
Maaf..Aku tidak bisa melupakan Viany."Ucap Gibran.
Degggg..
"Aku mencintai mu,tapi aku tidak bisa melupakan Viany."Ucap Gibran dan membuat Susan kecewa.
"Bagaimana aku bisa melupakan Viany jika hubungan kami sekarang adalah sebuah keluarga karena dia adalah kakak ipar ku.Aku bisa pastikan Aku benar-benar mencintai mu dan sebenarnya aku sudah lama mencintai mu."Ucap Gibran membuat Susan menatapnya tidak percaya.
"Sudah lama mencintai Ku."Beo Susan dan di angguk oleh Gibran.
"Entah kenapa setiap kali melihat mu bersama pria lain atau berdekatan dengan pria lain membuat ku sangat tidak menyukai pria itu.Seperti tadi melihat mu bersama si brengsek itu,berani-beraninya dia memperkenalkan dirinya pada ku bahwa dia adalah calon suami mu dan beraninya dia menanyakan apakah aku mantan suami mu."Ucap Gibran dengan nada cemburu.
Ya.. Tadi ketika Hendryan mengatakan ia adalah calon suami Susan, Gibran takut ia sudah tidak mempunyai kesempatan untuk membuktikan kepada Susan bahwa ia sebenarnya sudah lama mencintai Susan, hanya saja selama ini Gibran selalu ragu dengan perasaannya itu.Sampai tadi Hendryan sempat menantangnya jika Susan negatif maka Gibran harus melepaskan tangannya dan membiarkan Susan bahagia bersama nya, Gibran baru benar-benar sadar bahwa perasaan yang selama ia ragukan itu sebenarnya ia benar-benar sudah lama mencintai Susan.Entah sejak kapan perasaan itu muncul tapi yang pasti Gibran selalu cemburu ketika melihat ada pria lain berdekatan dengan Susan dan anaknya benar-benar bisa membuat Gibran cemburu.
"Jika tadi di sana tidak ada orang tua mu ingin sekali ku hajar wajah sok ganteng itu "Ucap Gibran lagi dan membuat Susan sangat senang mendengarnya apalagi Susan bisa melihat eskpresi cemburunya Gibran.
"Dan kamu..Sungguh berani sekali mempermalukan aku di depan mereka."Ucap Susan dengan pura-pura kesal.
"Maaf..Aku berkata begitu karena aku tidak ingin kamu menerima perjodohan ini."Ucap Gibran.
"Siapa juga ingin menerima perjodohan ini."Ucap Susan begitu enteng.
"Bukankah tadi kamu mengatakan kamu ingin suami seperti dia,tampan,mapan,tegas,berwibawa dan seorang pengacara lagi."Tanya Gibran.
"Aku memang berkata begitu dan itu memang benar kok , Hendryan adalah pria yang tampan,mapan,te..."
"Ihh.. Apaan kamu.."Ucap Susan mendorong Gibran jauh darinya.Karena tadi Gibran mengbungkam mulut Susan dengan mulutnya.
"Makanya jangan berani memuji pria lain di depan ku, mengerti gak calon istri Ku "Ucap Gibran mencapit pelan hidung Susan.
"Siapa juga mau jadi calon istri mu."Ucap Susan menepiskan tangan Gibran.
"Ya udah...Kalau gak mau biar Ku hamili kamu aja dulu."Ucap Gibran.
"Gibran Alvado.."Teriak Susan dengan terkejut karena Gibran langsung menindih Susan.
"Jadilah istri dan ibu dari anak-anak Ku, Aku janji aku akan membahagiakan mu dan anak-anak kita.Aku mencintai mu..Berilah aku kesempatan hidup bersama mu selamanya."Ucap Gibran menatap Susan dengan serius,lalu akhirnya Susan pun menganggukkan kepalanya dengan tersenyum yang sangat bahagia.
"Terima kasih,,Terima kasih istri Ku."Ucap Gibran lalu mencium kening Susan dan memeluknya dengan erat.
2 Minggu berlalu..
Kleck...Tiba-tiba pintu ruang rias yang ada di sebuah hotel mewah di buka oleh seseorang.
__ADS_1
"Mama."
"Tante"Panggil Viany bersamaan Susan.
"Apakah sudah siap, sekarang waktunya kita keluar,Nak."Ucap Mama Susan.
"Sudah Ma."Ucap Susan.
"Kalau begitu Ayo.."Ucap mama Susan.
Sementara di luar sana, Gibran yang dari tadi sudah berdiri di karpet merah yang panjang di lantai dengan berpakain Jas tuxedo yang dalamnya juga kemeja lengan panjang berwarna putih dan dasi kupu-kupu juga celana panjang putih dan sepatu hitam mengkilat tidak sabar menunggu Susan berjalan di atas karpet merah mendekatinya.
"Sabar Gi.."Ucap Gustian yang berdiri di sampingnya.
"Kakak macam gak pernah kayak Aku saja "Ucap Gibran dengan kesal karena sudah tidak sabar menunggu Susan.Lalu tidak lama kemudian terdengar lah musik pernikahan.
Kleck...
