,Ia pun beranjak dari tempat duduknya dan masuk ke kamarnya tadi membersihkan dirinya yang memang di kamar itu ada tersedia kamar mandi.


Waktu berlalu dengan cepat sudah satu hari Viany berada di Bandung dan Gibran berada di Jakarta.

__ADS_1


Setelah mendapatkan informasi dari orang suruhannya Gibran merasa kecewa karena ternyata ia terlambat,Karena informasi yang Gibran dapat ialah Viany sudah pindah ke tempat lain lagi dan tidak bekerja atau belajar ilmu kedokterannya di sini.


Dan orang suruhannya mengatakan akan sangat sulit mendapatkan informasi selanjutnya.


Di balik informasi yang Gibran dapatkan ada campur tangan dari Gustian dan tentu saja Gibran tidak akan mendapatkan informasi Viany yang sebenarnya begitu juga tidak akan begitu mudah mendapatkan informasi Viany.


Setelah memutuskan tinggal beberapa hari di Kota Jakarta akhirnya Gibran pun memutuskan pergi ke Kota Jepang setelah ia mengabari Gustian.


Mengenai Susan, Gibran berkata jujur kepadanya jika mereka menikah dan anak mereka sudah lahir ia akan bercerai dengannya .Oleh karena itu Susan memilih mundur karena ia tidak ingin semakin terluka dan Gibran berjanji ia akan tetap bertanggung jawab terhadapnya dan anak mereka tetapi Susan menolaknya Susan berharap Gibran jangan pernah mengakui tentang anaknya jika suatu hari mereka tidak sengaja bertemu dan itu sudah pasti tidak akan di lakukan oleh Gibran.


Selama beberapa hari tinggal bersama Viany di rumahnya Gustian merasakan perasaan yang aneh di hatinya. Beberapa hari ini ketika Gustian pulang kerja ia di sambut oleh Viany dan Viany pun memasak untuknya.

__ADS_1


"Hmm... Bersiap-siap lah besok saya akan mengatar kamu kembali ke Jakarta."Ucap Gustian saat mereka lagi sedang makan malam bersama dan Viany pun mengangguk dengan senang.


Melihat Viany begitu senang tanpa di sadari oleh Gustian,ia pun ikut tersenyum senang dan sangat menikmati makan malamnya.


Setelah Gibran mengabari kepada Gustian bahwa ia pergi Jepang, Gustian baru mengatar Viany kembali ke Jakarta agar mereka tidak saling bertemu walaupun dalam keadaan ketidak sengajaan.


Setelah makan malam bersama Viany, Gustian pun kembali ke ruangan kerjanya.Ia akan memikirkan cara agar bisa mendekati Viany lagi.


Hari semakin larut, setelah mengerjakan beberapa pekerjaan di ruangannya Gustian pun keluar dari ruangan kerjanya.Tetapi saat hendak masuk ke kamarnya yang memang hanya dekat dengan ruang tamu Gibran melihat TV ruang tamu dalam keadaan menyala tetapi ia tidak mendapati Viany di ruang tamu.


Lalu Gustian pun berjalan ke ruang tamu dan hendak mematikan TV nya dan ternyata Viany ketiduran di sana.Setelah menutup TV Gustian pun hendak membangunkan Viany tetapi tangannya tiba-tiba berhenti di udara karena sebelum tangannya menyentuh Viany, Gustian menatap wajah cantik Viany yang sedang tidur.Gustia menatapnya dekat,entah apa yang Gustian pikirkan tetapi hatinya berdetak dengan cepat.

__ADS_1


"Ada apa dengan hati saya ini ."Batin Gustian dan memegang dadanya.


Setelah beberapa saat menatap wajah Viany, Gustian pun masuk ke kamar Viany dan mengambil selimut menutupi Viany sampai di dadanya.Lalu Gustian pun kembali ke kamarnya.


__ADS_2