Dendam Menjadi Cinta

Dendam Menjadi Cinta
EP 6 Semoga kamu tidak membenciku


__ADS_3

"Gi."Panggil Viany dan Gibran menghentikan langkahnya lalu membalikkan badannya.


"Ya." Ucap Gibran menatap Viany.


"Terima kasih ,sarapan buatanmu enak."Ucap Viany dengan tersenyum.Sebenarnya bukan itu yang ingin dia ucapkan tetapi Viany melihat Gibran sepertinya ingin menghindarinya ia pun jadi mengucapkan perkataan itu.


"Sama-sama."Ucap Gibran dengan tersenyum juga .


"Hati-hati."Ucap Viany dan di angguk oleh Gibran ,lalu Gibran pun segera pergi dari rumah Viany dan kembali ke rumah sakit.


"Saya tahu kamu menghindari saya berkata berpisah denganmu,saya tahu kamu tidak suka mendengarnya.Tapi maaf saya tetap akan pergi tanpa memberitahukan kepadamu,Gibran."Gumam Viany setelah melihat Gibran sudah pergi dari sana.


Sementara di sebuah perusahaan di mana seorang pria mendapat informasi baru tentang keluarga Viany,yaitu 2 tahun yang lalu ayah Viany sudah meninggal karena sering sakit-sakitan.


"Tidak apa jika anda sudah meninggal dan saya akan membuat anda tidak akan tenang di sana ketika melihat putri anda satu-satunya menderita di sini."Batin Gustian dengan tersenyum jahat.


Di saat yang bersamaan sekarang Gibran dan Susan janji bertemu di sebuah cafe.


"Kita sama-sama tahu kejadian malam itu kita di jebak oleh orang lain dan bukan sama-sama suka untuk melakukan hal itu tetapi kamu tenanglah saya akan tetap bertanggung jawab hanya..Maaf, saya tidak bisa menikahi mu secara sah atau mengadakan pesta pernikahan dengan mewah .Kamu tahu saya sangat mencintai Viany ,selain Viany saya tidak mau wanita lain menjadi istri saya secara sah jadi


saya harap kamu bisa mengerti,Susan."Ucap Gibran panjang lebar.


"Saya tahu keluarga mu bukanlah keluarga yang biasa.Saya harap kamu bisa memberi pengertian kepada keluarga mu dan membantu kita mencari tahu siapa yang menjebak kita."Ucap Gibran lagi.


"Maksudmu apakah kita menikah siri."Tanya Susan kepada Gibran.


"Jika boleh pilih kita tidak perlu menikah siri dan berjalan begitu saja sampai kamu melahirkan dan jika kamu izinkan saya yang akan merawat anak itu."Ucap Gibran dan itu membuat Susan sangat sesak.


"Apakah Kamu tidak berpikir untuk memberi kesempatan kepada anak kita mempunyai keluarga yang utuh ."Tanya Susan.


"Bukan anak kita tetapi antara anak kamu atau anak saya."Ucap Gibran dengan kejam.


"Gibran Alvado."


"Kejadian malam itu memang bukan kehendak Kita,tetapi apakah kamu tidak pikir yang rugi itu saya.Saya harus menanggung janin yang ada di dalam perut saya,saya juga yang harus menjalani semuanya sendiri."Ucap Susan yang sudah tidak menahan rasa sesaknya lagi.

__ADS_1


"Jika kamu terasa berat menjalaninya ,mari kita gugurkan anak ini karena jika anak ini lahir dia tidak akan memiliki orang tua kandungnya secara utuh ."


"GIBRAN ALVADO."


"Kamu ini dokter macam apa begitu kejam membunuh janin yang tidak bersalah yang juga adalah darah dagingmu sendiri.Jika bayi ini bisa memilih dia juga tidak mau memilih kita sebagai orang tuanya ."Ucap Susan semakin tidak menahan dirinya lagi.


"Walaupun anak ini adalah suatu kesalahan tetapi dia tetap adalah sebuah nyawa yang pantas untuk hidup di dunia ini."Ucap Susan lagi.


"Baiklah..Jika kamu tidak menginginkanya saya tetap menginginkan anak ini dan saya akan membawanya melihat dunia ini."Ucap Susan lalu beranjak dari tempat duduknya dan pergi dari sana.


