Dendam Menjadi Cinta

Dendam Menjadi Cinta
EP 55 Sebuah Kejutan


__ADS_3

Masih di hari yang sama,hari ini Viany rencananya mau kembali ke rumah Gustian ambil mobilnya di saat waktu makan siang karena Viany yakin Gustian pasti tidak ada di rumah di waktu siang ini.Entahlah..Entah kenapa Viany sekarang tidak ingin bertemu dengan Gustian.


Pada malam itu saat Gibran membawa Viany pergi dari rumahnya, Viany mengikuti mobil Gibran menuju apartementnya dan hari inilah baru Viany berencana kembali ke rumah Gustian ambil mobilnya.Tetapi siapa sangka saat Viany sudah berada di depan rumah Gustian,Viany melihat mobil Gustian terparkir di garasi.


"Apakah Gustian hari tidak masuk kerja."Batin Viany dengan mengernyitkan keningnya lalu tanpa banyak pikir lagi Viany pun segera masuk ke dalam rumah Gustian.


Tok..tok..tok... Viany mengetuk pintu rumah Gustian.Saat Gibran mendadak bawa Viany pergi dari rumahnya Viany tidak membawa apa-apa pun hanya baju yang di pakai oleh Viany dan ponsel yang kebetulan saat itu Viany pegang ,kunci rumah Gustian dan kunci rumah Viany juga dan kunci mobilnya Viany tidak membawanya karena saat itu Gibran langsung membawanya pergi dari sana dan mengikuti mobil Gibran.Jangan tanya jika pada saat itu Viany tidak membawa baju lalu bagaimana caranya Viany menggantikan bajunya selama beberapa hari ini, gampang deh...Asal punya uang semuanya serba gampang,bukan.Apalagi zaman sekarang tinggal klick sesuatu di ponsel saja maka yang kita inginkan sudah bisa segera dapat,bukan.Intinya asal ada uang semuanya serba mudah.


Kleck...Pintu rumah Gustian di buka oleh Gustian sendiri karena bibi sedang sibuk di kamar belakang gosok baju Gustian.


Deggggg...


Gustian tertegun ketika melihat tamu yang berdiri di depannya itu ternyata adalah istrinya dan tentu saja itu membuat Gustian sangat senang dengan kehadiran Viany.


"Sayang,,Kamu pulang.."Ucap Gustian lalu tanpa basa basi Gustian pun memeluk Viany dengan erat karena Gustian benar-benar sangat senang jika Viany mau kembali ke rumahnya lagi,lebih tepatnya mau kembali ke sisinya lagi karena Gustian sangat merindukan Viany.


"Aku merindukan mu,Sayang."Ucap Gustian yang masih memeluk Viany dengan erat.


Sedangkan Viany ia tertegun mendengar Gustian memanggilnya dengan sebutan 'Sayang' tadi dan sekarang Gustian juga memeluknya dan berkata ia merindukan Viany.


"Apakah kamu benar-benar sudah mencintai ku Mas atau hanya merasa bersalah seperti yang pernah ku lakukan untuk mu."Batin Viany.

__ADS_1


"Ekhem.."Viany berdehem lalu dengan pelan ia melepaskan pelukan dari Gustian.


"Maaf Mas,Aku ke sini mau ambil kunci mobil ku."Ucap Viany dengan suara yang pelan dan itu membuat Gustian diam menatap Viany.


"Ambi kunci mobil.. Apakah setelah itu Viany akan pergi lagi."Batin Gustian.


Lalu tanpa banyak berkata lagi Viany melalui Gustian yang masih berdiri diam di sana dan masuk ke dalam mengambil kunci mobilnya,tetapi saat Viany sudah berada di depan kamar Gustian Viany berdiri diam sejenak sebelum masuk ke dalam kamar Gustian.


Setelah menghelakan napasnya Viany pun memutar ganggang pintu kamar Gustian dan masuk ke dalam mengambil kunci mobilnya yang biasa ia simpan di nakas samping tempat tidur.Setelah ambil kuncinya Viany pun hendak segera pergi dari sana, tetapi saat membalikkan badannya Viany terkejut karena Gustian sudah berdiri di belakang pintu kamarnya sedang menatapnya dengan sendu.


"Apakah kamu akan pergi lagi, Viany."Tanya Gustian.


