Dendam Menjadi Cinta

Dendam Menjadi Cinta
EP 23 Gustian cemburu


__ADS_3

"Bi, apakah Gibran belum bangun."Tanya Gustian kepada asisten rumahnya ketika ia duduk di kursi meja makan hendak sarapan pagi dan tidak mendapati Gibran duduk di sana padahal jam sudah menunjukkan pukul 7:40 dan sebentar lagi Gustian sudah mau berangkat kerja.


"Den Gibran sudah keluar dari rumah,Den Tian."Ucap Bibi dan membuat Gustian menghentikan suapan nasi gorengnya ke mulutnya.


"Sudah keluar dari rumah, kemana dia pergi apakah sudah mulai bekerja lagi atau..."Batin Gustian.


Setelah selesai sarapan Gustian pun keluar dari rumahnya tetapi ia tidak segera pergi ke kantornya,tetapi Gustian pergi ke rumah Viany dan setelah sampai di sana Gustian tidak melihat mobil Gibran di sana dan pintu rumah Viany masih tertutup dan mobil Viany pun masih di garasi rumahnya.


Gustian tidak tahu saja sebenarnya Gibran dan Viany sudah keluar bersama, semalam Gibran sudah chat kepada Viany dan membuat janji dengan Viany pagi ini mereka akan bertemu dan Gibran akan menjemput nya.


Setelah tidak melihat mobil Gibran dan sepertinya Viany juga masih di dalam mobilnya Gustian pun pergi dari sana dan berangkat ke kantornya.


Tetapi saat baru saja sampai di kantornya dan duduk di kursi kebesarannya Gustian mendapat chat dari orang suruhannya yang ia minta kembali mengawasi Gibran dengan diam-diam.


Dalam chat itu ia mendapati sebuah photo dan photo itu adalah Gibran dan Viany sedang duduk di sebuah taman.Setelah melihat photo itu Gustian mengepalkan tangan-nya dengan erat , entah kenapa ia merasa ini seperti sebuah pengkhianat antara adiknya dan calon istrinya karena tindakan mereka seperti diam-diam saling bertemu di belakangnya.


Dan baru saja ia melihat photo Gibran dan Viany duduk berdua di taman sekarang masuk lagi sebuah chat baru dengan sebuah photo juga ..Tetapi kali ini photo yang kirim oleh orang suruhannya membuat Gustian tidak bisa menahan cemburunya lagi karena dalam photo itu Gibran memeluk erat Viany.


Gustian masih tidak sadar sebenarnya ia sangat cemburu melihat Gibran memeluk Viany dan ia juga takut jika Gibran merebut kembali Viany ke sisinya lalu Gustian segera beranjak dari kursinya kebesarannya dan hendak ke sana di mana Gibran dan Viany berada.Tetapi...Baru saja tangannya hendak memegang ganggang pintu ruangannya tiba-tiba ia berhenti ingin membuka pintunya.


"Ada apa dengan saya.."Batin Gustian.


"Kenapa rasanya... Begitu sesak melihat kebersamaan mereka berdua.Tidak mungkin saya...Tidak..Itu tidak mungkin...Saya hanya ingin balas dendam..Ya..Hanya itu."Gumam Gustian lalu kedua tangannya menutupi wajahnya sejenak lalu ia juga menghela napasnya dan kembali duduk di kursi kebesarannya menenangkan dirinya.Setelah itu Gustian pun melanjutkan pekerjaannya tetapi ia tetap saja tidak fokus dengan pekerjaan lagi entah apa yang dia pikirkan lagi hanya dia sendiri yang tahu.


Sementara di sebuah taman Gibran sudah menceritakan semuanya tentang dirinya dan Susan sampai akhirnya sebelum ia berangkat ke Jepang ia juga ke Jakarta mencari Viany setelah mendapat informasi dari kepala rumah sakit.Begitu juga dengan Viany ia juga sudah menceritakan tentang dirinya dengan Gustian bagaimana ia bisa bertemu dengan Gustian dan sampai akhirnya ia setuju menikah dengan Gustian.


Dan Viany juga bilang sebenarnya ia sama sekali tidak tahu bahwa Gustian adalah kakaknya Gibran.

__ADS_1


"Apakah kita sudah tidak bisa kembali seperti dulu lagi ,Vian."Ucap Gibran yang masih memeluk Viany tetapi Viany tidak membalas pelukannya.


"Apakah tidak ada kesempatan untuk ku berjuang mendapatkan mu lagi ,Vian ."Ucap Gibran lagi.


"Gi.."


