
Saat Gustian sudah sampai di rumah Viany bibi terkejut dengan kedatangan Gustian.
"Den Gustian.."Panggil Bibi yang memang sudah mengenal suami Nona nya.
"Iya Bi "Ucap Gustian dengan tersenyum.
"Apa ada yang perlu Bibi bantu, Den."Tanya Bibi dengan ramah.
"Hmm...Boleh saya masuk,Bi."Tanya Gustian.
"Eh..Iya Den, silakan.Maaf Bibi lupa mempersilakan Den masuk."Ucap Bibi dengan malu.
"Iya.Gak pa-pa,Bi."Ucap Gustian lalu masuk ke dalam rumah Viany.
"Den, duduklah dulu.Bibi akan ambil minuman untuk Den."Ucap Bibi dengan ramah.
"Tidak perlu Bi,tidak perlu report."Ucap Gustian.
"Kalau begitu apa ada yang perlu Bibi bantu,Den."Tanya Bibi.
"Hmm.. Bolehkah Bibi tunjukkin di mana kamar Viany,Bi..Saya mau menyimpan tas saya,Bi."Ucap Gustian.
Sebenarnya Bibi agak bingun dengan sikap Nona nya dan suaminya, semalam Viany pulang tanpa membawa apa pun dan sekarang suaminya tiba-tiba datang di saat Nona nya tidak ada di rumah lalu sekarang minta tunjukkin letak kamar Viany dan membawa tas.Apakah mereka berdua berencana tinggal di sini sementara atau... Entahlah Bibi juga tidak ingin campur tangan dengan urusan Nona nya karena itu memang bukan hak nya .
"Baik Den,,Mari ikut Bibi."Ucap Bibi membawa Gustian masuk ke kamar Viany yang terletak di lantai 2.
Ini,,, Pertama kali Gustian masuk ke dalam rumah Viany,saat bersama Viany walaupun Gustian pernah ke rumahnya tetap Gustian tidak pernah masuk ke dalam rumahnya, Gustian hanya berada di luar rumahnya saja karena pada saat itu sebelum tahu kebenarannya dan sebelum sadar bahwa ia sudah jatuh cinta dengan Viany,Gustian tidak sudi masuk ke dalam rumahnya jangankan masuk ke dalam rumahnya bersentuhan dengan Viany saja Gustian sudah merasa jijik.
"Ini Den,kamar non Viany."Ucap Bibi ketika mereka sudah berada di depan pintu kamar Viany.
"Baik Bi, Terima kasih Bi."Ucap Gustian.
"Kalau begitu Bibi tinggallin Den di sini ya,,Jika perlu apa-apa kasih tau Bibi."Ucap Bibi.
"Oh ya..Bi.. Jangan kasih tahu Viany saya sekarang di sini dulu ya,karena saya ingin memberi Viany sebuah Kejutan."Ucap Gustian dengan tersenyum.
__ADS_1
"Baik Den,, Kalau begitu Bibi pergi sibuk dulu ya ,Den."Ucap Bibi dan di angguk oleh Gustian lalu Bibi pun meninggalkan suami Nona nya masuk sendiri ke kamar Nona nya.
Sebelum masuk ke dalam kamar Viany, Gustian menarik napasnya sejenak, setelah itu ia membuka pintu kamar Viany.
Setelah sudah berada di dalam kamar Viany Gustian melihat sekitaran kamar Viany.Kamar Viany memanglah tidak sebesar kamar Gustian dan dalam kamar Viany juga tidak seperti kamar Gustian masih bisa memasuki sebuah sofa ke dalam kamarnya dan ranjangnya juga king sz, juga ada walk in closet.Sedangkan kamar Viany hanya terdapat sebuah bed queen, lemari baju dua pintu dan meja hias.Tetapi kamar Viany juga ada kamar mandi dan tentu saja kamar mandinya tidak sebesar kamar mandi Gustian yang juga ada di dalam kamarnya.
Setelah melihat sekitaran kamar Viany, Gustian merebahkan dirinya di tempat tidur Viany dan menatap langit-langit kamar Viany.
"Aku akan mendapati kamu kembali ke sisi Ku lagi, Viany Nugraha."Gumam Gustian.
.
.
Jam sudah menunjukkan pukul 6sore dan Viany baru saja pulang ke rumahnya.Tadi sebelum pulang Gibran sempat menelepon Viany menanyakan apakah Viany sudah pulang kerja karena Gibran ingin menjemputnya mengingat tadi pagi Gibran yang mengantar Viany pergi kerja,tetapi siapa sangka ternyata tadi siang Viany sudah ke rumahnya untuk mengambil mobilnya lalu akhirnya Gibran pun tidak jadi menjemput Viany dan langsung pulang ke apartmennya.
