
Sampai berapa lama,, Aku tidak mau menunggu yang tidak pasti,Gi."Ucap Susan.
Degggg...
"Apa maksud mu,San."Tanya Gibran yang masih menggendong Viden sejak dari tadi.
"Kamu sendiri bisa mengerti apa maksud Ku."Ucap Susan.
"Baiklah.. Kalau begitu mari besok kita ke KUA."Ucap Gibran tiba-tiba dan tentu saja membuat semua orang yang ada di sana terkejut.
"Kamu yakin.."Tanya Susan memastikan.
"Sangat yakin,,Aku tidak mau kehilangan mu ,jadi kamu hanya milikku."Ucap Gibran dengan mantap dan menatap serius pada Susan
"Tapi sayangnya Aku tidak yakin."Ucap Susan dengan santai.
"San.."Panggil Gibran dengan suara yang pelan dan memegang bahu Susan.
"Gibran.."Panggil Papa Susan dan Gibran pun menoreh ke arahnya.
"Bukankah kamu dan Susan bercerai karena kalian tidak cocok,jadi kenapa kamu masih mau rujuk dengan Susan."Tanya Papa Susan.
"Maaf Om, dulu aku yang salah dan aku sekarang berusaha menjadi suami yang Susan hendaki."Ucap Gibran.
"Menjadi suami yang Susan hendaki."Ucap ulang Papa Susan dan Gibran menganggukkan kepalanya.
"Jadi suami seperti apa yang kamu hendaki,San"Tanya Papa Susan.
"Seperti Hendryan Pa,Tampan,mapan dan seorang pengacara lagi."Ucap Susan dan tentu saja itu membuat Hendryan tersenyum menang tapi tidak bagi Gibran dan kata-kata itu memang sengaja Susan lontarkan.
"Maaf,,karena memanfaatkan anda."Batin Susan juga tersenyum pada Hendryan.
"Tapi Gibran juga tak kalah buruk dari Hendryan."Ucap Papa Susan entah kenapa ia jadi lebih suka Gibran menjadi menantunya atau karena ia merasa karena ada anak di antara mereka dan memang tetap lebih baik jika Gibran dan Susan bisa kembali bersama.
Apalagi mengenai keluarga Gibran, Papa Susan nya sangat tahu.
"Pa.."Tegur mama Susan.
Mama Susan bukan tidak suka Gibran hanya bagaimana pun malam ini mama Susan lah yang mengajak anak teman sosialitanya berkenalan dengan Susan dan tentu saja ingin menjodohkan mereka berdua juga.
__ADS_1
"Ya memang,,tapi setelah melihat Hendryan, Susan merasa Hendryan lebih wibawa dan tegas."Ucap Susan yang memang benar adanya.Buktinya tadi Hendryan dengan tegas mengatakan bahwa ia adalah calon suami Susan dan sengaja bertanya Gibran adalah mantan suami Susan, walaupun perjodohan ini belum di resmikan mereka berdua akan bersama.Dan tentu saja itu juga untuk Gibran agar ia lebih tegas mengambil keputusannya bila Gibran benar-benar ingin menikahinya dan melupakan Viany,bukan hanya membuat menunggu entah sampai kapan.
Dan perkataan Susan itu membuat Hendryan semakin semangat untuk mendapatkan Susan, sedangkan Gibran..
"Ya,, terserah kamu saja jika Hendryan adalah suami yang kamu inginkan,Papa hanya ingin melihat putri Papa bahagia bersama suaminyanya kelak."Ucap Papa Susan.
"San, bukankah kamu sudah berjanji akan rujuk dengan ku setelah kita..."Jeda Gibran dan membuat orang-orang yang ada di sana penasaran.
"Kalian kenapa.."Tanya Mama Susan.
"Itu...Hanya menunggu beberapa hari lagi jika Susan.."Jeda Gibran lagi.
"Kalau ngomong jangan putus-putus gitu, Gibran."Ucap Papa Susan dengan kesal dan sebenarnya Susan juga penasaran apa yang hendak Gibran katakan.
"Baiklah... Setelah beberapa hari lagi jika hasil tespack Susan positif maka kami akan rujuk kembali."Ucap Gibran dan tentu saja membuat semua orang yang ada di sana terkejut.
"Positif,, maksud mu kalian berdua..."Jeda Mama Susan dan di angguk oleh Gibran.