"Aku masih mencintai mu,Aku masih belum melupakan mu,Aku masih tidak rela melihat mu bersama pria lain walaupun pria itu adalah kakak ku sendiri."Ucap Gibran sudah tidak bisa menahan rasa sesaknya lagi .


"Hati ku masih ada diri mu ,Vian."Ucap Gibran dan memeluk Viany semakin erat.


"Gi..."Panggil Viany.


"Kenapa saat itu kamu pergi tanpa memberitahukan kepada Ku... Kenapa.."Ucap Gibran.


"Gibran.. Jangan begini."Ucap Viany dan melepaskan pelukannya dari Gibran.


"Apakah kamu benar-benar sudah melupakan Ku.Apakah hati mu sudah tidak ada diri ku lagi."Tanya Gibran kepada Viany tetapi Viany tidak bisa menjawabnya.


"Jawab Vian."Ucap Gibran.


"Maaf Gibran ."Hanya itu yang bisa Viany jawab kepada Gibran karena ia sendiri tidak tahu harus berkata apa.


Mendengar Viany meminta maaf kepadanya Gibran semakin tidak bisa menahan rasa sakit hatinya.Apakah hati Viany sudah tidak ada namanya lagi.


.


.

__ADS_1


"Tumben ke sini,,,"Tanya Gustian kepada Gibran ketika Gibran sudah berada di kantornya.


Setelah mengatar Viany pulang Gibran memutuskan pergi ke perusahaan kakaknya, Gibran ingin menanyakan kepada Gustian, kenapa ia bisa mencintai Viany.Bukankah selama ini kakaknya tahu bahwa wanita yang di cintai oleh Gibran adalah Viany.


"Apakah kakak masih sibuk."Tanya Gibran kepada Gustian setelah ia duduk di kursi depan meja Gustian.


"Ada apa,,, apakah ada masalah.."Tanya balik Gustian tanpa menjawab pertanyaan Gibran dan terus memeriksa dokumen yang ada di tangannya.Padahal dari pagi tadi Gustian sama sekali tidak fokus dengan pekerjaannya,ia terus memikirkan Viany apakah ia akan kembali ke sisi Gibran.


"Kenapa kakak mencintai Viany, Bukankah selama ini kakak tahu bahwa Viany adalah wanita yang saya cintai."Tanya Gibran to the poin dan membuat Gustian mendongak menatapnya karena Gustian tidak mengira Gibran akan menanyakan hal ini kepadanya.


"Apakah kakak tidak tahu siapa nama wanita yang kakak cintai, apakah kakak tidak merasa nama mereka sama terus kenapa kakak tidak coba tanya pada ku apakah wanita yang kakak cintai itu sama ngak dengan wanita yang saya cintai mengingat nama mereka sama. "Tanya Gibran panjang lebar.


"Dan satu lagi bukankah sebelum saya berangkat ke Jepang saya pernah bilang bahwa Viany ada di Jakarta, bukankah pada saat kakak pertama kali bertemu dengan Viany di Jakarta."Tanya Gibran lagi dan membuat Gustian terkejut bahwa Gibran tahu ia pertama kali bertemu dengan Viany di Jakarta.


Setelah mendengar cerita dari Viany bagaimana Viany bisa mengenal dengan kakaknya tadi membuat Gibran terkejut tetapi Gibran tidak mau berpikir yang bukan-bukan sebelum ia langsung bertanya kepada Gustian mungkin kakaknya memang tidak tahu dan merasa nama mereka kebetulan sama saja.Tetapi ketika melihat kakaknya tidak bisa berkata apa pun membuat Gibran semakin tidak percaya bahwa sebenarnya kakaknya tahu.


"Kenapa Kak..."Tanya Gibran dengan sesak di dadanya ketika melihat Gustian tidak bisa berkata apa pun.


"Apakah saya harus jujur kepada Gibran,tetapi bagaimana jika ia tidak percaya."Batin Gustian.


"Kenapa kakak diam saja..Apakah kakak tahu bahwa Viany yang saya cintai itu juga Viany yang kakak cintai..Jika kakak tahu kenapa kakak masih mencintainya,, kenapa Kak."Tanya Gibran dengan nada sedih.


"Maaf Gibran,,Kakak benar-benar tidak tahu Viany yang kamu sebut itu adalah orang yang sama."Ucap Gustian dengan tegas.


"Benarkah...Terus sekarang kakak sudah tahu bukan."Tanya Gibran membuat Gustian merasa tidak enak dengan pertanyaan itu.


"Apa maksud mu.."Tanya Gustian.

__ADS_1


"Apakah kakak masih tetap akan menikah dengan Viany setelah kakak tahu bahwa Viany adalah wanita yang saya cintai."Tanya Gibran.


DEGGGGG....


__ADS_2