
Setelah makan malam di rumah Viany, Gibran pun mengatar Susan dan Viden kembali ke rumahnya, tetapi sebelum Gibran masuk ke dalam mobilnya Viany berjalan mendekati Gibran dan berbisik kepada Gibran agar Gibran memikirkan semua yang tadi Viany katakan.
Sedangkan Gustian yang melihat itu ia pun menjadi cemburu.Lalu setelah mobil Gibran sudah hilang dari pandangan Viany, Viany masih berdiri diam di sana melihat arah mobil Gibran yang sudah hilang.
"Aku berharap kamu bisa menerima Susan dan melupakan masa lalu kita, Gibran."Batin Viany yang tahu bahwa Gibran masih belum bisa melupakannya.
Lalu tiba-tiba ada sepasang tangan kekal memeluknya dari belakang.
"Apa yang sedang kamu pikirkan,Sayang."Tanya Gustian dengan kepalanya di atas bahu Viany.
"Hem,,Ngak kok..Ayo masuk."Ucap Viany hendak melepaskan tangan kekal Gustian dan masuk ke dalam rumahnya tetapi Gustian menahan pelukannya dan tidak melepaskan tangan kekalnya.
"Jangan melihat Gibran dengan tatapan seperti itu, Sayang.Apalagi berjalan terlalu dekat dengannya,Mas bisa cemburu."Ucap Gustian dengan jujur.
"Astagaaa..Ini adik mu,Mas..Masa sama adik sendiri cemburu."Ucap Viany.
"Tentu Mas cemburu, apalagi kamu sendiri tahu kalau Gibran masih belum melupakan mu, Sayang."
"Sudah ya Mas, sekarang kita masuk."Ucap Viany yang tidak ingin membahas tentang hal itu,lalu mereka berdua pun bersama-sama masuk ke dalam rumah.
.
.
Sedangkan di posisi lain, setelah membawa Viden masuk ke dalam kamarnya dan menidurkan Viden.Gibran pun keluar dari kamar Viden.
"Viden sudah tidur."Tanya Susan kepada Gibran ketika melihat Gibran keluar dari kamar anakknya.
"Ya."Ucap Gibran lalu ia pun duduk di sofa yang ada di ruang tamu bersama Susan.
"Apakah kamu mau minum sesuatu,biar aku ambilkan untuk mu."Tanya Susan.
__ADS_1
"Tidak perlu.."Ucap Gibran.
"San.."Panggil Gibran.
"Hem."
"Bagaimana kalau kita...Menikah saja."Tanya Gibran dan tentu saja itu membuat Susan terkejut.
"Hah.."
"Aku sudah memikirkan semuanya,maaf selama ini aku tidak berani mencoba membuka hati Ku untuk mu karena aku benar-benar tidak ingin menyakiti mu.Selama ini hubungan kita baik-baik saja juga bisa membahagiakan Viden tanpa adanya ikatan pernikahan di antara kita.Jadi bagaimana kalau kita menikah saja dan memberikan keluarga yang utuh untuk Viden."Ucap Gibran panjang lebar.
"Jadi maksud mu, kamu sekarang ingin mencoba membuka hati mu untuk ku."Tanya Susan.
"Ya.. Jadi apakah kamu mau menikah dengan Ku."Tanya Gibran lagi.
"Apakah kamu sedang melamar ku atau mengajak Ku menikah."Tanya Susan.
"Hah.."
"Sekarang kenapa.."Tanya Gibran.
"Terima kasih karena sekarang kamu ingin mencoba membuka hati mu untuk ku, tetapi sekarang aku tidak ingin kita menikah dulu sebelum kamu benar-benar bisa melupakan Viany."Ucap Susan.
"Aku tahu Kamu sangat mencintai Viany, bahkan.. Bahkan anak yang keluar dari rahim Ku yang mempunyai hubungan darah dengan mu pun kamu ingin menamakan anak mu yang berhubungan dengan nama panggillan Viany yang biasa kamu menyebutnya dengan sebutan Vian.Aku sangat senang saat kamu tidak lansung memutuskan sendiri untuk memberikan nama anakmu antara Viandra Alvado dan Videndra Alvado karena kamu masih memikirkan perasaan ku yang adalah ibunya.Jujur walaupun Aku yang memilih salah satu dari nama itu aku tetap merasa kecewa saat membaca nama anak kita yang kamu tulis."
"Maaf."Ucap Gibran.
"Tetapi aku juga mengecewakan mu ,bukan.Karena tidak memilih Nama Viandra Alvado.'Vian' sangat jelas kata itu adalah nama Viany yang biasa kamu sebut ."Ucap Susan yang sebenarnya masih sedih jika mengingat dua nama yang Gibran pilih untuk nama anak mereka.