"Ya..Jika Susan positif hamil,saya janji bagaimana pun saya akan menikahi Susan dan tidak akan melepaskannya lagi.Saya akan berusaha menjadi suami yang Susan hendaki mencintainya dengan sepenuh hati."Ucap Gibran dengan mantap dan membuat kedua bola mata Susan semakin besar.
"Hamil..."Batin Susan.
Tapi tentu saja Gibran beda dengan Gustian.Gibran berkata begitu karena ia sadar bahwa sebenarnya ia sudah mulai mencintai Susan dengan kebiasaan yang ia lakukan sekarang.Seperti biasa orang bilang cinta akan hadir karena terbiasa.
"San.."Panggil mama Susan dan tentu saja semua orang yang ada di sana menatap Susan.
"Gibran Alvado,Kamu.."Panggil Susan menatap tajam Gibran.
"Ini adalah janji Kami,jadi saya yakin Susan pasti hamil karena...Karena kami tidak melakukan sekali saja ."Ucap Gibran memotong perkataan Susan dengan Santai.. Sangat santai dan tanpa malu.
"Astagaaa...Hal konyol apa lagi yang kalian berdua lakukan."Ucap Papa Susan mengelus dada.
"Kamu..."Tunjuk Papa Susan kepada Susan.
"Maaf ..Pak Mail,Bu Vero..Kami sama sekali tidak tahu kalau mereka berdua.."Jeda Papa Susan karena tidak tahu harus berkata apa lagi.
"Jujur,,Saya sangat kecewa, Jeng."Ucap ibu Hendryan kepada mama Susan.
"Maaf Jeng.."Ucap Mama Susan.
__ADS_1
"Padahal anak saya tidak keberatan jika Susan sudah mempunyai anak.Lihatlah tadi dengan tegas Hendryan berkata ia adalah calon suami Susan, tapi nyatanya.."
"Maaf Jeng.."Hanya itu yang bisa mama Susan ucapkan.
"Saya akan menunggu hasilnya, jika Susan negatif saya harap kamu lepas tangan dan membiarkan Susan bahagia bersama saya."Ucap Hendryan tiba-tiba dan membuat semua orang yang ada di sana terkejut.
"Nak.."Panggil ibu Hendryan.
"Saat pertama kali saya melihat Susan,saya sudah jatuh cinta samanya pada pandangan pertama,Bu.Jika memang Susan hamil saya akan lepas tangan tetapi jika Susan tidak hamil saya ingin berjuang mendapatkan Susan,Bu."Ucap Hendryan kepada ibunya.
"Jadi bagaimana,apakah anda berani menantang tantangan ini."Tanya Hendryan kepada Gibran.
"CK.. Omongan apa itu..Menurut Mu emang Susan itu orangnya susah hamil...Lihat anak kami ini..Hanya cukup..."
"Cukup !!!" Ucap Susan memotong perkataan Gibran.
"Sangat memalukan...Kalian berdua menganggap saya ini apa,sebuah taruhan yang sangat menyenangkan kah."Tanya Susan kepada Gibran dan Hendryan.
"Dan kamu... Ikut saya."Ucap Susan menunjuk Gibran dan memintanya keluar dari restaurant bersamanya setelah pamit dengan orang-orang yang ada di sana dan tentu saja Gibran juga pamit kepada rekan kerjanya yang sedang menunggunya di sana.
.
.
"Apakah kamu sudah puas menghancurkan acara perjodohan Ku."Tanya Susan ketika ia dan Gibran sudah sampai di rumahnya.
"Puas.. Sangat puas malah."Ucap Gibran dengan sangat santai dan mendudukkan dirinya di sofa setelah membiarkan Viden bersama asisten rumah tangga Susan di dalam kamar menemani Viden.
"Tenanglah..Aku akan bertanggung jawab dengan kegagalan perjodohan mu."Ucap Gibran lagi.
"Jadi menikahlah dengan Ku dan besok kita akan ke KUA dulu."Sambung Gibran lagi.
"Apa.."Ucap Susan dengan terkejut.
"Menikah lah dengan ku ,San..Aku mencintai mu, sekarang aku benar-benar mencintai mu..Jadi aku mohon beli aku kesempatan untuk membahagiakan mu dan Viden."Ucap Gibran menatap Susan dengan serius.
"Benarkah kamu sudah mencintai Ku dan sudah melupakan Viany."Tanya Susan tetapi Gibran menggelengkan kepalanya.
"Maaf..Aku tidak bisa melupakan Viany."Ucap Gibran.
__ADS_1
Deggggg...