Dendam Menjadi Cinta

Dendam Menjadi Cinta
EP 36 Kepedulian Gibran terhadap Gustian


__ADS_3

"Makanlah dulu,, Setelah itu jangan lupa minum obatnya dan kembali istirahat."Ucap Gustian kembali


dengan sikap dinginnya.Lalu ia pun berjalan keluar dari dalam kamarnya setelah meletakkan nampan di nakas yang tadi ia bawa.


Viany tersenyum kecut melihat Gustian kembali bersikap dingin padanya padahal baru saja Viany berharap dengan kejadian ini hubungan mereka bisa menjadi semakin baik jika Gustian benar-benar merasa bersalah padanya dan Viany pasti akan memaafkanya.Tetapi kenyataannya Gustian tidak seperti yang Viany pikirkan akan merasa bersalah padanya.


Setelah makan nasi goreng yang di buat oleh Gustian tadi dan minum coklat panas yang juga di sediakan oleh Gustian tadi Viany pun hendak segera minum obatnya lalu kembali istirahat..Tetapi termos yang berisi air putih yang ada di nakas sudah habis jadi mau tidak mau Viany harus sendiri turun ke bawa ambil air putih.


Sedangkan di lantai bawa Gibran yang juga kebetulan terjaga tadi ingin mengambil air minum di dapur tetapi saat melewati ruang kerja Gustian, Gibran pun menghentikan langkahnya melihat pintu ruang kerja Gustian sedikit buka juga lampu masih menyala .Lalu setelah ke dapur ambil air minum Gibran pun melangkah masuk ke dalam ruangan kerja Gustian dan di dalam sana Gibran melihat Gustian sedang menatap photo keluarganya,tanpa di sadari oleh Gustian,Gibran sudah berdiri di depan meja kerjanya.


"Kak.."Panggil Gibran dengan suara yang pelan tapi masih bisa di dengar oleh Gustian,lalu saat Gustian mendongak ia pun kelihatannya sedikit terkejut karena Gibran sudah berdiri di depan meja kerjanya.


"Astagaaa ,,,kapan kamu masuk ke sini kagetin kakak saja."Ucap Gustian sambil mengelus dadanya.


"Kakak sedang memikirkan apa,,apakah kakak sedang rindu Bunda dan Ayah lagi."Tanya Gibran ketika melihat tangan Gustian sedang memegang photo keluarga mereka dan duduk di kursi di depan meja kerja Gustian dan Gustian pun menganggukkan kepalanya.


"Apakah kamu tidak pernah rindu Bunda dan Ayah,Gi."Tanya Gustian kepada Gibran.


"Rindu dong.. Tetapi tidak seperti kakak saat ada masalah baru rindu Bunda dan Ayah."Goda Gibran yang sudah tahu kebiasaan Gustian jika ada masalah Gustian pasti menatap photo keluarganya.


Seperti saat orang tuanya masih hidup Gustian selalu bercerita kepada Bundanya jika ia mempunyai masalah dan sejak orang tuanya meninggal Gustian hanya bisa menatap photo mereka dan bercerita sambil menatap photo keluarganya.


"Sialan..."Umpat Gustian kepada Gibran dengan tersenyum karena ia tahu adeknya ini sedang menggodanya.


"Apa ada masalah,,sekali-kali ceritakan lah kepada Ku ,Kak.Jangan selalu pendam sendiri karena kamu tidak sendiri,Kak.Kamu masih ada Aku..Jangan selalu kamu yang tahu masalah Ku dan atasi masalah Ku biarlah sekali-kali Aku tahu apa yang sedang kamu alami walaupun kamu selalu bisa mengatasinya sendiri dan tidak perlu bantuan ku ,tetapi Ceritakan lah kepada Ku, biarlah Aku sedikit berguna bagi mu dan mengerti mu,Kak." Ucap Gibran panjang lebar.

__ADS_1


"Sejak kepergian Bunda dan Ayah,Aku tidak pernah melakukan sesuatu untuk mu,Aku tidak pernah mengerti mu,jadi kali ini ceritakan lah kepada Ku."Ucap Gibran lagi.


Gustian sangat senang ketika melihat Gibran masih begitu peduli padanya.Gustian mengira Gibran masih belum memaafkannya karena Gustian menikahi wanita yang Gibran cintai.


"Apa kamu sudah tidak marah sama Kakak lagi."Tanya Gustian.


