
Gustian.."Panggil Rebecca saat sudah dekat dengan Gustian dan Viany.
"Apakah malam ini kamu bisa menemani saya.."Tanya Rebecca kepada Gustian tanpa peduli Viany yang sudah Gustian kenalkan kepadanya sebagai kekasih Gustian dan membuat Viany jadi mengerti kenapa Gustian tidak menyukai Rebecca.
"Pantasan kenapa Gustian tidak mencintainya,,Ternyata dia wanita yang tidak tahu malu.Baiklah biar saya membantu mu mengusir wanita tidak tahu malu ini."Batin Viany.
"Maaf Rebecca,,Saya rasa tak seharusnya anda meminta seorang pria yang sudah memiliki kekasih atau istri menemani anda..Karena jika begitu anda terlihat seperti..."Jeda Viany dan ia yakin Rebecca akan mengerti kata selanjutnya.
Benar saja sekarang Rebecca terlihat menahan amarahnya dan entah kenapa Gustian semakin menyukai sikap ketegasam Viany.
"Sekarang kakak jadi mengerti mengapa kamu begitu mencintai wanita ini, Gibran."Batin Gustian.
"Gustian..."Panggil Rebecca dengan suara yang pelan kepada Gustian agar Gustian membelanya.
"Maaf Rebecca,,Saya rasa apa yang Viany katakan ada benarnya."Ucap Gustian.
"Jadi kamu juga menganggap saya seperti..."
"Ngak..Saya tidak menganggap kamu seperti itu.Tetapi walaupun memang dari kecil kita sudah saling kenal saya rasa memang sebaiknya begitu agar di antara pasangan kita tidak salah paham."Ucap Gustian panjang lebar dan membuat Rebecca semakin tidak suka dengan Viany.
"Baiklah..Saya minta maaf atas ketidak pengertian saya tadi."Ucap Rebecca .
"Baiklah sekarang saya dan Viany masih ada urusan lain,Kami pamit duluan."Ucap Gustian dan di angguk oleh Rebecca lalu Gustian menggandeng tangan Viany berlalu pergi dari hadapan Rebecca.
"Bisakah kamu sekarang melepaskan tangan saya,Tian ."Ucap Viany setelah mereka sudah sampai di parkiran.
"Eh..Maaf.."Ucap Gustian lalu melepaskan tangannya dari tangan Viany.
"Ayok masuk .."Ajak Gustian lalu mereka berdua masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Gustian.. Kenapa saat mengenalkan diri mu kepada saya kamu mengucapkan Tian saja ."Tanya Viany saat Mobil Gustian sudah berjalan menuju ke tempat tinggalnya.
"Itu hanya nama panggillan singkat saja."Ucap Gustian .
"Oh begitu..."Ucap Viany.
"Sekarang saya jadi mengerti kenapa kamu tidak menyukai Rebecca."Ucap Viany.
"Kenapa.."Tanya Gustian.
"Karena dia sungguh wanita yang tidak tahu malu."Ucap Viany dengan kesal.
"Hahahah.. Kamu cemburu."Tanya Gustian.
"Hah.. Ngapain pula saya cemburu..."Ucap Viany.
"Saya kirain kamu cemburu,jika kamu cemburu saya akan sangat senang."Ucap Gustian memulai aksinya menggoda Viany.
"Mau kah kamu menjadi kekasih ku yang sebenarnya."Tanya Gustian kepada Viany dengan wajah yang serius ketika ia menghentikan mobilnya karena kebetulan lampu merah.
Gustian tidak mau membuang-buang waktu untuk berusaha mendekati Viany, jadi ia mengambil kesempatan masalah ini mengungkapkan hatinya karena ia tidak sabar ingin menyakiti Viany.
"Jujur,,,Sejak pertama kali kita bertemu dengan mu saya sudah memiliki perasaan terhadap mu."Ucap Gustian menatap Viany dengan serius.Viany jadi tertegun dengan apa yang di katakan Gustian barusan.
Ting..Ting...Bunyi klakson yang ada di belakang mobil Gustian menyadarkan Viany lalu Viany menoleh keluar dari jendera mobil dan Gustian melanjutkan mengemudi mobilnya.
Tak berselang lama mereka pun sudah sampai di rumah kontrackan Viany.
"Terima kasih sudah mengatar saya pulang." Ucap Viany lalu hendak membuka pintu Mobil tetapi di tahan oleh Gustian.
__ADS_1
"Kamu masih belum menjawab pertanyaan saya Viany."Ucap Gustian.
"Mau kah kamu menjadi kekasih ku yang sebenarnya."Tanya Gustian lagi.
"Hmm..Maaf Tian...Kamu sendiri tahu Kita belum lama saling mengenal dan sekarang kamu..."Jeda Viany.
"Saya paham...Kalau begitu biarlah saya yang mendekati mu, Izinkan saya mendekati mu."Ucap Gustian.
"Tetapi..Saya.."
"Tidak apa-apa saya akan menunggu mu sampai kamu siap menerima saya."Ucap Gustian.
"Bagaimana kalau saya tetap tidak menerima mu."Tanya Viany.
"Kamu pasti akan menerima saya,,"Ucap Gustian dengan Yakin.
"Tian... Sebaiknya kamu tidak perlu membuang waktu mu dengan hal yang belum pasti saya tidak jamin saya akan menerima mu suatu saat,karena..."
"Karena apa.."Tanya Gustian.
"Karena saya masih sangat mencintai seseorang."Ucap Viany dengan jujur dan entah kenapa tiba-tiba Gustian merasa cemburu.
"Siapakah dia... Mantan pacar kamu"Tanya Gustian dan di angguk oleh Viany.
"Boleh saya tanya."Ucap Gustian dan di angguk oleh Viany.
"Kenapa kalian bisa pisah jika kamu masih mencintainya."Tanya Gustian, walaupun ia tahu alasan yang sebenarnya tetapi ia juga ingin tahu apa yang akan Viany katakan tentang alasan mereka berpisah.
"Karena.... Saya tidak ingin membebani dia dengan jalanan yang harus dia jalani."Ucap Viany.
__ADS_1
"Jalanan yang harus dia jalani."Tanya Gustian dan di angguk oleh Viany.
"Apakah maksudnya tanggung jawab yang harus Gibran tanggung kan terhadap sahabatnya."Batin Gustian.