Dendam Menjadi Cinta

Dendam Menjadi Cinta
EP 58 Gustian mengalami Kecelakaan


__ADS_3

Setelah acara sarapan pagi Gustian dan Viany.Gustian pun bersiap-siap berangkat pergi kerja,Karena sesuai dengan kesepakatan tadi Gustian yang masak dan Viany yang membersihkan semua pemakain alat dapur yang tadi Gustian gunakan dan piring kotor juga gelas kotor yang tadi mereka berdua gunakan.


Setelah membersihkan diri dan berpakain rapi Gustian pun keluar dari kamar tamu ,lalu Gustian berjalan ke ruang dapur dan mendekati Viany yang lagi mengelap piring dan alat-alat dapur lain yang barusan siap ia cuci.


"Sayang.."Panggil Gustian.


"Hmm.."


"Mas berangkat kerja dulu ya."Ucap Gustian lalu sebelum Viany menjawabnya dengan cepat Gustian mencium kening Viany dan bibir Gustian bertahan sejenak di dahi Viany dan Viany tertegun dengan apa yang Gustian lakukan sekarang.


"Mas pergi kerja dulu, berhati-hati lah nanti saat kamu berangkat kerja."Ucap Gustian setelah melepaskan ciumannya di dahi Viany.


"Mas cinta kamu,Sayang."Ucap Gustian lagi dan kali ini sebelum benar-benar pergi dari sana Gustian mencium bibir Viany.


"Astagaaa...Untung saja Aku tidak punya riwayat sakit jantung bisa mendadak mati Aku jika Mas selalu membuat Aku kaget."Ucap Viany mengelus dadanya setelah Gustian sudah pergi dari sana.


Ya,,sejak semalam Viany pulang dari tempat kerjanya Gustian selalu membuatnya kaget dan juga merasa sebal dengan tingkah Gustian yang suka membuatnya kaget.


Sementara di dalam mobil,sambil mengedara kendaraannya beroda empat menuju ke pusat perusahaannya Gustian tersenyum senang karena pagi ini ia berhasil mencium Viany.Tetapi sebelum sampai di Perusahaannya Gustian tiba-tiba mengalami Kecelakaan karena terlalu memikirkan Viany apalagi tadi saat Gustian mencium dahinya Viany tidak menolaknya dan sampai tidak fokus saat melihat jalanan di depannya.


.


.


Saat Viany baru saja sampai di rumah sakit tempat ia bekerja Dokter sialan yang juga adalah teman kuliah Viany memanggil Viany masuk ke ruangannya.


Awalnya Viany agak bingun kenapa Bima memanggilnya ke ruangan kerjanya karena Viany masih belum tahu sebenarnya jabatan Bima di rumah sakit ini apa, tetapi saat Viany masuk ke ruangan Bima.Viany tidak menyangka bahwa ternyata Bima adalah pemilik rumah sakit tempat ia bekerja lebih tepatnya Bima seperti Gustian mengurus rumah sakit milik keluarganya hanya bedanya Bima juga menjadi dokter di rumah sakit ini sedangkan Gustian tidak menjadi dokter milik rumah sakit keluarganya.


"Bagaimana,, apakah kamu senang bekerja di sini,Dokter Viany."Tanya Bima setelah mempersilakan Viany duduk di kursi depannya.

__ADS_1


"Hmm..Saya sangat senang ketika rumah sakit ini menerima saya bekerja di sini,Pak Bima."Ucap Viany dengan formal.


"CK...Gak perlu gitu formal kali sama Aku, Viany.Santai saja kenapa jika hanya kita berdua saja di sini... Lagian Aku juga tidak terbiasa dengan sikap mu yang begitu formal terhadap Ku."Ucap Bima.


"Ya..Tak sama dong,Pak Bima..Jika saya tidak melihat nama itu di meja mu yang adalah direktur rumah sakit ini saya pun juga merasa risih jika harus bersikap formal seperti ini dengan mu."Ucap Viany dan membuat Bima tertawa.


"Hahaha..Dasar dokter cerewet, masih sama sikap mu yang agak bar bar ini kalau ngomongnya."Ucap Bima dan Viany pun ikut tersenyum dengannya.


"Baiklah.. Mari kita kembali ke mood yang serius."Ucap Bima dan Viany pun mengangguk kepalanya.Karena Viany tahu jika Bima sudah bilang ke mood serius maka bersikap lah serius ,kalau tidak Bima tidak akan segan-segan menegurnya dengan kata-kata yang pedas dan itu sering Viany dapati kata-kata pedas dari Bima saat mereka berdua kuliah bersama di luar negeri.