"Aku tahu pada waktu itu kamu berharap aku memilih nama Viandra,karena mungkin kelak kamu juga bisa memanggilnya dengan 'Vian' seperti biasa kamu memanggil Viany dengan 'Vian'."Batin Susan.
__ADS_1
"Walaupun aku memilih Videndra itu tetap saja masih ada nama dari Viany,kan ."Ucap Susan dengan tersenyum.
"Maaf.."Ucap Gibran lagi.
"Tetapi kenapa waktu itu kamu tidak menolak saja dua nama yang ku belikan untuk mu pilih jika kamu tidak menyukainya."Tanya Gibran.
"Karena aku ingin anakku selalu ingat jika nama dia itu di berikan oleh Papa kandungnya."Ucap Susan.
"Maaf."Ucap Gibran lagi.
"Jadi sekarang kamu mau aku melakukan apa agar kita bisa menikah dan memberi keluarga yang utuh untuk Viden."Tanya Gibran.
"Jika kamu benar-benar ingin memberikan Viden keluarga yang utuh maka buatlah diri mu mencintai ku sepenuhnya dan juga sepenuhnya melupakan Viany,seperti yang pernah kamu katakan tidak ingin menyakiti Ku jika kita menikah tetapi hati mu masih memikirkan Viany ."Ucap Susan.
"Baiklah..Aku akan berusaha melupakan Viany sepenuhnya dan mencintai mu sepenuhnya."Ucap Gibran dengan serius setelah ia diam sejenak.
"Ok..Deal..Aku pegang kata mu."Ucap Susan dan Gibran menganggukkan kepalanya dengan mantap.
"Semoga Kamu berhasil melupakan Viany dan mencintai keluarga kecil mu sepenuhnya.Gi."Batin Susan.
1 Minggu kemudian...
Selama satu minggu ini Gibran selalu berusaha menyakinkan Susan, bahwa ia akan berusaha membuat dirinya mencintai Susan.Setiap pagi sebelum berangkat kerja,dari apartementnya Gibran akan ke rumah Susan untuk sarapan bersama keluarga kecilnya terlebih dahulu setelah itu sebelum berangkat kerja Gibran akan memeluk dan mencium kening Susan dan setiap siang jam istirahat Gibran juga akan menemani keluarga kecilnya makan siang bersama entah di rumah Susan atau di luar rumah,begitu juga setiap hari pulang kerja Gibran pun akan pulang ke rumah Susan makan malam bersama keluarga kecilnya dan menidurkan Viden terlebih dahulu baru kembali ke apartementnya dan tentu saja sebelum benar-benar pulang ke apartmennya Gibran akan melakukan hal seperti pagi tadi memeluk dan mencium kening Susan dengan sayang.
Semua yang Gibran lakukan itu tentu saja membuat Susan sangat senang,karena Gibran membuktikan dirinya bahwa ia benar-benar ingin memberikan Viden keluarga yang utuh yang pernah Susan harapkan dan yang sekarang Susan harapkan yaitu mencintainya sepenuhnya.
Begitu juga setiap hari kemana Gibran pergi Gibran akan memberitahukan kepada Susan.Seperti malam ini beberapa rekan kerja Gibran mengajak Gibran makan di restaurant Xxx,lalu Gibran pun memberitahukan kepada Susan bahwa malam ini ia akan bersama rekan kerjanya makan di restaurant Xxx dan setelah ia pulang apakah Susan mau menitipkan Gibran memberikan sesuatu untuknya.Melihat apa yang Gibran lakukan sekarang kepadanya tentu saja Susan sangat senang karena selama ini hal itu tidak pernah Gibran lakukan.
Jadi,malam ini ketika orang tua Susan meminta Susan menemui mereka berdua di restaurant yang sudah di pilih oleh orang tuanya, Susan terkejut karena ternyata restaurant yang orang tuanya pilih adalah restaurant di mana malam ini Gibran juga bersama rekannya makan di sana juga.
Susan tahu bahwa jika orang tuanya meminta Susan bertemu dengannya di restaurant karena ingin menjodohkan Susan dengan pria lain,entah itu dari rekan bisnis Papanya atau anak laki-laki dari rekan bisnis Papanya atau dari anak teman sosialita mamanya.
__ADS_1
Jadi seperti biasa jika Susan bertemu dengan orang tuanya dan membawa Viden Susan tidak memberitahukan kepada Gibran.Tetapi kali ini Susan sangat berharap malam ini Gibran bisa melihat bahwa ia juga berada di restaurant yang sama dengannya dan orang tuanya sedang menjodohkan ia dengan pria lain.