
Hari ini adalah hari kebahagian Gustian dan Viany.Semenjak Gustian menegaskan ia akan menikahi Viany, Gibran memilih tidak ingin tinggal bersama Gustian lagi dan Gibran tinggal di sebuah apartment yang baru ia memberinya.Juga selama itu Gustian tidak melihat keberadaan Gibran tetapi tentu saja Gustian tetap tahu semua yang di lakukan oleh Gibran di luar sana dari orang suruhannya.
Dan setiap hari Gustian pun tahu Viany dan Gibran selalu bertemu karena sekarang mereka berdua kembali bekerja di rumah sakit yang sama yaitu rumah sakit yang dulu mereka berdua kerja.
Ya,, Gustian menyetujui Viany kembali bekerja tetapi dengan syarat harus bekerja di rumah sakit keluarga Alvado yaitu rumah sakit yang dulu Viany kerja dan Viany pun setuju dengan syarat yang di belikan oleh Gustian.
Gustian juga tahu Gibran masih berusaha agar Viany kembali ke sisinya dan itu membuat Viany selalu merasa bersalah terhadap Gibran dan itulah yang di inginkan oleh Gustian membiarkan hati Viany tidak merasa baik-baik saja dan selalu merasa bersalah.
"Di mana Gibran,Tian..Kenapa dari tadi kakek tidak melihatnya."Tanya Kakek kepada Gustian yang sudah bersiap-siap.
"Mungkin sudah berada di tempat acara,Kek."Bohong Gustian karena ia sendiri juga tidak melihat Gibran dari tadi ,lebih tepatnya sudah lama tidak melihat Gibran.
Sebenarnya Gustian sedikit khawatir Gibran akan nekat membawa Viany pergi darinya mengingat Gibran masih tidak menyerah agar Viany kembali ke sisinya.
Saat acara sudah mau mulai entah kenapa Gustian merasa tegang ,Kakeknya melihat ketegangan Gustian ia tersenyum senang.Cucunya ini sejak kepergian kedua orang tuanya ia bersikap dingin terhadap wanita mana pun bahkan tidak segan menolak wanita yang ingin mendekatinya termasuk Rebecca.
Kakeknya tahu Rebecca mencintai Gustian tetapi Gustian tidak mencintainya malah merasa risih ketika Rebecca ingin mendekatinya.Tetapi sekarang lihatlah cucu nya yang bersifat dingin dan arrogant ini tidak bisa berdiri dengan tenang menunggu sang pengantin yang akan berjalan mendekatinya.
Sementara di ruangan hias pengantin,entah kenapa Viany tiba-tiba memikirkan Gibran, apakah Gibran akan baik-baik saja mengingat beberapa hari yang lalu di rumah sakit Gibran tidak terlihat baik-baik saja dan apakah Gibran akan hadir di acara pernikahannya bersama kakaknya.
"Sayang,,Ayo sudah waktunya kita keluar."Ucap Tante Viany dan di angguk oleh Viany.
Saat sudah waktunya Viany memasuki acara pernikahannya dengan pelan Viany melangkahkan kakinya berjalan di atas karpet panjang berwarna merah dan di gandeng oleh Pamannya yang mengwakili ayah Viany.
__ADS_1
Gustian tertegun melihat kecantikan Viany yang sedang berjalan mendekatinya tetapi saat ia sadar mata Viany sedang melihat seseorang berdiri di samping kakeknya tanpa sadar Gustian mengepalkan tangannya menahan rasa cemburunya apalagi melihat mereka berdua saling bertatapan seperti....Ahh hanya Gustian yang tahu saja seperti apa.
"Sejak kapan Gibran berada di sini..."Batin Gustian entah kenapa tiba-tiba ia tidak suka keberadaan adiknya sendiri saat ia menikah.
Setelah Viany sudah berada di depan Gustian,paman Viany menyerahkan tangan Viany ke tangan Gustian.
"Saya serahkan Viany kepada mu ,Nak.Bahagiakan,mencintai dan menyanyangilah ia sebagai istrimu.Jika suatu hari kamu tidak mencintainya lagi kembalikan lah kepada saya dengan baik-baik seperti saya sekarang menyerahkan ia kepada mu dengan baik-baik."Ucap Paman Viany kepada Gustian.
