
Sudah sebulan Viany berusaha menjadi istri yang baik untuk Gustian agar Gustian tidak merasa bersalah karena menikahi wanita yang pernah adiknya cintai dan juga membuktikan kepada Gustian bahwa sekarang yang Viany cintai adalah dirinya bukan adiknya.
Juga sudah sebulan Viany berusaha tidak terlalu berdekatan dengan Gibran seperti biasanya dan semua itu Gustian pun tahu dari orang suruhannya.
Sesungguhnya Gustian sangat senang melihat Viany berusaha agar tidak terlalu berdekatan dengan Gibran dan terkadang menghindari Gibran.Juga Gustian pun tahu bahwa Viany sedang membuktikan bahwa sekarang yang Viany cintai adalah dirinya bukan adiknya.
"Seharusnya aku sangat senang karena kamu adalah istri yang baik,istri yang patuh pada suami.Tetapi...Sayangnya kamu anak dari seorang pembunuh orang tua ku."Ucap Gustian menatap photo Viany yang sedang beraktivitas seperti biasanya yang di kirim oleh orang suruhannya.
Selama sebulan ini jika tidak banyak kerjaan Viany akan pulang tepat waktunya dan setiap hari menunggu kepulangan Gustian lalu memanaskan lauk yang sudah dingin Untuk Gustian tetapi terkadang Gustian tidak memakannya dan jika Viany sedang banyak kerjaan dan pulang telat ia akan memberitahukan kepada Gustian walaupun Gustian tidak pernah membalasnya.
Pernah sekali Viany pulang agak larut dan dengan diam-diam Gustian mengawasinya sampai Viany pulang ke rumah ,tetapi Gustian tidak langsung mengikuti Viany masuk ke dalam rumah.Gustian menunggu beberapa saat sampai sekiranya Viany sudah masuk ke dalam kamarnya dan sedang membersihkan dirinya baru lah Gustian baru masuk ke dalam rumahnya seolah-olah dia baru pulang dari luar dan tidak tahu Viany baru sampai rumah.
Begitu juga dengan Gibran dengan pelan ia pun merasakan Viany sedang menghindarinya dan berusaha tidak terlalu berdekatan dengannya.
"Kenapa kelihatannya Viany mencoba untuk menghindari Ku, apakah ia sedang menjaga perasaan kakak atau kakak yang memintanya agar tidak terlalu dekat dengan Ku "Batin Gibran ketika sudah beberapa kali Gibran mengajaknya makan siang dan pulang bersama dan di tolak oleh Viany dengan berbagai alasan.
Oleh karena itu hari ini setelah pulang kerja Gibran memilih pulang ke rumahnya,rumah yang dulu ia tinggal bersama Gustian.
"Vian, apakah setelah ini kamu langsung pulang ke rumah."Tanya Gibran kepada Viany setelah di persilakan oleh Viany masuk ke dalam ruangan prakteknya.
"Ya,,"Ucap Viany dengan singkat.
"Bagaimana kalau kita pulang bersama dan aku ikuti mobil mu."Ucap Gibran dan membuat Viany terkejut dengan apa yang di katakan oleh Gibran barusan.
"Hah.."
"Sudah lama aku tidak pulang ke rumah kakak,jadi aku rencananya mau menginap di sana selama beberapa hari."Ucap Gibran dan membuat Viany semakin terkejut.
Menginap... Bagaimana nanti Gibran akan tahu bahwa selama ini ia dan kakaknya tidak tidur sekamar.
__ADS_1
"Hmm.. Apakah kamu sudah memberitahukan kepada kakak mu,Gi."Tanya Viany.
"Ngapain memberitahukan kepadanya.. Apakah sekarang aku harus meminta izin dengannya bahwa aku akan menginap di sana beberapa hari,bahkan aku menginap selamanya di sana pun gak pa-pa kok.Sebelum kalian menikah kami memang selalu tinggal bersama kok...Hanya ....."Jeda Gibran.
"Hanya apa..?"Tanya Viany tetapi Gibran mengakat ke dua bahunya dengan tersenyum.
Tentu saja jika Gibran mau nginap di sana selamanya pun tidak masalah bahkan ia sudah mempunyai keluarga kecil dan mau tinggal di sana pun tetap tidak masalah karena itu adalah rumah orang tua Gibran dan Gustian,rumah dari mereka kecil sampai sekarang.
