Dendam Menjadi Cinta

Dendam Menjadi Cinta
EP 12 Menghadiri acara rekan bisnis


__ADS_3

Malam pun Tiba,kini Gustian sudah berada di depan rumah Viany dengan berdiri di depan pintu kemudi dengan kedua tangan memasukan ke dalam saku celananya menunggu Viany keluar.


Baru 2 menit orang yang di tunggu oleh Gustian pun sudah keluar dari rumahnya.Gustian yang tadi kepalanya menunduk ke bawa menatap tanah melihat sepasang kaki yang menggunakan higth heel yang dia belikan kepada Viany tadi pun mendongak ke atas.


Degggg...


Gustian tertegun melihat Viany yang sudah berdiri di depannya, entah kenapa tiba-tiba jantungnya berdetak dengan cepat. Gustian menatap Viany tanpa berkedip dan membuat Viany merasa ada yang salah dengan dirinya terutama di wajahnya.Apakah ia memakai bedak terlalu tebal sampai Gustian menatapnya begitu.


"A..Apakah,,,Saya berdandan berlebihan."Tanya Viany dengan malu dan menyadarkan lamunan Gustian.


"Ah,,Ngak..Malam ini kamu... Sangat cantik."Ucap Gustian dengan Jujur.


"Benarkah,Dandannan saya tidak berlebihan."Tanya Viany lagi dan di angguk oleh Gustian dengan tersenyum.


"Syukurlah jika begitu."Ucap Viany dengan perasaan yang lega.


"Baiklah,,Ayo kita berangkat."Ucap Gustian dan membuka kan pintu di samping kemudi untuk Viany.


Di dalam mobil Gustian sesekali mencuri pandang ke arah Viany tanpa Viany sadari.

__ADS_1


"Sial...Ada apa dengan saya."Batin Gustian, entah kenapa ingin menatap Viany lebih lama lagi.


Malam ini Viany mengenakan gaun yang panjang tanpa lengan sampai di mata kaki yang di belikan oleh Gustian tadi.Depan bajunya sedikit terbuka jika Viany membungkukkan badannya akan terlihat dengan jelas dan belakangnya terlihat punggungnya karena menggunakan tali silang sebagai model bajunya.


Tak berselang lama mereka pun sampai di sebuah hotel mewah yang akan di adakan untuk acara ulang tahun perusahaan rekan bisnis Gustian.


"Selamat Pak Charles, semoga perusahaan anda akan semakin berkembang."Ucap Gustian menyalami Tuan acara malam ini.


"Terima kasih Pak Gustian."Ucap Charles membalas salaman dari Gustian lalu ia menoleh ke arah Viany.


"Ini..."


"Oh ya.. Kenal kan dia Viany Nugraha salah satu dokter dari Rumah sakit xxxxx."Ucap Gustian perkenalkan Pak Charles kepada Viany.


"Selamat Pak Charles,Saya Viany Nugraha."Ucap Viany dan menyalurkan tangannya kepada Charles lalu juga di sambut oleh Pak Charles dengan tersenyum.


"Kekasih mu sangat cantik,Pak Gustian."Ucap Pak Charles ketika sudah melepaskan salaman dengan Viany.


"Jika Pak Gustian menyia-nyiakan mu atau menyakiti mu cari lah saya di sini ,saya akan membantu mu memberinya pelajaran."Ucap Pak Charles lagi dengan tersenyum dan menyerahkan kartu nama kepada Viany tanpa peduli perasaan Gustian.

__ADS_1


"Terima kasih."Ucap Viany tersenyum dan menerima kartu dari Pak Charles dan entah Kenapa membuat Gustian menatapnya tidak suka.


"Mana mungkin saya menyiakan-nyiakan wanita cantik seperti Viany."Ucap Gustian dengan tersenyum tetapi entah kenapa tanganya reflesk memeluk pinggang Viany dengan posesif seperti takut Viany nanti akan di rebut oleh Pak Charles.


Dan satu lagi Gustian tidak mengatakan tidak akan menyakiti Viany.


Viany menatap Gustian dengan bingun, tetapi Gustian tersenyum kepadanya dan mengedipkan satu mata kepada Viany.


"Baiklah kalau begitu saya tidak akan mengganggu kalian, Silakan menikmati acara malam ini."Ucap Pak Charles lalu meninggalkan Viany dan Gustian.


"Maaf.."Ucap Gustian ketika melepaskan tangannya dari pelukan Viany dan melihat Pak Charles sudah jauh dari mereka.


"Sebaiknya kamu jangan terlalu sering berhubungan dengannya atau dekat-dekat dengannya."Bisik Gustian di dekat telinga Viany.


"Kenapa.."Tanya Viany.


Kenapa....??


"Dasar wanita ini pake nanya lagi, apakah ia memang ingin mendekati Pak Charles."Batin Gustian.

__ADS_1


"Karena dia sudah memiliki calon istri,Calon istrinya sifatnya sangat cemburu.Jadi sebaiknya jaga jarak biar tidak terjadi kesalah pahaman antara kalian berdua."Ucap Gustian lagi dan entah kenapa ia membohonginya Viany.Padahal Pak Charles sama sekali belum ada kekasih apalagi calon istri.


"Gustian..."Panggil seorang kepada Gustian.


__ADS_2