
"Mas akan menginap di sini beberapa hari, Sayang."Ucap Gustian dengan santai.
"Hah.."
"Apa.."Ucap Viany di buat terkejut oleh Gustian lagi.
Lalu dengan serius Gustian menatap Viany dan berkata "Mas mau kita memulai dari awal lagi,Sayang.Tetapi bukan dengan cara bercerai,tetapi jika kamu ingin kita memulai dari awal dengan cara bercerai.Maaf,,Mas tetap tidak ingin bercerai dengan mu."
Degggg...
"Kenapa dia bisa tahu jika aku memang ingin begitu.. Tetapi... Tunggu..."Batin Viany.
"Jika kamu tahu aku ingin seperti itu,trus kenapa kamu tidak mau bercerai dan memulai dari awal."Tanya Viany.
"Karena Mas takut.."Ucap Gustian dengan serius.
"Takut.." Beo Viany
"Kenapa..."Tanya Viany
"Karena setelah Mas melepaskan ikatan pernikahan kita,Mas takut kamu akan pergi dari Mas"Ucap Gustian.
"Maksudnya.."
"Mas takut kamu akan kembali ke sisi, Gibran."Ucap Gustian dengan pelan dan menundukkan kepalanya.
"Egois... Kamu benar-benar egois,Mas."Ucap Viany lalu berdiri dari tempat duduknya dan langsung pergi dari sana.
"Dasar egois,,, apakah selama ini dia tidak pernah merasakan perasaan ku terhadapnya,jika tidak percaya diri lebih baik tidak usah meminta ku untuk memulai dari awal dan jika memang Gibran berhasil mengambil hati ku dan aku ingin kembali ke sisinya, apakah aku juga tidak boleh bahagia bersama Gibran .Dasar egois.."Batin Viany sambil melangkah kakinya masuk ke dalam kamarnya.
Sedangkan Gustian ia masih duduk diam di kursi meja makan.Ia tahu jika ia egois dan kesannya memang tidak percaya diri bisa mendapatkan Viany kembali lagi ke sisinya.Tetapi ia benar-benar sangat takut kehilangan Viany setelah mereka resmi bercerai.
"Maaf,,Mas tahu Mas egois."Batin Gustian.
.
__ADS_1
.
"Iya ,Gi gak pa-pa."Ucap Viany di dalam kamarnya sedang bertelepon dengan Gibran sejak tadi.
Gustian yang hendak masuk ke dalam kamar Viany tiba-tiba berhenti di depan pintu kamar Viany yang tidak di tutup rapat tadi dan mendengar suara Viany sepertinya sedang bertelepon dengan Gibran.
"Jadi besok pagi mau Aku beliin kamu sarapan."Tanya Gibran di seberang sana.
"Ngak perlu,besok jam praktek aku agak siangan jadi besok rencananya aku ingin agak telat bangun tidur pagi he..he..he.."Ucap Viany.
"Dasar pemalas."Ucap Gibran lagi di seberang sana.
"Sudah biasa dan kamu sangat tahu itu ha..ha..ha."Ucap Viany dengan ketawa.
Gustian yang mendengar suara ketawa Viany yang sedang teleponan dengan Gibran di seberang sana ia sangat cemburu juga merasa sangat sedih karena semenjak mereka menikah Gustian sudah tidak pernah mendengar suara ketawa Viany dan sepertinya juga tidak pernah melihat Viany begitu senang.
"Baiklah.. Kalau begitu aku tutup telepon dulu, Selamat malam,Gi."Ucap Viany sebelum menutup panggillan telepon dengan Gibran.
Selamat malam.. Kenapa rasanya semenjak mereka menikah Gustian pun tidak pernah mendengar Viany mengucapkan selamat malam kepadanya.
Lalu setelah menghela napasnya Gustian pun ke dalam kamar Viany tanpa mengetuk pintunya.
"Mas.."Panggil Viany dengan terkejut ketika melihat Gustian masuk ke dalam kamarnya.
"Bolehkah Mas tidur di sini, Sayang."Tanya Gustian dengan perasaan agak gimana gitu..Karena waktu awal Viany tinggal di rumahnya Gustian memintanya tidur di kamar tamu tetapi sekarang ia menginap di rumah Viany dan maunya tidur bersama Viany di dalam kamar Viany.
