
"Apakah Mas tidak merasa hubungan kita sekarang itu tidak seperti sepasang suami istri.. Kenapa setelah kita menikah semua menjadi beda."Tanya Viany lagi.
"Jika Mas menyesal menikahi saya maka ceraikanlah saya sekarang juga."Ucap Viany.
Deggg......
Gustian terkejut dengan apa yang Viany katakan barusan.
Menceraikannya. .Kenapa kata itu kedengarannya begitu sakit di hatinya.
"Jadilah istri yang patuh,,Jika ingin pernikahan kita baik-baik saja jangan selalu berdekatan dengan yang namanya mantan."Ucap Gustian dan juga membuat Viany terkejut.
"Apa..?"Ucap Viany
"Bukankah Gibran itu mantan mu."Tanya Gustian kepada Viany dan menatap Viany.
"Apakah Gibran sudah menceritakan kepada mu hubungan yang pernah kami jalankan."Tanya Viany dan Gustian hanya diam saja tidak menjawabnya.Karena tanpa Gibran menceritakan kepada Gustian.. Gustian pun sudah tahu semuanya.
"Kapan...Mas tahu itu."Tanya Viany.
"Tidak penting kapan saya tahu,,mulai sekarang janganlah selalu berdekatan dengan Gibran walaupun dia adalah adik ku tetapi dia adalah mantan mu."Ucap Gustian.
"Jadi.. Apakah karena itu Mas merasa bersalah telah menikahi saya,,Lalu oleh karena itu sikap Mas terhadap saya berubah."Tanya Viany dengan suara yang pelan dan Gustian langsung menoleh ke arahnya.
"Jika saya masih mempunyai perasaan terhadap Gibran apakah saya masih mau menikah dengan mu,Mas."Tanya Viany lagi dan melihat Gustian masih diam saja Viany pun keluar dari ruangannya dan kembali ke ruangan prakteknya.
Setelah Viany keluar dari ruangannya Gustian menghela nafasnya.
"Bukan menyesal,bukan merasa bersalah juga bukan merasa kamu masih mencintai... Gibran.Tetapi..." Jeda Gustian.
Karena kalimat selanjutnya Gustian sendiri pun tidak bisa mengeluarkan kata Tetapi saya tidak mencintai mu .
__ADS_1
Entahlah...Entah sampai kapan Gustian baru sadar bahwa sebenarnya ia telah mencintai Viany dan takut kehilangannya.
.
.
"Apakah kamu sudah selesai."Tanya Gibran kepada Viany setelah mengetok pintu ruangan Viany dan di persilakan untuk masuk.Karena sekarang sudah waktunya pulang kerja Gibran ingin pulang bersama Viany.
"Belum.. Apakah kamu sudah selesai."Tanya Viany kepada Gibran juga.
"Sudah... Apakah masih ada pasien yang harus kamu tangani."Tanya Gibran dan di angguk oleh Viany.
"Apakah masih lama.."Tanya Gibran lagi.
"Kamu pulang lah dulu jangan menunggu saya,,Saya masih lama kayaknya."Ucap Viany yang tahu Gibran mau menunggunya.
"Baiklah...Kalau begitu saya pulang dulu.. Hati-hati."Ucap Gibran dan beranjak dari tempat duduknya.
Setelah merasa sudah beberapa saat Gibran keluar dari rumah sakit , Viany pun segera keluar dan pulang ke rumahnya..Tetapi tanpa ia sadari Gibran baru saja keluar dari toilet dan melihatnya keluar dari rumah sakit.
"Bukankah tadi ia bilang masih ada pasien yang mau di tangani..."Batin Gibran Melihat Viany keluar dari rumah sakit.
Tadi setelah keluar dari ruangan Viany, Gibran tiba-tiba sakit perut jadi ia pun segera masuk ke dalam toilet dan siapa tahu setelah keluar dari toilet ia pun tidak sengaja melihat Viany keluar dari rumah sakit juga dan karena tidak mau banyak pikir Gibran pun segera pergi dari sana.
.
.
"Apakah dia belum pulang."Gumam Viany ketika sudah sampai rumah dan tidak melihat mobil Gustian.
