Dendam Menjadi Cinta

Dendam Menjadi Cinta
EP 28 Seorang istri.


__ADS_3

Sebelum Gustian bersama rekan bisnisnya keluar dari cafe itu Gustian menoleh ke arah Viany dan Gibran sejenak lalu Gustian melihat senyuman Viany , sepertinya sekarang bersama Gibran, Viany tidak merasa rasa bersalah lagi terhadap Gibran dan sepertinya Gibran benar-benar membuat Viany kembali merasa nyaman jika bersamanya lagi.


Melihat itu Gustian menjadi takut jika Gibran akan merebut Viany darinya lagi.Ketakutan yang di rasakan Gustian sekarang ialah dari lubuk hatinya yang sebenarnya bukan karena rasa takut tidak bisa membalas dendam.


Setelah selesai makan siang Gibran dan Viany pun kembali ke rumah sakit.


Waktu berlalu dengan cepat sekarang jam sudah menunjukkan pukul 8:00 Malam.Gustian yang baru saja pulang kerja tidak mendapati Viany seperti biasanya akan duduk di ruang tamu entah sedang menunggunya sambil nonton atau apa lah lalu Gustian menoleh ke arah kamar tamu yang di tempati oleh Viany.Gustian pikir mungkin Viany sedang berada di dalam kamarnya lalu ia pun segera naik ke atas menuju ke kamarnya dan membersihkan dirinya.


Tak lama kemudian Gustian pun sudah siap dengan aktivitasnya dan menuju ke ruang kerjanya yang ada di lantai bawa.Tetapi saat baru mau masuk ke ruang kerjanya Gustian mendengar suara pintu terbuka dari luar dan ternyata Viany baru saja pulang.


Gustian menatap heran Viany yang baru pulang kerja tetapi Viany malah mengabaikannya saat Viany pun melihat Gustian sedang berdiri di sana sedang menatapnya Viany mengabaikannya lalu Viany masuk ke dalam kamarnya tanpa menyapa Gustian yang masih berdiri di sana sedang menatapnya.


Gustian yang melihat Viany mengabaikannya begitu saja ia pun menjadi tidak senang lalu ia mengetok pintu kamar Viany dan memanggilnya keluar.


Saat membuka pintu kamar Viany menatap Gustian dengan diam dan Gustian yang melihat Viany hanya diam saja saat membuka pintu ia jadi semakin kesal.


"Kemana saja kamu,kenapa baru pulang."Tanya Gustian dengan nada kesal.


"Kamu peduli..?"Tanya balik Viany.


"Kamu sudah menjadi seorang istri, Viany.Apakah menurutmu itu baik jika kamu Sekarang baru pulang ke rumah."Tanya Gustian .


"Istri.."Ucap Viany dan membuat Gustian diam sejenak karena Gustian tahu maksud dari kata Viany ini.


Setelah mereka menikah mereka tidak seperti sepasang suami istri dan itu Gustian tahu karena memang itulah tujuannya tidak akan menganggap Viany itu adalah istrinya tetapi juga tidak akan menganggap Viany adalah seorang pembantu mungkin lebih tepatnya menganggap Viany sebagai seorang tamu yang tidak menyukai dengan kehadirannya di dalam rumahnya dan itu akan membuat Viany sedih ataupun tersakiti karena ternyata pernikahannya tidak bahagia, mempunyai suami yang tidak peduli dengannya bahkan sudah seperti dua orang yang tidak akrab.


"Jadilah istri yang patuh jangan sembarangan berkeliaran setelah pulang kerja."Ucap Gustian lalu langsung pergi dari sana dan Viany pun langsung menutup pintu kamarnya dengan kesal.


Di ruang kerja Gustian menanyakan orang suruhannya kemana saja hari ini Viany pergi dan orang suruhannya berkata Viany tidak ke mana-mana, setelah makan siang Viany dan Gibran langsung pulang ke rumah sakit melakukan aktivitas mereka masing-masing lalu tadi sore Viany dan Gibran sibuk menangani beberapa pasien yang mengalami Kecelakaan mobil dan membuatnya baru pulang ke rumahnya tetapi tadi yang mengantar Viany pulang adalah Gibran.

__ADS_1


Mendengar Gibran yang mengatar Viany pulang, Gustian menjadi semakin kesal karena sepertinya sekarang Gibran dan Viany menjadi kembali dekat seperti dulu.


Tapi...Kenapa setelah mengatar Viany pulang Gibran tidak ikut masuk ke dalam rumahnya, apakah Gibran masih marah dengannya dan tidak ingin melihatnya .Memikirkan hal ini Gustian merasa sepertinya ia harus kasih tahu kepada Gibran tujuannya menikahi Viany dan memberitahukan kepada Gustian bahwa ayah Viany lah yang menyebabkan orang tua mereka meninggal.


