Dendam Menjadi Cinta

Dendam Menjadi Cinta
EP 66 Ketahuan


__ADS_3

Satu bulan berlalu..


Hari ini karena sudah terlalu kesal dengan sikap Gustian yang seperti seorang pengecut atau seorang penguntit akhirnya Viany menampakka dirinya langsung di depan Gustian dengan berjalan mendekati mobil Gustian yang terparkir di parkiran rumah sakit tempat Viany kerja.


Sedangkan Gustian yang merasa Viany berjalan semakin dekat dengan mobilnya ia pun jadi semakin gugup.


Tok..tok..tok..


Viany mengetuk pintu mobil Gustian.


"Turun."Ucap Viany ketika Gustian menurunkan kaca mobilnya,lalu dengan patuh Gustian pun turun dari mobilnya.


"Sayang.."Panggil Gustian yang masih menyebut Viany dengan sebutan 'Sayang'.


"Mau sampai kapan kamu jadi seorang pengecut atau sejak kapan CEO dari perusahaan AV group menjadi seorang penguntit."Tanya Viany dengan nada kesal .


"Ma.. Maksudnya."Tanya Gustian pura-pura tidak mengerti.


"Maksudnya..CK..."


"Aku tanya ..Kok Mas bisa di sini."Tanya Viany.


"Oh..itu Mas mau jengut teman Mas yang rawat di sini."Ucap Gustian dengan santai.


"Oh..Terus ngapain Mas lama-lama Di dalam mobil, bukankah Mas sudah sampai dari tadi kok gak segera turun."Tanya Viany lagi dan kali ini Gustian tidak bisa langsung menjawabnya.


"Oh itu.. Itu.."


"Itu apa.."


"Oh.. Itu tadi pas mau turun dari mobil ada email masuk ke ponsel Mas,jadi Mas cek emailnya dulu."Ucap Gustian dengan tersenyum.


"Oo..Ya udh..Kalau begitu Ayo kita sama-sama masuk jengut teman Mas ,mana tahu teman Mas itu pasien Aku."Ucap Viany lalu menarik tangan Gustian masuk ke dalam rumah sakit.


"Tung.. Tunggu Sayang."Ucap Gustian

__ADS_1


"Kenapa.."


"Itu..Itu..Mas mau ke toilet sebentar."Ucap Gustian dengan alasan.


"Ya udah kalau gitu Aku tunggu Mas."Ucap dengan santai.


"Hah..Tapi.."


"Kenapa..Mas malu kalau aku tunggu.Kalau begitu ya udah..Aku tunggu di sana saja."Ucap Viany lalu berjalan ke kursi tunggu yang ada di lobby rumah sakit.


"Haiz...Habis dah.."Batin Gustian.


"Sayang.."Panggil Gustian.


"Kenapa.."


"Baiklah..Maaf."Ucap Gustian akhirnya, karena ia tahu ia sudah ketahuan oleh Viany bahwa ia mengikuti mobil Viany tadi.


"Maaf untuk apa.."Tanya Viany pura-pura tidak mengerti.


"Hanya tadi.."Tanya Viany memincingkan matanya.


"Hah.."


"Benarkah hanya tadi saja kamu mengikuti Ku."


"Itu..Itu...Maaf."Ucap Gustian entah harus berkata apa lagi.


"Ikut Aku.."Ucap Viany lalu Gustian pun mengikuti langkah Viany.


"Duduklah.."Ucap Viany mempersilakan Gustian duduk di kursi depan meja kerjanya.


"Katakan, kenapa kamu mengikuti ku selama ini."Tanya Viany.


"Karena aku merindukan mu."Ucap Gustian dengan suara yang pelan.

__ADS_1


Ya..Sejak pergi dari rumah Viany tiada hari Gustian tidak merindukan Viany, bahkan saat ia harus ke Kota S untuk mengatasi masalah yang ada di sana ia pun masih merindukan Viany.Tetapi ia tidak berani menghubungi Viany.