"Begini Dokter Viany,tadi ada pasien Kecelakaan mobil di bawa ke sini untuk menjalani pemeriksaan selanjutnya.Jadi saya serahkan pasien ini untuk kamu tanggung jawab."Ucap Bima memberikan sebuah Map berwarna hitam kepada Viany tentang hasil pemeriksaan pasien tersebut.


"Baik Pak Bima,akan saya pelajari hasil pemeriksaan pasien tersebut."Ucap Viany.


"Sebenarnya pasien tersebut tidak mengalami luka yang serius,hanya saja pasien itu tadi pingsan karena kepalanya terbentur di kemudi mobilnya dan hasil scan pemeriksaan kepalanya ada sama dengan dokter Andriyan jadi saya harap kamu juga memeriksa hasil scan kepalanya pasien ini juga."Ucap Bima.


"Okey.. Kalau begitu silakan kamu lanjutkan pekerjaan mu ini."Ucap Bima.


"Baik Pak Bima.Saya permisi.."Ucap Viany lalu meninggalkan ruangan Bima.Setelah itu ia pun ke ruangan dokter Andriyan untuk melihat hasil scan kepala pasien tersebut.


Setelah mengambil hasil scan itu dan mendengar penjelasan dari dokter Andriyan, Viany pun segera ke rawat inap pasien tersebut.


Saat Viany masuk ke dalam ruang rawat pasien itu, ternyata pasien itu sudah sadar dan itu membuat Viany semakin terkejut karena ternyata pasien itu adalah suaminya, Gustian Alvado.


Map yang tadi Dokter Bima kasih ke Viany tadi, Viany tidak melihat nama data pasien tersebut saat mempelajari hasil pemeriksaan pasien tersebut.


"Astagaaa...Ya Tuhan...Lama-lama Aku benar-benar bisa punya riwayat penyakit jantung jika berhadapan dengan orang ini."Batin Viany.


"Dokter Viany.."Panggil suster Tina yang datang bersamaan dengan Viany ke ruang rawat Gustian ketika melihat Viany masih berdiri diam di dekat pintu.

__ADS_1


"Sayang.."Panggil Gustian kepada Viany yang sebenarnya ia juga terkejut ketika melihat keberadaan Viany.


"Sayang.."Ucap suster Tina dengan bingun ketika melihat Gustian menatap ke arah Viany dan memanggilnya dengan sebutan Sayang.


"Ekhem... Bagaimana dengan perasaan mu,Mas."Tanya Viany kepada Gustian dan tentu saja itu membuat Suster Tina jadi malu karena tadi sebelum ia bersama Viany masuk ke ruang rawat Gustian, suster Tina masih sempat mengucap kan rasa kagumnya kepada pasien yang akan mereka periksa.


Flashback On..


"Pasien itu sangat ganteng, Dokter Viany.Jika pasien itu belum punya kekasih ingin deh saya cari kesempatan untuk mendekatinya dan jika pasien itu sudah punya kekasih mau juga saya rebut dari kekasihnya.Mana tahu kan jika pasien itu memang adalah jodoh Ku dan jodoh Ku itu lagi menitip ke wanita lain saja."Ucap suster Tina yang sebenarnya memang hanya bercanda.


"Bukankah kamu sudah mempunyai keluarga kecil, Suster Tina.Masa iya Kamu mau selingkuh dari suami mu, Jangan lupa tuh ada debay lagi di perut mu itu."Ucap Viany yang memang tahu sebenarnya suster Tina sedang bercanda dengannya, apalagi sekarang perut suster Tina memang sudah agak kelihatan buncitnya.


Walaupun belum genap dua hari ini Viany bekerja di rumah sakit ini, Viany tahu bahwa suster Tina memang suka bercanda.


Flashback Off


"Hmm..Kepala Mas masing terasa agak pusing, Sayang."Jawab Gustian tanpa malu memanggil Viany dengan sebutan 'Sayang' di depan suster Tina.


"Minum lah obat ini dulu,jika masih merasa pusing lagi sebaiknya kamu menginap saja hari ini."Ucap Viany dan di angguk oleh Gustian .


.


.


***Hai maaf ya readers,jika sampai sini masih terdapat banyak typo yang salah .🙏


Dan terima kasih ya sampai sini masih setia baca novel Author ini.🙏


oh ya satu lagi..Maaf ya jika covernya beda dari judul Novel ini, Karena dari pihak NV yang mengubahnya jadi sementara author menggunakan cover itu,,🤭🙏***

__ADS_1


__ADS_2