"Kalau Aku bilang tidak marah lagi,itu bohong Kak.Mana mungkin Aku akan baik-baik saja jika setiap hari melihat wanita yang pernah ku cintai itu akhirnya menjadi kakak ipar Ku."Ucap Gibran dengan jujur.


"Maaf.."Ucap Gustian dengan rasa bersalah.


"Sudahlah.. Jangan menceritakan masalah ini lagi...Sekarang Cerita lah kepada Ku ,apa kakak ada masalah."Tanya Gibran.


"Sepertinya ini kesempatan yang baik untuk memberitahukan kepada Gibran semua."Batin Gustian.


"Gi.. Apakah kamu masih ingat saat Ayah dan Bunda meninggal saat itu." Tanya Gustian kepada Gibran.


"Apakah kamu masih ingat siapa yang akan menangani ayah dan bunda saat itu."


"Dokter Nugraha.Dokter yang paling hebat di rumah sakit kita."Ucap Gibran


"Ya benar,, Dokter Nugraha. Dokter yang sangat hebat di rumah sakit kita pada saat itu dan dia lah yang menyebabkan ayah dan bunda meninggal pada saat itu juga.l"Ucap Gustian menahan emosinya


"Apa maksud,kakak." Tanya Gibran tidak mengerti.


"Apakah kamu masih ingat saat Ayah dan Bunda sudah di bawa ke rumah sakit dan tidak segera di tangani oleh Dokter Nugraha.Padahal saat itu dari rumah sakit sudah berusaha menghubunginya beberapa kali kepadanya tetapi Dokter Nugraha tetap tidak segera datang."Ucap Gustian.

__ADS_1


"Bukankah pada saat itu Dokter Sani sudah mengatakan Dokter Nugraha sudah berusaha untuk segera sampai di rumah sakit apalagi pada saat itu Dokter Nugraha memang sedang cuti."


"Dia adalah seorang Dokter, walaupun dia sedang cuti dan ketika mendapat telepon darurat dari rumah sakit dia tetap harus segera sampai rumah sakit..Karena jika sudah mendapatkan telepon darurat dari rumah sakit ,itu sudah menyangkut nyawa orang.Kecuali dia berada di luar kota itu sudah pasti tidak akan mungkin sampai di rumah sakit pada waktu yang tepat."Ucap Gustian.


"Terus dia,,Dokter Nugraha yang hebat yang ada di rumah sakit kita itu pada saat itu ia sedang berada di rumah dan setahu kakak dari rumahnya menuju ke rumah sakit hanya membutuhkan waktu lebih kurang 30 menit.Tetapi dia, Dokter Nugraha yang hebat itu tidak sampai rumah sakit lebih dari satu jam.Ucap Gustian lagi.


"Kak.. Sebenarnya kakak ingin mengatakan apa.."Tanya Gibran,karena tiba-tiba ia merasa tidak enak.


"Kamu tahu..Jika pada saat itu Dokter Nugraha segera datang ke rumah sakit,Ayah dan Bunda tidak akan meninggal..Karena dia Dokter yang tidak peduli sudah berapa kali dari rumah sakit menghubunginya,memintanya segera datang dia masih saja tidak segera datang... Apakah kamu tahu karena keterlambatannya lah yang menyebabkan ayah dan bunda meninggal."Ucap Gustian dengan nada emosi.


"Dan apakah kamu tahu siapa Dokter Nugraha itu."Tanya Gustian menatap Gibran dan Gibran menggelengkan kepalanya.


"Dia adalah ayah Viany Nugraha,Hatton Nugraha.Ucap Gustian tiba-tiba merasa sakit di hatinya.


Deggg...


"Dokter Hatton Nugraha,adalah ayah Viany."Tanya Gibran tidak percaya.


"Jadi maksud kakak..."Jeda Gibran.


"Ya... Dokter Hatton Nugraha lah yang menyebab kan ayah dan bunda meninggal..Dia yang membunuh ayah dan bunda."Ucap Gustian akhirnya kepada Gibran.


Degggg...


Degggg....

__ADS_1


Tiba-tiba ada dua jantung manusia terkejut dengan apa yang barusan Gustian katakan.


"Dokter Hatton Nugraha" Gumam Viany yang sudah dari tadi berdiri di depan ruang kerja Gustian.


__ADS_2