Dan setelah pulang dari Kota S selama 2 minggu berada di sana, setiap hari Gustian mengikuti mobil Viany dari rumahnya ke rumah sakit dan terkadang ia juga dengan diam-diam menunggu Viany pulang kerja.Entah setelah pulang kerja Viany mampir ke mall dulu atau ke cafe atau ke restorant cari makan dulu baru pulang.


Bahkan pernah sekali di tengah malam Gustian menyetir mobilnya ke rumah Viany walaupun ia tahu Viany sudah tidur.Tetapi asal bisa berada di sana melihat kamar Viany yang memang bisa di lihat dari luar itu sudah bisa membuat Gustian sangat senang dan melepaskan rindunya kepada Viany.


Sedangkan Viany, sejak Gustian pergi dari rumah pernah sekali Viany ingin menemui Gustian.Tetapi sebelum ke rumahnya Gibran pernah bilang kepadanya bahwa perusahaan kakaknya yang ada di kota S mengalami masalah dan kakaknya sekarang masih di berada sana.


Ya.. Selama ini Viany dan Gibran masih seperti biasa saling menghubungi.Saat Viany dan Gibran janji makan malam bersama Viany pun bertanya kepada Gibran rencananya dengan Susan .


Masih seperti rencana dulu, Gibran akan bertanggung jawab atas anak yang Susan kandung tetapi Gibran tidak bisa menikahinya karena Gibran tidak ingin semakin menyakiti Susan jika hatinya masih mencintai Viany walaupun Gibran tahu sekarang yang Viany cintai adalah kakaknya.Entahlah..Entah kenapa Gibran sangat sulit melupakan Viany, bahkan Gibran pun pernah mencoba belajar melupakan Viany dan menerima Susan.Tetapi semakin ingin melupakan Viany Gibran malah semakin merindukan Viany.


Lalu Gibran pun balik bertanya rencana tentang Viany dan kakaknya.Viany berkata ia sangat mencintai Gustian dan tidak ingin berpisah dengannya apalagi Viany juga merasa bahwa sebenarnya Gustian sekarang juga benar-benar mencintainya dan itu tentu saja membuat Gibran sangat sedih ketika Viany mengatakan ia sangat mencintai kakaknya, walaupun pun begitu Gibran tetap tidak bisa melupakan Viany.Apakah itu namanya cinta mati ?


"Kenapa kamu tidak menghubungi ku jika kamu merindukan Ku atau mencari ku."Tanya Viany menatap Gustian.


"Aku takut kamu tidak mau menerima panggillan telepon dari Ku dan tidak ingin melihat ku."Ucap Gustian.


"Bodoh...Jadi kamu lebih memilih menjadi seorang pengecut atau mau ganti posisi mu menjadi seorang penguntit."Tanya Viany dengan nada kesal.


"Maaf."Ucap Gustian dengan menundukkan kepalanya.


"Huft...Kasihan sekali kamu,Nak.Jika harus mempunyai Papa yang adalah seorang pengecut, Mama jadi khawatir jika Papa tidak bisa melindungi kita kelak."Ucap Viany mengelus perutnya yang masih rata dan Gustian yang mendengar perkataan Viany ia pun mendongakkan kepalanya dan melihat seluruh ruangan Viany tetapi tidak ada orang lain selain mereka berdua.


"Sayang..Kamu sedang berbicara dengan siapa."Tanya Gustian dengan bingun karena tadi mendengar Viany bilang Nak dan Papa Mu.


"Aku berbicara dengan anak kamu.."Ucap Viany menahan senyumnya.


"Anak Aku.."Tanya Gustian masih bingun dan Viany menganggukkan kepalanya.


"Nak... Lihatlah Papa mu ini,apa dia cocok jadi seorang penguntit."Ucap Viany menundukkan kepalanya menatap perutnya dan mengelus perutnya ketika melihat Gustian masih belum mengerti apa yang ia ucapkan.


"Sayang.."Panggil Gustian yang melihat Viany mengelus perutnya.


"Kamu hamil.."Tanya Gustian.

__ADS_1


__ADS_2