"Sekarang Aku harus segera kembali ke rumah sakit lagi."Ucap Viany dan hendak melangkah kan kakinya keluar dari kamar Gustian tetapi Gustian menahannya dengan memegang lengannya.


"Apakah kamu sudah makan siang."Tanya Gustian lagi .


"Nanti Aku akan makan siang di rumah sakit."Ucap Viany lalu melepaskan tangan Gustian dari lengannya dan melanjutkan langkah kakinya keluar dari kamar Gustian.


"Kembali lah,,tidak baik jika seorang istri hanya tinggal berdua dengan adik iparnya."Ucap Gustian menghentikan langkah Viany.


"Aku tahu dan sekarang Aku tidak tinggal di apartement Gibran lagi."Ucap Viany.

__ADS_1


"Terus sekarang kamu tinggal di mana."Tanya Gustian.


"Aku masih punya rumah di kota sini,Mas."Ucap Viany lalu ia pun segera pergi dari sana dan meninggalkan Gustian masih diam berdiri diri di sana.


Walaupun Gustian tidak mengejar atau menahan Viany lagi tanpa Viany sadari Gustian tersenyum senang ketika tahu Viany sudah tidak tinggal di apartement Gibran lagi dan sepertinya Gustian tiba-tiba mendapat sebuah ide lalu merencanakan sesuatu .


"Tidak apa jika kamu sekarang tidak mau kembali dan tinggal bersama ku di sini dan lebih memilih tinggal di rumah mu sendiri walaupun kamu tidak tinggal bersama Gibran lagi, bagaimana pun kita masih suami istri sah.Jadi...Biarlah Aku yang tinggal di rumah mu dan tinggal bersama mu di rumah mu saja,Viany."Batin Gustian dengan tersenyum lalu ia pun bergegas mengemasi beberapa keperluannya dan memasukan ke dalam tasnya lalu bersiap-siap pergi dari rumahnya.


"Bi.."Teriak Gustian memanggil Bibi saat ia sudah berada di lantai bawah.


"Iya Den."Ucap bibi ketika sudah berada di dekat Gustian.


"Bi,,saya titip rumah ya.. Saya akan pergi beberapa hari..Jika ada apa-apa segera hubungi saya,Bi."Ucap Gustian dan di angguk oleh Bibi.


"Baik Den, hati-hati Den.."Ucap Bibi yang mengira Gustian akan keluar kota mengurus pekerjaannya seperti biasanya.


"Baiklah.. Kalau begitu saya pergi dulu ,Bi."Ucap Gustian lalu segera beranjak dari sana.


Hari ini Gustian memilih untuk tidak masuk kerja karena semalam ia hanya tidur beberapa jam saja dan saat bangun pagi Gustian merasa sedikit pusing jadi ia memilih untuk tidak ke kantornya dan istirahat di rumah jika perlu Gustian kerja di rumah saja. Gustian tidak bisa tidur karena memikirkan kata-kata Viany saat sudah berada di depan pintu apartement Gibran.Kenapa Viany ingin bercerai dengannya, apakah Viany sudah tidak mencintainya lagi dan sekarang Viany ingin kembali mencintai Gibran.Lagian seperti yang pernah Gibran katakan Susan tidak memerlukan Gibran bertanggung jawab dengan apa yang telah terjadi di antara mereka berdua malah Susan sekarang memilih meninggalkan Gibran juga,itulah yang membuat Gustian tidak bisa tidur Semalam karena juga takut Viany akan kembali ke sisi Gibran.


Lalu siapa sangka bahwa siang ini Viany akan ke rumahnya ambil mobilnya dan ia jadi tahu Viany sekarang tidak tinggal bersama Gibran lagi tetapi tinggal di rumahnya sendiri lalu ia mempunyai kesempatan untuk dekat dengan Viany.Biarlah ia menggunakan caranya sendiri untuk berjuang untuk mendapati Viany lagi seperti yang pernah Viany lakukan untuknya saat mencoba menghindari Gibran agar tidak terlalu dekat dengan Gibran lagi karena mengingat statusnya adalah istrinya.

__ADS_1


Gustian tahu Viany sekarang tidak ada di rumah dan masih kerja tapi itu tidak akan menghalanginya ke rumah Viany, walaupun ia tidak memiliki kunci rumah Viany masih ada bibi di rumahnya,bukan.Seperti semalam Viany pulang ke rumahnya juga tidak membawa kunci rumahnya karena Bibi ada di rumah dan membuka pintu untuknya.


__ADS_2