Dendam Menjadi Cinta

Dendam Menjadi Cinta
EP 26 Sebenarnya apa yang terjadi.


__ADS_3

Viany yang masih berada di kamar hotel menatap sedih ponselnya yang di tutup secara sepihak oleh Gustian.


"Apa yang terjadi padanya,kenapa tidak membawa saya pulang bersamanya.Semalam...Apakah Tian tidak kembali ke sini."Gumam Viany melihat tempat tidurnya masih utuh.


Semalam Viany menunggu Gustian masuk kamarnya sampai ketiduran di sofa dan tadi pagi saat ia sudah bangun ia memang tidak melihat keberadaan Gustian di dalam kamarnya karena Viany pikir mungkin Gustian sudah keluar dari kamarnya dan pergi mencari sarapan untuknya walaupun ia sadar saat bangun ia masih di sofa semalam ia duduk menunggu Gustian tetapi ia pikir mungkin Gustian tidak ingin mengganggunya makanya Gustian tidak membangunkanya dan berpindah ke tempat tidur mereka.


Dan sekarang ia melihat tempat tidurnya masih utuh juga dengan sikap Gustian yang tidak membawanya pulang bersamanya membuat Viany tidak mengerti sebenarnya apa yang terjadi pada Gustian.


.


.


Setelah sampai di rumah Gustian, Viany di sambut oleh asisten rumah tangga Gustian.


"Selamat datang Nona Viany, saya adalah asisten rumah tangga Den Gustian.Silakan ikut saya menuju ke kamar anda,Nona."Ucap asisten rumah tangga Gustian dan di angguk oleh Viany.


Setelah sampai di kamar yang di tunjukkan oleh Bibi, asisten rumah tangga Gustian. Membuat Viany sedikit bingun melihat keadaan dalam kamar itu.


"Maaf Bi, apakah benar ini kamar Gustian."Tanya Viany kepada Bibi karena di dalam kamar itu tidak ada apa-apa kecuali tempat tidur Queen size dan lemari penyimpanan baju dan kamar itu seperti kamar tamu.


"Ini bukan kamar den Gustian,Nona.Ini kamar tamu dan Den Gustian meminta saya mengantar Nona istirahat di sini."Ucap Bibi dan membuat Viany tidak percaya apa yang di lakukan oleh Gustian.


Bibi merasa bersalah terhadap Viany karena Viany adalah istrinya Gustian tetapi Gustian memintanya mengantar Viany ke kamar tamu jika Viany sudah sampai di rumah dan juga meminta Bibi tidak memanggil Viany dengan sebutan ibu atau Nyonya.


"Apakah Tian sekarang ada di rumah ,Bi."Tanya Viany kepada Bibi.


"Tidak ada Non,Den Gustian sudah berangkat kerja."Ucap Bibi dan membuat Viany merasa Gustian sedang mempermainkannya tetapi kenapa,apa ada yang salah dan salahnya di mana.

__ADS_1


Baru saja sehari menikah dengan Gustian dan menjadi istri Gustian, Viany merasa sikap Gustian sangat berbeda dengan dulu sebelum mereka menikah.Sebenarnya apa yang terjadi.


"Baiklah Bi, Terima kasih."Ucap Viany kepada Bibi dan ia masuk ke dalam kamarnya lalu menguci pintunya dan segera menelepon Gustian.


Gustian yang sedang berada di kantornya sudah mendapat info dari Pak Aman bahwa ia sudah membawa Viany pulang ke rumahnya pun tersenyum jahat.


"Bersiap-siap lah,saatnya kamu menanggung akibat dari apa yang sudah ayah kamu lakukan kepada kedua orang tua saya, Viany Nugraha.Karena saya tidak akan membiarkan ayah mu tenang di sana ketika melihat putri satu-satunya di sakiti oleh orang yang di cintai putrinya sendiri atau suaminya pilihannya sendiri."Batin Gustian dengan tersenyum.