Gustian tidak mau hubungan adik beradik mereka saling bermusuhan hanya karena seorang wanita apalagi ayah dari wanita itu yang menyebabkan orang tua mereka meninggal, terus sekarang apakah karena wanita ini hubungan adik beradik mereka akan seperti musuh.Ayahnya menyebabkan orang tua mereka meninggal sekarang anaknya menyebabkan hubungan adik beradik mereka menjadi tidak baik.


"Dasar keluarga pembawa sial dalam rumah ini selalu saja karena keluarganya ,, keluarga kami jadi ambyar "Umpat Gustian kepada keluarga Viany.


.


.


Keesokan harinya seperti biasa Viany akan membuat sarapan untuknya dan Gustian.Saat lagi sedang sarapan bersama Gustian menyerahkan sebuah kunci mobil kepada Viany dan berkata "Pakailah mobil ini jika ingin ke mana-mana dan jangan suka untuk satu mobil dengan pria lain.Ingat kamu itu seorang istri."


Dari semalam Gustian hanya menyebut Viany adalah 'seorang istri' dan tidak menyebut Viany sebagai istrinya yaitu 'Istri saya'.


"Saya sudah selesai,,jika nanti sudah pulang kerja jangan berkeliaran kemana-mana.Jika ada lembur kasih tahu,jika tidak dan sampai jam 8 masih belum berada di rumah maka saya akan menguncinya dari dalam atau jika saya yang sampai rumah duluan saya akan segera menguncinya walaupun belum jam 8."Ucap Gustian dengan ancam dan tidak menjawab pertanyaan Viany tadi.


Mendengar itu Viany menjadi kesal dan sudah tidak berselera untuk sarapan lagi.Lalu ia pun langsung pergi dari sana tanpa mengambil kunci mobil yang Gustian belikan tadi.


"Viany.."Panggil Gustian dan menghentikan langkah kaki Viany.


"Ambil kuncinya."Ucap Gustian.


"Tidak perlu,saya akan memakai mobil saya sendiri."Ucap Viany lalu segera pergi dari sana.


"Tunggu... Bukankah mobil mu belum ada di sini."Ucap Gustian berjalan mendekati Viany.


"Nanti akan saya ambil di rumah."Ucap Viany dan mengambil tasnya di ruang tamu lalu segera keluar dari rumahnya.

__ADS_1


Sebenarnya Gustian tidak tega memperlakukan Viany demikian hanya saja ia selalu mengingat penyebab kematian orang tua nya.


.


.


Hari ini Gustian akan mengadakan rapat bulanan di rumah sakit keluarganya yaitu rumah sakit tempat Viany kerja.


saat melewati koridor rumah sakit Gustian melihat Viany dan Gibran sedang berjalan bersama entah menuju ke mana.Melihat kebersamaan mereka dan kedekatan mereka berdua membuat Gustian semakin was-was,takut Viany akan kembali lagi ke sisi Gibran apalagi melihat pelakuan Gibran terhadap Viany lebih peduli dari dia sendiri.


Lalu Gustian pun berjalan mendekati Viany dan Gustian.


"Sayang..."Panggil Gustian.Viany dan Gibran pun menoleh ke belakang dan melihat Gustian sedang berjalan mendekati mereka.


"Mas.."Panggil Viany dan Gustian pun tersenyum kepadanya.


"Mas hari ini ada meeting di sini,nanti saat makan siang tunggu lah Mas di kantor dan kita akan makan siang bersama begitu juga dengan mu Gibran."Ucap Gustian.


Viany dan Gibran saling menatap sejenak dan membuat Gustian tidak suka melihatnya.Apakah mereka ingin makan siang berdua saja seperti semalam saat bertemu mereka berdua di sebuah cafe.


"Apakah kalian keberatan makan siang bersama saya."Tanya Gustian dengan menahan rasa ketidak sukaan dengan tingkah mereka berdua.


"Ngak Mas,, baiklah nanti saat makan siang kami akan ke kantor mu."Ucap Viany.


"Kami...CK..."Batin Gustian dengan kesal karena Viany mengatakan 'Kami' kepadanya seolah ia dan Gibran tak akan terpisahkan atau selalu bersama.


Apakah Viany tidak bisa berkata seperti 'Baiklah nanti saya dan Gibran akan ke kantor mu'.


"Baiklah..Saya akan menunggu kalian di kantor..Kalau begitu saya pergi dulu."Ucap Gustian dan di angguk oleh Viany dan Gibran.

__ADS_1


__ADS_2