Bersamaan dengan suara music pernikahan pintu gereja pun di buka dan nampaklah Susan berdiri di sana bersiap-siap berjalan mendekati Gibran yang sudah dari tadi berdiri sana.
Melihat Susan bersama Papanya dengan pelan berjalan mendekatinya hati Gibran mendetak semakin cepat.
"Cantik... Bidadari Ku sangat cantik."Gumam Gibran menatap kagum kecantikan Susan hari ini.
"Gi.."Panggil Gustian lagi dan kali ini Gustian menyenggol tangan Gibran lebih kuat dari tadi.
"Apaan sich,Kak.. Ganggu orang saja,apa kakak tidak lihat bidadari ku sangat cantik."Ucap Gibran kepada Gustian tanpa mengalihkan pandangannya dari Susan.
"Kalau kamu masih tidak mau menyambut tangan Susan maka pernikahan ini akan segera di batalkan."Ucap Gustian dengan sedikit kesal.
"Hah.."Ucap Gibran dengan terkejut dan menoleh ke arah Gustian lalu ia baru sadar kalau Susan bersama Papanya sudah berdiri di depannya dan menunggu ia menyambut tangan Susan.
"Eh...Maaf.."Ucap Gibran dengan salah tingkah dan membuat orang-orang yang ada di sana tersenyum melihat tingkahnya.
"Baiklah..Mari kita mulai."Ucap pandeta yang sudah berdiri di sana ketika melihat Gibran sudah menyambut tangan Susan.
"Sayang..Kamu tahu..Saat Mas melihat kamu berjalan mendekati Mas pada saat itu..Mas sangat cemburu."Ucap Gustian mengingat saat mereka menikah,pada saat itu Viany berjalan mendekatinya tetapi matanya menatap ke arah Gibran.
"Hah.."
"Karena pada saat itu kamu berjalan mendekati Mas,tapi mata mu malah melihat ke arah Gibran."Ucap Gustian mengingatkan Viany hal itu.
"Hehehe..Maaf Mas,,karena pada saat itu aku merasa bersalah terhadap Gibran dan juga telah menyakitinya."Ucap Viany jujur.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita mengulangi sekali lagi."Ucap Gustian.
"Hah,, mengulangi apa.."Tanya Viany
"Mengulangi pernikahan kita."Ucap Gustian.
"Ngapain.."
"Karena Mas mau kamu berjalan mendekati Mas dengan mata mu sepenuhnya menatap ke arah Mas dengan penuh cinta."
"Ogah... Jangan lupa kita sudah punya anak."
"Bukankah Gibran dan Susan juga sudah punya anak,kamu lihat."Ucap Gustian dan Viany mengabaikan omongan Gustian.
"Aku sangat senang melihat mereka berdua pada akhirnya bersama."Ucap Viany.
"Yahhh..Itu karena berkat dari Mas."Ucap Gustian dengan bangga.
"Ya..Berkat dari dendam menjadi cinta..Bangga banget ya dengan keegoisan mu itu."Sindir Viany.
"Eh..Bukan gitu , Sayang."Ucap Gustian menjadi salah tingkah.
"Mas.. Aku mau ikut rebut bunga yang akan Susan lempar,Mas tunggu di sini ya sama Verbian."Ucap Viany menyerah anaknya kepada Gustian ketika melihat Susan dan Gibran sudah mengucapkan kata suci dan bersiap-siap lempar bunga yang ada di tangan Susan.
"Eh.. Ngapain kamu ikutan rebut bunga itu...Tidak boleh Sayang..Apa kamu mau nikah lagi."Cegah Gustian menahan tangan Viany.Karena Gustian pernah mendengar orang berkata jika yang dapat bunga dari sang pengantin maka dialah yang akan menikah selanjutnya.Entah benaran atau tidak dengan cerita itu Gustian tetap tidak ingin Viany ikut rebut bunga itu.Tetapi sayangnya Viany mengabaikan ucapan Gustian dan berlari ke sana melihat siapa yang akan mendapatkan bunga sang pengantin itu.
Ya.. sebenarnya Viany hanya ingin melihat bukan ingin merebut.
"Okey... Siap-siap ya..Teman-teman."Ucap Susan dan bersiap-siap memunggungi para perebut bunga dari tangannya.
"Satu...Dua....Tiga......"Ucap Susan bersama Gibran lalu melempar bunga pengantinya...Entah siapa yang mendapat bunga itu Susan berdoa orang itu akan selalu bahagia.
.
.
Hai reader.. Terima kasih ya sudah baca novel Author sampai Tamat dan dukungan kalian yang sudah menyemangati author yang sempat ingin berhenti melanjutkan cerita ini karena author sempat down saat menulis cerita ini ...😁🙏
Maaf ya jika sampai ending masih terdapat banyak typo yang salah..🙏
Juga maaf ya jika bab terakhir ini tidak seru..🙏
Dan jangan lupa novel baru author ya Cinta Kita & 1Milliar..🙏
__ADS_1
Sekali lagi Author sangat berterima kasih pada kalian yang sudah membaca novel Author ini sampai Ending...🙏