Lalu tiba-tiba ponsel Gustian bunyi dan itu panggillan telepon dari Viany tetapi Gustian membiarkannya dan tidak menjawabnya.


.


.


Malam pun semakin larut, Gustian yang tahu Viany akan menunggunya di rumah sengaja pulang larut agar tidak bertatapan dengan Viany.Tetapi yang tidak di duga oleh Gustian, walaupun ia sengaja pulang sampai larut malam Viany masih tetap menunggunya di ruang tamu.


Saat Gustian melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah ia mendapati Viany sedang tidur di ruang tamu lalu ia berjalan mendekatinya dan menatap Viany dengan dalam.


"Jangan salahkan saya jika saya tidak memperlakukan mu dengan baik,tetapi salahkan lah Ayah mu yang sebagai Dokter tidak bertanggung jawab dan membuat kedua orang tua ku meninggal."Batin Gustian lalu ia pun segera pergi dari sana dan menuju ke kamarnya yang ada di lantai atas.


Keesokan harinya Viany yang terbangun dari tidurnya melihat jam dinding yang ada di ruang tamu sudah menuju pukul 5 pagi ia pun melihat keadaan sekitarnya.Ternyata semalam ia ketiduran di ruang tamu,Tetapi... Apakah Gustian tidak pulang semalam kenapa tidak membangunkannya jika dia pulang semalam.


Karena merasa dirinya sudah menjadi istri Gustian, Viany pun segera membersihkan dirinya lalu ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk Gustian.Prihal Gustian yang tidak membawa pulang bersamanya akan dia tanyakan nanti ketika mereka sarapan bersama.


.


.

__ADS_1


Akhirnya yang di tunggu pun muncul di hadapannya.Gustian yang baru saja turun dari atas menuju ruang makan mendapati Viany sudah duduk di sana menunggunya.


"Selamat pagi ,Mas."Ucap Viany dengan tersenyum dan beranjak dari tempat duduknya.


"Pagi."Jawab Gustian lalu ia duduk di kursi utama meja makan .


"Mas mau makan apa,nasi goreng atau roti bakar ."Tanya Viany kepada Gustian.


"Nasi goreng saja."Ucap Gustian.Lalu Viany pun mengambilkan nasi goreng untuk Gustian dan Gustian makan dengan lahap.


Viany sangat senang ketika melihat Gustian makan dengan lahap.


"Mas,boleh saya bertanya."Tanya Viany dan tentu saja Gustian tahu apa yang mau Viany tanyakan.Oleh karena itulah hari ini Gustian tidak ingin menghindari Viany.


"Hm."Ucap Gustian tanpa menoleh ke arah Viany.


"Kenapa Mas tidak membawa saya..."


"Jika kamu ingin bertanya kenapa saya tidak membawa mu pulang bersama saya pada waktu itu,saya rasa tidak perlu.Karena kamu bisa pulang sendiri bukan."Ucap Gustian dan membuat Viany tidak mengerti.


"Mas.."Panggil Viany.


"Saya sudah selesai,jika kamu bosan di rumah dan mau masuk kerja silakan."Ucap Gustian lalu beranjak dari tempat duduknya dan pergi dari sana meninggalkan Viany sendirian di sana .


"Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa Tian kelihatannya sangat berbeda dengan dulu."Batin Viany menatap kepergian Gustian sampai hilang di hadapannya.


Sementara Gustian yang masih duduk di dalam mobilnya menatap ke dalam rumahnya sejenak,entah apa yang dia pikirkan hanya dia sendiri yang tahu.

__ADS_1


Sementara di rumah sakit, Gibran yang kebetulan melewati ruang pratek Viany berdiri diam sejenak menatap pintu yang tertutup di ruang Viany.


"Apakah kamu sedang berbulan madu."Batin Gibran menatap pintu yang tertutup di ruangan Viany.


__ADS_2