Lalu Viany pun segera masuk ke dalam rumah dan membersihkan dirinya.Setelah membersihkan dirinya Viany pun segera ke dapur dan ternyata bibi sudah siap masak untuk makan malam.Tetapi Viany tidak makan terlebih dulu karena ia akan menunggu Gustian pulang dan akan makan bersama.
__ADS_1
Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya yang di tunggu pun muncul di hadapannya.Entah kenapa hari ini melihat Viany sedang duduk di ruang tamu Gustian merasa lega,, perasaannya tidak seperti biasanya ketika melihat Viany sedang duduk di sana.Apakah karena tadi siang Viany memintanya untuk menceraikannya.
Viany yang melihat Gustian sudah pulang ia pun tersenyum pada Gustian dan saat hendak membantu Gustian mengambil tas kerjanya Gustian menolak lalu langsung pergi dari hadapan Viany dan meninggalkan Viany yang masih berdiri di sana.
Viany menghela napasnya melihat sifat Gustian begitu dingin terhadapnya.Lalu ia pun segera ke dapur memanaskan sayuran yang telah dingin ,tetapi Gustian tidak turun ke bawa lagi setelah 30 menit Viany menunggunya.
Lalu dengan berani Viany pun naik ke atas mamanggil Gustian dan ini pertama kalinya Viany menginjakkan kakinya naik ke atas.Saat sampai di atas Viany tertegun melihat beberapa kamar yang ada di sana, Viany tidak tahu yang mana kamar Gustian.
Lalu Viany pun akhirnya mengetok salah satu pintu kamar yang ada di sana dan ternyata pintu yang Viany ketuk ialah pintu kamar Gibran.
Baru Viany mengetok beberapa kali pintu kamar Gibran pintu kamar di sebelahnya tiba-tiba buka dan ternyata itu adalah Gibran. Gustian pun terkejut saat melihat Viany sedang berdiri di depan pintu kamar Gibran.
"Sedang apa kamu berdiri di depan pintu kamar Gibran, apakah kamu sedang merindukannya."Tanya Gustian dengan nada tidak suka.
"Bukan Mas,saya ingin memanggil mu untuk makan hanya saja saya tidak tahu yang mana kamar kamu karena..." Jeda Viany dengan sedih karena sudah mau seminggu menjadi istri Gustian tetapi tidak tahu di mana kamar suaminya atau di mana kamar yang seharusnya ia dan Gustian tepati.
"Baguslah jika kamu merasa sedih, Viany Nugraha."Batin Gustian ketika mendengar nada sedih Viany.
"Saya sudah makan tadi ,turunlah ke bawa dan lain kali jangan pernah menginjakkan kaki mu naik ke atas sini lagi ."Ucap Gustian dan membuat Viany tidak percaya dengan apa yang Gustian katakan.
Jangan menginjakkan kakinya naik ke atas sini lagi...
"Mas,,,"Panggil Viany meneteskan air matanya.
"Turunlah.."Ucap Gustian lalu segera masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu kamarnya tetapi ia masih berdiri di daun pintu kamarnya dan memegang hatinya yang terasa sesak ketika melihat air mata Viany tadi.
"Kenapa rasanya begitu sesak..."Gumam Gustian.
Viany yang masih berdiri di luar pintu kamar Gustian merasa sesak di dadanya, apakah ia adalah istrinya Gustian, kenapa ia tidak boleh menginjakkan kakinya ke sini.Apakah Gustian benar-benar menyesal menikahinya atau merasa bersalah menikahinya karena ia adalah mantan Gibran.
Lalu dengan pelan Viany pun melangkah kan kakinya turun ke bawah dan langsung masuk ke kamarnya,ia sudah tidak berselera untuk makan lagi padahal ia tadi menahan lapar agar bisa makan bersama Gustian.
__ADS_1
Keesokan harinya Viany tetap melakukan kewajibannya sebagai seorang istri.Seperti biasa Viany akan bangun pagi buat sarapan untuk Gustian.Walaupun Gustian bersikap dingin terhadapnya ia tetap melakukan kewajibannya sebagai istrinya, lagian Gustian pun tidak keberatan makan apa yang Viany masak.