Setelah Susan pergi , Gibran masih duduk diam di sana.Gibran tahu setiap ucapannya tadi memang sangat kejam tetapi ia juga tidak mau ketika anak itu lahir tidak memiliki orang tua yang utuh kecuali ada pria lain yang mau menerima kehadiran anak ini dan Susan.


"Maaf,,Saya tahu saya sangat kejam tetapi saya tidak bisa menerima mu sebagai istri saya."Batin Gibran.


.


.


.


Dan hari ini Viany bekerja seperti biasanya sampai waktu kerjanya habis. Setelah Viany ke kamar pasien mengecek keadaan pasien ia bertemu dengan Gibran di koridor rumah sakit.


"Apakah pekerjaan mu sudah mau selesai."Tanya Gibran kepada Viany.


"Sebentar lagi."Ucap Viany.


"Baiklah,saya akan menunggu mu di tempat biasa."Ucap Gibran dan Viany pun menganggukkan kepalanya.


Viany tidak menghindari ajakan Gibran pulang bersamanya seperti biasanya,biarlah malam ini ia bersama Gibran terakhir kali karena besok pagi ia sudah akan meninggalkan kota ini.


Seperti biasa Gibran akan menunggu Viany di depan teras rumah sakit.


"Sudah selesai."Tanya Gibran ketika melihat Viany berjalan mendekatinya dan di angguk oleh Viany.


"Kalau begitu Ayo."Ucap Gibran dan mereka berjalan memasuki mobil Gibran.

__ADS_1


"Bagaimana pekerjaan mu hari ini,apakah semuanya baik-baik saja."Tanya Gibran kepada Viany , seperti biasanya jika mereka sudah selesai bekerja dan pulang bersama Gibran akan menanyakan Viany bagaimana kerjaanya hari ini.


"Semuanya baik-baik saja.Terus bagaimana dengan mu."Tanya Viany kepada Gibran dan seperti biasa juga ia akan tanya balik kepada Gibran setelah Gibran menanyakanya.


"Semuanya juga baik-baik saja."Ucap Gibran.


"Apakah kamu lapar,mau makan sesuatu."Tanya Gibran.


"Ngak,,saya merasa capek dan ingin cepat sampai rumah lalu tidur."Ucap Viany seperti biasa jika Gibran menanyakan hal itu ketika ia tidak lapar dan tidak ingin makan lagi.


"Baiklah,, setelah sampai rumah jangan lupa bersihkan diri dulu."Ucap Gibran.


Lalu tak berselang lama mereka pun sudah sampai di depan rumah Viany.


"Terima kasih ,sudah mengantar saya ."Ucap Viany.


"Sama-sama."Ucap Gibran lalu Viany pun turun dari mobil Gibran dan hendak masuk ke dalam rumahnya,tetapi Gibran memanggilnya.


"Vian."Panggil Gibran dan Viany pun menoleh ke arahnya lalu Gibran yang tadi juga ikut turun dari mobilnya memeluk erat Viany.


"Tetaplah bersamaku menghadapi semuanya,saya membutuhkanmu di sampingnku menguatkan ku menghadapi semuanya"Ucap Gibran.


"Saya akan selalu mendoakanmu."Ucap Viany membalas pelukan Gibran yang terakhir kalinya.


Gibran yang merasakan Viany membalaskan pelukannya ia memeluk Viany semakin erat.


"Ingatlah saya akan selalu mendoakan yang terbaik untuk mu, Gibran."Ucap Viany lagi menahan rasa sesaknya.


"Maafkan saya Gibran,semoga kamu tidak membenciku dengan pilihanku yang tetap meninggalkan mu.Saya mencintai mu, Gibran Alvado."Batin Viany dan memeluk erat Gibran.


Tanpa mereka sadari orang suruhan Gustian yang biasa diam-diam mengawasi Gibran memotret Viany dan Gibran yang saling berpelukan dengan ponselnya lalu mengirimkan kepada Gustian.


***Jangan lupa klick Like,hadiah, favourit,note dan comments...🙏


Terima kasih sudah baca novel Author...🤗🙏***

__ADS_1


__ADS_2