"Apakah karena aku Gibran memilih tinggal di luar."Batin Viany.
"Jadi gimana, apakah aku boleh ikut mobilmu pulang."Tanya Gibran lagi.
"Lalu bagaimana dengan mobilmu."Tanya Viany.
"Gampang tuh...."Ucap Gibran.
"Baiklah kalau begitu.."Ucap Viany dan tidak mempunyai alasan lain untuk menolak Gibran.Karena bagaimana pun itu juga rumah Gibran.
Setelah Gibran keluar Viany pun segera telepon Gustian mengatakan bahwa Gibran akan menginap di sana beberapa hari.
Gustian pun tidak menyangka bahwa Gibran akan pulang ke sana dan menginap.Lalu Gustian pun berkata kepada Viany nanti pulang jangan masuk ke kamar tamu tetapi masukklah ke kamarnya dan barang-barang Viany ia akan memindahkan sedikit ke kamarnya.
.
.
Waktu berlalu dengan cepat, sekarang Viany dan Gibran pun sudah di dalam mobil Viany menuju pulang ke rumah mereka.
Tak lama kemudian mereka pun sudah sampai dan ternyata Gustian pun sudah pulang.Tadi setelah Viany menelepon Gustian mengabari bahwa Gibran akan pulang ke rumahnya Gustian pun segera pulang ke rumah dan memindahkan beberapa keperluan Viany ke dalam kamarnya.
__ADS_1
"Sayang,,"Panggil Gustian kepada Viany dan kedua tangannya melingkari pinggang Viany lalu mencium kening Viany ketika melihat Viany sudah masuk ke dalam rumahnya.
Lalu ia menoleh ke arah Gibran yang baru masuk ke dalam rumahnya.
"Gibran.."Panggil Gustian dengan pura-pura terkejut dengan kepulangan Gibran.
"Akhirnya kamu pulang."Ucap Gustian dengan wajah yang sangat senang lalu juga memeluk erat Gibran.
Sebenarnya Gustian memang sangat senang karena akhirnya Gibran pulang ke rumah mereka,,tetapi.... Kepulangan Gibran membuatnya harus tidur sekamar dengan Viany.
Dan Viany yang berdiri di sana tidak tahu sebenarnya Gustian memang sangat senang melihat kepulangan Gibran.Mengingat tindakan Gustian tadi terhadapnya tentu saja Viany tahu bahwa itu hanyalah kepura-puraan Gustian jadi Viany pun merasa Gustian pura-pura sangat senang melihat kepulangan Gibran.Padahal Gustian benar-benar senang dengan kepulangan Gibran.
"Apakah kamu benar-benar senang dengan kepulangan Gibran,Mas.Apakah kamu tidak takut kami akan semakin dekat lagi dan kita akan tidur sekamar."Batin Viany.
"Apakah kakak keberatan jika aku kembali tinggal di sini "Tanya Gibran kepada Gustian setelah Viany pamit masuk ke kamar dan membersihkan dirinya.
"Pertanyaan macam apa itu.. Tentu saja kakak tidak akan keberatan.Ini rumah kita Gibran,rumah kita sejak kecil."Ucap Gustian.
"Syukurlah jika Kakak tidak keberatan walaupun Viany tinggal di sini juga."Ucap Gibran.
"Apa maksud mu, Gibran..Viany adalah kakak ipar mu dan kamu adalah adik ku.Kenapa kakak keberatan jika kamu kembali tinggal bersama kakak."Tanya Gustian.
"Setiap hari kami akan bertemu dan ada kemungkinan setiap hari kami akan pergi dan pulang bersama,, apakah kakak tidak keberatan."Tanya Gibran.
Degggg...
"Apa maksud mu."Tanya Gustian.
"Sebulan ini aku merasa Viany selalu menghindari ku juga jaga jarak dengan ku, apakah kakak keberatan jika kami selalu bersama.Oleh karena itu kakak meminta Viany agar jaga jarak dengan ku, apakah kakak takut aku akan merebut Viany kembali ke sisi Ku."Ucap Gibran.
__ADS_1
Deggggg....