"Kedua orang tuanya sudah tidak ada di sampingnya hanya kami yang ia punya jadi Paman harap jagalah Viany dengan baik-baik,jika terjadi perbedaan pendapat atasilah dengan kepala dingin."Ucap Paman Viany lagi.
"Baik Paman..Terima kasih sudi menyerahkan Viany kepada saya."Ucap Gustian mengenggam tangan viany dan menatap Viany dengan tersenyum.
Gibran yang masih berdiri di samping kakeknya melihat semua itu hatinya sangat sakit melihat wanita yang masih ada di dalam hatinya menikah dengan kakaknya sendiri dan akan memanggilnya kakak ipar bukan seperti dulu lagi memanggil Sayang.
Waktu berlalu dengan cepat,acara pernikahan Gustian dan Viany berjalan dengan lancar dan semua tamu yang di sana pun sudah mulai pergi satu per satu.
Malam pun sudah semakin larut, Viany yang dari tadi sedang menunggu Gustian di kamar hotel yang di booking oleh kakeknya untuk sepasang pengantin baru pun belum muncul di hadapannya.
"Apakah para tamu belum pulang semua, kenapa sampai sekarang Tian belum masuk kamar."Batin Viany.
Dan Gustian yang sedang berada di sebelah kamar Viany sedang duduk menatap ponselnya.Gustian sedang menatap photo kedua orang tuanya.
"Ayah ,Bunda.Tian sudah menikah tetapi bukan dengan wanita yang Tian cintai, sekarang wanita itu sudah berada di tangan Tian dan saatnya Tian membalaskan dendam kalian.Tetapi mohon maafkan Tian karena Tian telah menyakiti Gibran dan sampai sekarang Gibran masih marah pada Tian dan memilih tinggal di luar.Tetapi tenanglah walaupun Gibran masih marah pada Tian,Tian tetap akan selalu mengawasi Gibran dalam diam."Batin Gustian lalu ia pun segera membersihkan dirinya dan tidur tanpa memikirkan Viany yang sedang menunggunya.
__ADS_1
Keesokan harinya tanpa menunggu Viany atau mengabari Viany Gustian pulang sendiri ke rumahnya tanpa membawa membawa Viany pulang.
Dan Viany yang dari tadi sudah bangun dan membersihkan dirinya masih menunggu Gustian di dalam kamarnya.
Semalam baik dari sanak keluarga Viany maupun dari sana keluarga Gustian mereka tidak menginap di hotel karena setelah acara pernikahan Gustian dan Viany selesai mereka memilih segera pulang ke rumah mereka oleh karena itulah dengan mudahnya Gustian melakukan aksinya menyakiti Viany.
Setelah lama menunggu Gustian, akhirnya Viany memilih menelepon Gustian.
"Hallo.."Ucap Gustian di seberang di sana
"Mas,kamu sekarang di mana.."Tanya Viany kepada Gustian di seberang sana.
"Saya sedang sarapan di rumah, apakah kamu sekarang mau pulang..Jika sekarang kamu mau pulang saya minta Pak Aman pergi menjemput mu."Ucap Gustian dengan santai tanpa beban.
Viany yang masih di hotel dan mendengar apa yang di katakan Gustian barusan membuat ia tidak percaya apa yang sudah Gustian lakukan.
Sedang sarapan di rumah tanpa membawa istrinya yang baru ia nikahi pulang kerumahnya.
Tanpa di undang air mata Viany jatuh begitu saja.
"Mas,, Kenapa kamu tidak membawa saya pulang bersama mu.."Tanya Viany kepada Gustian dengan nada yang sedih.Gustian yang mendengar nada sedih Viany ia tersenyum jahat karena ia berhasil membuat Viany sedih.Tetapi sebenarnya di lubuk hatinya Gustian tidak tega menyakiti Viany.
"Bersiap-siap lah,saya akan meminta Pak Aman menjemput mu sekarang."Ucap Gustian dan langsung menutup panggillan telepon dari Viany.
__ADS_1