
Setelah sampai di rumah sakit Gibran pun mengatar surat resignnya kepada kepala rumah sakit dan mengatakan kepada kepala rumah sakit ia akan memperdalam ilmu kedokterannya di Jepang.
"Sangat di Sayang Kan,kamu dan Viany adalah dokter yang terbaik di rumah sakit ini tetapi saya akan tetap mendukung kalian berdua ingin memperdalam ilmu kedokteran kalian."Ucap Kepala rumah sakit.
"Semoga suatu hari kalian akan kembali ke rumah sakit ini menjadi dokter lagi."Sambungnya.
"Terima kasih ,Pak ."Ucap Gibran.
"Pak,, apakah Viany ada bilang dia akan ke mana memperdalam ilmu kedokteran nya."Tanya Gibran.
"Katanya ingin menetap di jakarta."Ucap Kepala rumah sakit.
"Baik Pak, terima kasih...Saya pamit."Ucap Gibran buru-buru keluar.
"Tunggu saya Viany..Saya akan mencari mu di sana."Batin Gibran dengan semangat.
.
.
"Kak,saya besok mau ke Jakarta."Ucap Gibran tiba-tiba saat sedang makan malam bersama Gustian .
"A..Apa.."Ucap Gustian terkejut, kenapa Gibran mau ke Jakarta bukankah tadi pagi Gibran bilang akan ke Jepang dan sekarang kenapa mau ke Jakarta.Apakah Gibran sudah tahu bahwa Viany ada di Jakarta.
"Saya sudah tahu Viany sekarang di Jakarta belajar ilmu kedokteran,Kak."Ucap Gibran dengan tersenyum.
"Jadi..."
"Ya,,saya mau ke sana menemuinya ."Ucap Gibran lagi.
"Gibran.."
"Saya akan tetap menemui nya ,Kak."
"Apakah kamu sudah tahu alamat tempat tinggal nya."Tanya Gustian kepada Gibran.
"Belum Kak,tapi saya akan ke sana mencarinya."
Gustian hanya diam saja tidak mengatakan apa-apa.
"Maaf Gibran.."Batin Gustian.
Setelah selesai makan Gustian masuk ke ruangan kerjanya dan menelepon seseorang di seberang sana.
__ADS_1
"Bawa wanita itu ke suatu tempat,besok saya akan ke sana."Ucap Gustian kepada seseorang di seberang sana.
Dua hari yang lalu Gustian sudah mendapatkan informasi dari orang suruhannya bahwa ia sudah menemukan tempat tinggal Viany.
"Baik Pak."
Keesokan harinya Gibran sudah bersiap-siap berangkat ke Jakarta.Sebelum berangkat ke sana Gibran pun pamit dengan Gustian.
"Maaf Gibran."Batin Gustian.
Lalu tak berselang lama Gustian pun bersiap-siap ke keluar dari rumahnya juga.
.
.
.
Setelah sampai di Jakarta Gibran pun mencari hotel terlebih dahulu dan istirahat sejenak.Lalu Gibran pun menelepon seseorang untuk mencari informasi Viany.
"Semoga saya bisa mencari mu , Viany."Batin Gibran .
Sementara di tempat lain,di sebuah perumahan elit, Viany yang baru sadar dari pingsannya menatap seisi kamar dengan ketakutan.
Lalu baru saja ia menurunkan kakinya ke bawa ranjang tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dari luar .
Klekk....
"Kamu.."Ucap Viany terputus karena ia merasa tidak asing wajah pria itu yang baru masuk ke dalam kamar , tetapi Viany tidak mengingat di mana mereka pernah bertemu.
"Ternyata kamu sudah sadar.."Ucap pria itu.
"Kamu siapa, Kenapa saya bisa di sini dan ini di mana."Tanya Viany.
"Kenalkan saya Tian dan kamu berada di rumah saya."Ucap Gustian mengenalkan dirinya dengan mengulurkan tangannya kepada Viany.Tetapi Viany masih diam menatap uluran tangan Gustian di depannya tanpa membalas uluran tangan Gustian.
Gustian melihat Viany masih diam tanpa membalas uluran tangannya ia pun menarik kembali tangannya dan memasukan ke dalam saku celananya.
"Saya menemukan mu saat melihat seseorang ingin membawa mu ke dalam mobilnya di saat kamu tidak sadarkan diri."Ucap Gustian dengan santai.
Dan Viany pun mengingat kembali saat ia keluar dari sebuah super market di dekat tempat tinggalnya sepertinya ada seseorang memukulnya dari belakang lalu ia tidak mengingat apa-apa lagi dan setelah bangun ia sudah berada di sini dan masih merasakan sedikit sakit di belakang punggungnya.
"Terima kasih karena telah menyelamatkan saya."Ucap Viany dan di angguk oleh Gustian.
__ADS_1
"Kalau begitu saya pamit."Ucap Viany beranjak dari ranjang.
"Tunggu,, Apakah kamu sudah merasa baik-baik saja."Tanya Gustian.
"Hm,,Saya sudah baik-baik saja."Ucap Viany.
"Tapi... Apakah kamu sekarang mau pulang rumah mu ."
"Ya.."
"Apakah tempat tinggal mu di Jakarta."Tanya Gustian.
"Maksudnya..."Tanya Viany tidak mengerti.
"Hmm...Maaf..Karena saya tidak tahu kamu tinggal di mana jadi...Saya..Bawa kamu pulang ke rumah saya dan....Rumah saya ini di kota Bandung."Ucap Gustian panjang lebar.
"Hah..."Ucap Viany dengan terkejut.
"Jadi...Saya sekarang berada di kota Bandung."Tanya Viany dan di angguk oleh Gustian.
Lalu Viany mencari tas nya tetapi tidak ada di sana.
"Apakah kamu melihat tas saya."Tanya Viany kepada Gustian dan Gustian pun menggelengkan kepalanya.
Viany duduk kembali ke tempat ranjangnya dan memijit keningnya.
"Apakah kamu baik-baik saja."Tanya Gustian.
"Saya tidak apa-apa."Ucap Viany.
"Kamu tenanglah,nanti saya akan antar kamu kembali ke Jakarta ,,Tetapi....Maaf... Sepertinya kamu harus tunggu beberapa hari lagi karena saya ada beberapa hal harus segera di atasi di sini ."Ucap Gustian dan Viany tidak menjawabnya, kepalanya menunduk ke bawah.
"Kamu tenanglah saya tidak akan berbuat apa-apa terhadap mu."Ucap Gustian ketika ia dan Viany diam sesaat.
"Maaf,,Saya tidak bermaksud begitu,Tetapi apakah tidak mereportkan mu."Ucap Viany menatap Gustian.
"Sama sekali tidak,karena saya tinggal sendirian di sini."Ucap Gustian.
"Baiklah kalau begitu terima kasih dan maaf telah mereportkan mu."Ucap Viany.
"Baiklah kalau begitu,,, apakah kamu sekarang mau makan siang bersama saya,karena saya tadi sudah pesan makanan."Ucap Gustian dan di angguk oleh Viany.
Lalu Gustian dan Viany berjalan keluar dari kamarnya dan menuju ke ruang makan.Viany dan Gustian makan dalam diam.
__ADS_1
"Awal permulaan."Batin Gustian menatap diam ke arah Viany yang sedang makan.