
Setelah mengadakan rapat bulanan di rumah sakit Gustian kembali ke ruangannya dan memesan beberapa menu untuk makan siang nanti bersama Viany dan Gibran.
Sebenarnya sejak Gibran memilih tinggal di luar sana Gustian sangat sedih, Gustian tidak menyangka suatu hari Gibran akan memilih tinggal di luar karena dirinya ,bukan karena Gibran menikah lalu tinggal bersama keluarga kecilnya .Semenjak kepergian orang tua mereka Gustian selalu berusaha menjaga baik hubungannya dengan Gibran dan berjanji akan menjaga Gibran dengan baik.Tetapi siapa tahu kemunculan Viany di kehidupan mereka berdua ini membuat hubungan mereka berdua menjadi tidak baik.Boleh kah Gustian membenci Viany karena kemunculan Viany membuat hubunganya dengan Gibran menjadi tidak baik.
Yang satu mendekati Viany karena cinta dan yang satu lagi mendekati Viany karena dendam dan itu membuat hubungan adik beradik menjadi tidak baik lalu sebenarnya apakah Viany salah Karena telah hadir di dalam kehidupan Gibran dan Gustian.Apalagi sekarang tanpa di sadari oleh Gustian bahwa sebenarnya ia telah jatuh cinta sama Viany.
Tok..Tok..Tok..
"Masuk.."Ucap Gustian dari dalam ruangannya.
"Mas.." Panggil Viany
"Kak.." Panggil Gibran
Melihat kedatangan Viany dan Gibran bersamaan entah kenapa membuat Gustian merasakan sesuatu yang salah dan entah apa itu.
"Duduklah dulu, sebentar lagi saya sudah siap.Tetapi jika lapar makan lah dl."Ucap Gustian kepada Viany dan Gibran.
Lalu Gibran dan Viany pun memilih duduk bersamaan di sofa panjang dan melihat menu makan siang yang sudah terhidang di meja makan.
Gustian yang masih duduk di kursi kebesarannya melihat kedekatan Gibran dan Viany juga melihat mereka berdua saling melempar senyum membuatnya sangat cemburu lalu Gustian pun meninggalkan pekerjaannya yang belum siap dan segera mendekati Gibran dan Viany yang mau makan duluan.
"Makanlah sotong goreng ini,Mas tahu kamu suka makan sotong goreng jadi Mas pesan untukmu."Ucap Gustian dan mengambil beberapa sotong goreng kepada Viany."
"Terima kasih ,Mas."Ucap Viany.
Gibran yang duduk di sana hanya makan dalam diam melihat kakaknya begitu menyanyangin Viany.Entah ia harus ikut senang melihat kakaknya yang dulu tidak mudah mendekati wanita tetapi sekarang sudah mempunyai istri dan menyanyanginya atau sedih karena sekarang wanita yang masih ada di dalam hatinya itu sudah menjadi istri kakaknya.
"Gi...Kamu juga makan deh sotong gorengnya..Itu juga kesukaan mu."Ucap Viany dan mengambil beberapa sotong goreng kepada Gibran dan membuat Gibran tersenyum senang karena ternyata Viany masih ingat jika ia juga suka makan sotong goreng.
"Terima kasih,Vian."Ucap Gibran dengan tersenyum dan juga di balas oleh Viany.
__ADS_1
Gustian yang melihat Viany mengambil sotong goreng kepada Gibran,ia menahan amarahnya karena di sana yang jadi suami Viany itu adalah dirinya dan bukan Gibran tetapi kenapa wanita ini terlihat lebih peduli adiknya dari pada dirinya dan Gibran juga bukan memanggil Viany dengan sebutan kakak ipar tapi menyebut namanya..Apakah mereka berdua sedang menutupi sesuatu di belakangnya.
"Sekarang saya sudah kembali,,,apakah kakak masih yakin sekarang yang Viany cintai itu kakak."
"Jangan lupa Viany meninggalkan saya karena sahabatnya, Viany ingin saya bertanggung jawab atas apa yang telah saya lakukan terhadap sahabatnya.Tetapi sekarang sahabatnya juga memilih meninggalkan saya dan tidak ingin saya bertanggung jawab dengan menikahinya.Menurut kakak apakah Viany masih akan memilih dan menikah dengan kakak."
