
Gustian yang sedang mengerjakan pekerjaannya di ruangan kerjanya berhenti sejenak ketika ia mendapatkan notifikasi WA dari orang suruhannya yang biasanya mengawasi Gibran.
Setelah membukakan chat WA dan ternyata chat itu berupa sebuah photo Gibran dan Viany saling berpelukan.Gustian menatap photo itu dengan muka datarnya lalu ia memperbesar photo itu melihat wajah Viany dan ternyata dalam photo itu Viany yang memeluk Gibran sedang memejamkan matanya dan mengeluarkan air matanya.
Saat melihat air mata Viany Gustian merasakan sesuatu yang aneh di hatinya tetapi ia mengabaikan perasaan itu lalu keluar dari chat WA nya dan melanjutkan pekerjaannya.
.
.
Keesokan harinya Gibran yang baru sampai di rumah sakit dan masuk ke ruangan prakteknya mendapati mejanya ada sebuah surat dan surat itu dari Viany.
Dengan bingun Gibran pun membuka surat itu setelah ia duduk di kursinya.Semalam saat Gibran menunggu Viany di teras rumah sakit,Viany masuk ke dalam ruangan Gibran dan meletakkan surat itu di meja Gibran.
To : Gibran Alvado.
Maafkan saya jika saya pamit dengan cara ini.Saya tahu kamu tidak suka saya mengatakan pisah dari mu tetapi...Maafkan saya tetap melakukannya dan tanpa mengatakan kepada mu terlebih dahulu bahwa hari ini saya akan pergi dari kota ini .
Gibran,, jangan cari saya lagi,,jalani kehidupan mu dengan baik dan bahagia bersama keluarga kecilmu kelak.Kasih Susan kesempatan untuk hadir di hati mu demi anak kalian , percayalah cinta akan tumbuh karena terbiasa.Saya juga percaya dengan kehadiran anak kalian akan membuat hubungan mu dan Susan akan semakin dekat.
Saya harap jika suatu hari kita bertemu kembali kamu sudah bahagia dengan keluarga kecil mu.
Berjanjinlah dengan saya ,kamu akan selalu bahagia.
__ADS_1
Saya akan selalu mendoakan mu.
Viany Nugraha.
Setelah membaca surat dari Viany, Gibran segera pergi dari rumah sakit dan menuju ke rumah Viany.Dalam perjalanan ke rumah Viany, Gibran terus menerus menghubungi no ponsel Viany.Tetapi yang jawab adalah operator telepon karena Viany sudah mematikan ponselnya.
Tak berselang lama Gibran pun sudah sampai di rumah Viany.
"Viany..."Teriak Gibran di depan pagar rumah Viany.
"Viany...Buka pintunya."
"Viany..."
Lalu ada seorang wanita paru baya yang tinggal bertetangga dengan Viany berjalan mendekati Gibran saat mendengar teriakan Gibra di rumah Vinay memanggil Viany ,Lalu wanita paru baya itu mengatakan kepada Gibran bahwa Viany tadi pagi pamit dengannya karena ingin keluar kota memperdalam ilmu kedokteran nya.
Dengan segera Gibran pun segera mengemudi mobilnya menuju ke bandara.Saat sampai di bandara Gibran mencari Viany kemana-mana sampai beberapa saat tetapi tetap tidak mendapati Viany dan akhirnya ia pun menyerah mencari Viany .
Seperti orang yang sudah kehilangan tenaga, dengan pelan Gibran pun berjalan keluar dari bandara dan kembali ke dalam mobilnya.Di dalam mobil Gibran terduduk diam memejamkan matanya tanpa bergerak dan mengeluarkan air matanya tanpa bersuara.Gibran terus memikirkan Viany di dalam mobilnya.
Setelah beberapa jam duduk diam di dalam mobilnya, akhirnya Gibran pun menuju ke sebuah club untuk memabukkan dirinya lagi.Hanya dengan cara memabukkan dirinya Gibran tidak akan memikirkan Viany lagi.
Sementara di sebuah perusahaan yang besar yang ada di kota Batam. Gustian yang sedang rapat,mendapat panggillan telepon dari orang suruhannya.Lalu Gustian pun permisi keluar untuk menjawab panggillan telepon dari orang suruhannya yang bernama Sony.
__ADS_1
Sony mengatakan kepada Gustian di seberang telepon sana bahwa Viany sudah keluar kota dan Gibran sekarang berada di club xxxxx sedang banyak minum alkohol dan juga sudah mulai mabuk.
Setelah mendapatkan kabar dari Sony, Gustian pun mematikan teleponnya dan Gustian meminta asistennya melanjutkan rapat untuknya lalu Gustian segera menuju ke club yang di sebut oleh Sony tadi.
Sesampai di sana Gustian mendapati Gibran sudah tidak sadar diri.Lalu ia meminta orang suruhannya bawa Gibran pulang dan meminta orang suruhannya melacak Viany ke kota mana.
Setelah sampai di rumah Gustian pun membaringkan Gibran di tempat tidurnya.Lalu ia menatap Gibran yang sudah tidak sadarkan diri dengan muka datarnya,kemudian Gustian kembali ke ruangan kerjanya.
Tak berselang lama Gustian pun mendapatkan informasi dari Sony , bahwa hari ini Viany meninggalkan kotanya dan pergi ke Kota jakarta tetapi Sony belum mendapatkan informasi yang lengkap tentang keberadaan Viany di Jakarta.
Setelah mendapatkan informasi dari Sony, Gustian pun menutup panggillan telepon dari Sony.Lalu kembali membuka aplikasi warna hijau itu membukan chat dan melihat photo yang semalam di kirim oleh Sony yaitu photo Gibran dan Viany saling berpelukan.
Gustian memperbesar photo itu dan menatap wajah Viany di dalam photo itu.Gustian bisa melihat wajah sedih dari Viany dan ia tahu kesedihan itu karena Viany memilih mengalah dan pergi dari kota ini.
Entah kenapa, tiba-tiba Gustian merasa perasaan yang aneh muncul di dalam hatinya lagi, seperti tidak tega melihat air mata Viany.Rasanya ingin menghapus air mata Viany.
.
.
Hai Reader,,,Maaf ya..Yang bab 8 Author tidak sengaja terhapus dan Author juga tidak tersimpan filenya jadi maaf karena jadinya tidak tersambung ceritanya dari bab 7 langsung ke bab 9..🙏🙏
Dan jangan lupa klick Like,hadiah, favourit,note dan comments ya..🙏
__ADS_1
Terima kasih sudah baca novel Author...🤗🙏