"Boleh..Tentu saja Mas boleh tidur di sini, tetapi bukan tidur di dalam kamar ini, silakan Mas tidur di kamar tamu ,Mas."Ucap Viany dengan santai.
"Baiklah... Kalau begitu bolehkah kamu menunjukkan kamar tamu untuk ku, Sayang."Tanya Gustian yang sudah duga jika Viany tidak mau satu kamar dengan nya.
"Kamar tamu cuma ada satu dan itu di lantai bawah jadi saat Mas turun ke bawah Mas sudah bisa tahu di mana kamar tamu."Ucap Viany.
"Baiklah.. Kalau begitu .. Selamat malam."Ucap Gustian dengan harap Viany juga akan membalasnya dengan kata selamat malam juga.Tetapi...
"Hmm."Jawab Viany dan tentu saja Gustian merasa kecewa dengan balasan Viany yang hanya berdehem tidak seperti Viany membalas ucapan selamat malam dengan Gibran.
__ADS_1
Keesokan paginya Viany tidak bisa bangun agak siang seperti yang semalam ia katakan kepada Gibran , padahal ia benar-benar sangat ingin bangun agak siang tetapi saat memejamkan matanya ia selalu memikirkan Gustian yang menginap di rumahnya dan merasa sebaiknya ia saja yang membuat sarapan untuk Gustian karena bagaimana pun Gustian masih suaminya lalu Viany pun segera bersiap-siap turun ke lantai bawah untuk menyediakan sarapan.
Tetapi baru saja Viany mengijakkan kakinya di ruang dapur Viany tertegun ketika melihat sosok suaminya sedang sibuk di ruang dapur dan sepertinya memang ingin buat sarapan untuk mereka berdua.
Tanpa sadar Viany tersenyum karena menurut Viany, Gustian benar-benar suami idaman para kaum hawa.Seorang CEO yang mempunyai beberapa anak cabang di kotanya dan di kota lain begitu talenta berada di ruang dapur sedang sibuk menyiapkan sarapan,tidak ingin kehilangan moment ini Viany pun dengan diam-diam memotret Gustian dari belakangnya yang kebetulan tadi saat ia turun ke bawah ia juga membawa ponselnya.
Setelah memotret Gustian, Viany pun berjalan mendekati Gustian yang lagi sedang sibuk.
"Mas.."Panggil Viany.
"Selamat pagi, Sayang."Ucap Gustian dengan tersenyum ketika melihat Viany sudah berada di sampingnya.
"Selamat pagi."Balas Viany.
"Mas sedang buat apa ."Tanya Viany.
"Mas sedang buat nasi goreng seafood kesukaan mu, Sayang."Ucap Gustian dengan tangannya masih sibuk mengaduk nasi goreng seafood.
"Wangi kali...Mas,pakai apa aja tuh.."Tanya Viany dengan keponya matanya melihat ke dalam kuali.
"Bumbu biasa aja kok,ada udang,sotong,sawi manis, telur,damsop,bawang putih,bumbu perasa dan tentu saja juga nasi yang sudah masak."Ucap Gustian tanpa menoleh ke arah Viany.
"Mas pintar kali masak."Puji Viany dan Gustian tersenyum senang mendengar pujian istrinya.
"Tentu,,,saat Mas kuliah di luar kota Mas sudah mandiri belajar masak sendiri."Ucap Gustian.
"Nah...Ini sudah siap ..Apa kamu mau sekarang mau sarapan."Tanya Gustian ketika sudah memindahkan nasi goreng seafood ke piring.
"Mau dong..Ini wanginya sudah bikin aku lapar."Ucap Viany dan mengambil nasi goreng seafood dari tangan Gustian ke meja makan dan Gustian pun tersenyum senang melihat Viany begitu suka dengan masakannya.
"Kamu mau minum apa,Sayang."Tanya Gustian ketika ia juga membawa satu piring nasi goreng seafood ke meja makan.
"Coklat panas atau susu "Tanya Gustian lagi.
"Aku mau teh panas aja,Mas."Ucap Viany.
__ADS_1
"Okey,,siap Tuan Putri."Ucap Gustian dan itu membuat Viany tersedak ketika mendengar Gustian menyebutnya Tuan Putri .