Saat Viany turun dari mobilnya ia pun terkejut melihat sebuah mobil yang ia kenal itu terparkir di depan rumahnya.
"Apa mungkin dia ke sini,tapi ada apa."Batin Viany ketika melihat mobil Gustian terparkir di depan rumahnya.
Lalu saat Viany masuk ke dalam rumah ia pun terkejut lagi karena Gustian membuka kan pintu untuknya.
Viany tertegun mendengar Gustian memanggilnya 'Sayang' lagi.Seperti tadi ia ke rumah Gustian ambil mobilnya.
"Mas..Apa ada perlu Mas ke sini."Tanya Viany yang masih berdiri di depan pintu rumahnya.
"Masuk dulu Sayang dan segera lah bersihkan diri mu dulu.Habis itu kita makan bersama."Ucap Gustian mempersilakan Viany masuk ke dalam rumahnya.
"Makan bersama."Beo Viany dan di angguk oleh Gustian.
"Iya..Ayok..Cepat bersihkan diri mu dulu,Mas tunggu kamu di ruang makan."Ucap Gustian mendorong pelan Viany naik ke lantai atas lalu Viany tertegun dengan sikap Gustian ini karena sikap Gustian ini tiba-tiba mengingatkan Viany pada Gibran yang juga pernah begitu padanya saat Viany hendak pergi dari Gibran.
"Ada apa.."Tanya Gustian melihat diamnya Viany .
"Gak ada apa-apa."Ucap Viany menggelengkan kepalanya lalu naik ke atas menuju ke kamarnya.
__ADS_1
Dan saat sampai di kamarnya Viany terkejut lagi saat melihat sebuah tas terletak di samping bawah tempat tidurnya.
"Apa itu."Gumam Viany lalu ia pun membuka tas itu dan ternyata isi tas itu adalah beberapa pakain pria.
"Jangan-jangan ini.."Gumam Viany lalu tiba-tiba ia merasa kepalanya sedikit pusing karena sejak pulang ke rumahnya ia sudah di buat beberapa kali rasa terkejutnya dengan kehadiran Gustian.
Lalu tanpa membuang waktunya lagi Viany pun segera masuk ke kamar mandinya untuk membersihkan dirinya dan saat masuk ke kamar mandinya Viany terkejut lagi dengan sebuah handuk bergantung di samping handuknya dan juga terdapat beberapa keperluan pria di dalam kamar mandinya dan tentu saja itu milik suaminya, Gustian.
"Astagaaa....Ada apa dengan semua ini."Ucap Viany memegang dahinya.
Lalu tak berselang lama Viany pun sudah siap membersihkan dirinya dan turun ke lantai bawah lalu menuju ke ruang makan dan Viany terkejut lagi ketika melihat Gustian baru saja meletakkan semangkok besar yang berisi sup di meja makan.
"Apakah ini semua Mas yang masak."Tanya Viany yang tiba-tiba merasa penasaran.
"Iya..Ayok duduk.. Coba rasakan masakan ku apa enak ."Ucap Gustian dan membawa Viany duduk di kursi meja makan lalu membantu Viany mengambil nasi dan beberapa menu lauk ke piring nasi Viany.
"Mas.. Kamu duduklah,biar aku ambil sendiri dan ambilkan untuk,Mas."Ucap Viany.
"Gak pa-pa,, sekali-kali biar aku lakukan untuk mu, Sayang."Ucap Gustian dengan tersenyum.
"Seharusnya semuanya ini Aku yang lakukan untuk mu,Mas."Ucap Viany merasa bersalah.
"Gak pa-pa,Kan sudah aku bilang sekali-kali biarlah aku yang melakukan untuk mu.. Sudah..Ayok cepat makan sebelum semua jadi dingin tidak enak nanti."Ucap Gustian lalu mereka berdua pun menikmati makan malam bersama.
"Bagaimana,, Apakah enak, apakah sesuai dengan selera mu."Tanya Gustian.
"Hm.. Enak tapi kenapa tadi tidak minta Bibi yang masakin saja."Tanya Viany.
"Karena Aku ingin sekali-kali masak untuk istri Ku."Ucap Gustian dan membuat Viany berhenti menyuapkan makananya ke mulutnya.
"Apa tadi dia bilang...Istri Ku..."Batin Viany.
"Oh ya..Itu...Tas yang ada di kamar Ku itu..."Jeda Viany entah harus bagaimana bertanya kepada Gustian tetapi Gustian tentu saja mengerti apa yang hendak Viany katakan.
"Aku akan menginap di sini beberapa hari, Sayang."Ucap Gustian dengan santai.
__ADS_1
"Hah.."
"Apa.."Ucap Viany di buat terkejut oleh Gustian lagi.