Tiba-tiba saja Gustian mengingatkan perkataan Gibran saat Gibran mencarinya di perusahaannya.Mengingat itu tiba-tiba Gustian menjadi takut Viany akan kembali ke sisi Gibran apalagi apa yang di katakan oleh Gibran tidak ada salahnya.
Viany menerima Gustian pada saat itu Karena Viany tidak tahu bahwa Susan juga memilih pergi dari Gibran dan tidak ingin Gibran tanggung jawab atas dirinya dan sekarang Viany sudah tahu bahwa Susan juga meninggalkan Gibran dan tidak ingin Gibran bertanggung jawab atas dirinya apakah Viany akan kembali lagi ke sisi Gibran.
Memikirkan semua itu makanan yang ada di mulutnya menjadi terasa hambar.
"Mas,,"Panggil Viany dan membuyarkan lamunan Gustian.
"Hm.."
"Jangan ngelamun aja,,Kok ngelamun sich saat lagi makan."Tanya Viany kepada Gustian.
"Mas sedang memikirkan bagaimana kalau nanti Mas sudah tidak sibuk kita pergi bulan madu ."Tanya Gustian kepada Viany.. Tetapi sayangnya itu hanya akalannya saja karena Gustian tidak akan bawa Viany pergi bulan madu.Kalaupun bawa Viany pergi bulan madu ia juga akan meninggalkan Viany sendirian di sana dan tentu saja Gustian mengatakan begitu di depan Gibran itu hanya mengingatkan kepada Gibran bahwa Viany sekarang adalah kakak iparnya jadi jangan memikirkan Viany akan kembali ke sisinya lagi.
Di rumah Viany merasa Gustian tidak peduli padanya tetapi ketika di luar Gustian kelihatannya peduli dengannya.Sebenarnya ada apa dengan Gustian.
Dan Gibran yang duduk di sana terkejut karena ternyata mereka belum pergi bulan madu.
"Bagaimana Sayang,, apakah kamu mau.."Tanya Gustian lagi .
"Lihat nanti aja ,Mas."Ucap Viany dengan tersenyum.
"Baiklah..."Ucap Gustian.
"Baiklah..Saya sudah selesai makannya...Gi.. Bagaimana dengan mu... Apakah sudah selesai makannya."Tanya Viany kepada Gibran.
__ADS_1
Entah kenapa Viany tidak ingin lama-lama bersama Gustian,mungkin ia masih kesal dengan sikap Gustian tadi pagi.
"Saya sudah selesai juga... Apakah sekarang kamu mau kembali ke ruang pratek."Tanya Gibran kepada Viany dan di angguk oleh Viany lalu Viany menoleh ke arah Gustian.
"Mas.." Panggil Viany
"Sayang..Bisakah kamu duduk dulu."Ucap Gustian tetapi Viany malah menimbang-nimbang mau duduk dulu atau tidak.
"Sayang,, Temani Mas sebentar Mas ingin bicara."Ucap Gustian lagi.
"Kalau begitu saya pergi dulu."Ucap Gibran lalu ia pun keluar dari ruangan Gustian dan meninggalkan Viany di sana bersama Gustian.
"Apakah pantas seorang istri selalu berdekatan dengan adik iparnya."Tanya Gustian tanpa basa-basi ketika melihat Gibran sudah keluar dari ruangannya dan membuat Viany terkejut dengan sikap Gustian sekarang.
Tadinya begitu lembut terhadap Viany sekarang sikapnya jadi berbeda lagi.
"Jawab Viany.."Bentak Gustian.
"Mas... Apakah kamu perlu perawatan."Tanya Viany kepada Gustian.
"Apa maksud mu.."Tanya Gustian.
"Tidakkah Mas merasa sikap Mas itu selalu berubah-ubah."Tanya Viany.
"CK....Sikap saya itu tergantung sikap mu, Viany."Ucap Gustian.
"Benarkah...Terus ada apa dengan sikap saya."Tanya Viany.
"Sejak kita menikah saya merasa kamu bukan Gustian yang saya kenal."Ucap Viany.
"Apakah Mas tidak merasa hubungan kita sekarang itu tidak seperti sepasang suami istri.. Kenapa setelah kita menikah semua menjadi beda."Tanya Viany lagi.
__ADS_1
"Jika Mas menyesal menikahi saya maka ceraikanlah saya sekarang juga."Ucap Viany.
Deggg......