
Keesokan harinya Pagi-pagi Gustian mengunjungin apartment Gibran, Gustian juga membawa beberapa sarapan untuk Gibran dan Viany juga untuk dirinya.
Kleck..
"Kak.."Ucap Gibran tidak menyangka Gustian akan datang ke apartmentnya sepagi ini dan tentu saja Gibran juga tidak heran jika kakaknya bisa tahu apartments tempat tinggalnya tanpa bertanya alamatnya kepadanya.
"Pagi Gibran."Ucap Gustian dengan tersenyum.
"Pagi Kak."Balas Gibran tanpa menunjukkan eskpresi apa pun.
"Apakah kalian sudah sarapan,ini kakak ada belikan sarapan ."Ucap Gustian menunjukkan klesek yang berisi sarapan dan Gibran pun tidak heran jika kakaknya pun bisa tahu kalau Viany sekarang masih tinggal bersamanya.
Nama kakaknya adalah Gustian Alvado,tidak susah jika ingin mendapatkan sesuatu.Bahkan wanita yang di cintai nya pun kakaknya bisa mendapatkannya.Jadi apa yang tidak bisa di lakukan oleh kakaknya ini.
"Belum Kak,tapi Viany lagi sedang menyiapkan sarapan ."Ucap Gibran .
"Boleh Kakak masuk."Tanya Gustian dan di angguk oleh Gibran.
"Silakan Kak."Ucap Gibran mempersilakan Gustian masuk.
Saat Gustian melangkahkan kakinya masuk ke dalam apartment Gibran, Gustian merasa cemburu melihat suasana pagi ini di dalam apartment Gibran.Gustian tiba-tiba merasa Viany dan Gibran sekarang seperti sepasang kekasih atau sepasang suami istri, ketika melihat Viany sedang sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.Apalagi ketika mendengar teriakan Viany kepada Gibran.
"Gi,,Ayok cepat sarapan ini sudah siap.Hari ini aku masak nasi goreng seafood kesukaan mu."Teriak Viany yang masih belum sadar kehadiran Gustian.
Dan ketika Viany sudah meletakkan dua piring nasi goreng dan dua gelas coklat panas di meja makan, Viany mengambil ponselnya untuk memotret sarapan yang sudah dia siap kan di meja makan dengan tersenyum senang dan itulah yang membuat Gustian merasa cemburu,karena Gustian merasa Viany sangat bahagia tinggal bersama Gibran.
Viany memang sangat suka masak lalu setelah masak ia pasti akan memotret masakannya, entah dia akan pasang di status media sosial atau tidak tetapi Viany selalu sangat senang dengan hasil masakannya ketika melihat hasil potretnya.Saat masih tinggal bersama Gustian Viany pun selalu begitu akan memotret hasil masakannya.
"Vian.."Panggil Gibran lalu Viany pun mendongakkan kepalanya melihat ke arah Gibran dengan terkejut karena Gustian sudah berdiri di sebelah Gibran.
"Mas,,"Panggil Viany dengan suara yang pelan tapi masih bisa di dengar oleh Gustian dan Gibran.
"Selamat pagi , Viany."Ucap Gustian dengan tersenyum lalu berjalan mendekati meja makan dan di ikuti oleh Gibran.
"Pagi.."Balas Viany.
"Hmm..Sepertinya aku terlambat ya,, Apakah masih ada sisanya, Viany.Keliatannya enak nasi gorengnya."Ucap Gustian menahan rasa cemburunya ketika melihat nasi goreng masakan Viany tadi untuk mereka berdua, apalagi tadi Viany mengatakan itu nasi goreng seafood kesukaan Gibran.
"Bentar.."Ucap Viany lalu ia pun ke ruang dapur mengambil piring,sendok dan garpu ke meja makan lagi lalu ia mengambil sedikit porsi dari masing-masing piring ke piring yang baru ia bawa tadi.
__ADS_1
"Ayo... Silakan makan."Ucap Viany dengan tersenyum menatap Gustian dan Gibran ,lalu kedua adik beradik pun duduk di kursi meja makan dan Viany kembali ke ruang dapur lagi.
"Vian.. Apakah kamu tidak ikut sarapan."Tanya Gibran ketika melihat Viany hendak kembali ke dapur.
"Sebentar.."Ucap Viany lalu ia pun melanjutkan langkahnya menuju ke ruang dapur.
Tak berselang lama Viany pun kembali ke meja makan dengan membawa secangkir kopi panas untuk Gustian.
"Minum kopi nya ,Mas."Ucap Viany meletakkan kopi panas untuk Gustian.Viany tahu kebiasaan Gustian setiap pagi minum kopi.
"Terima kasih."Ucap Gustian tersenyum senang karena Viany tidak lupa menyediakan kopi untuknya.
"Oh ya..Ini aku juga beli sarapan."Ucap Gustian menunjuk klesek yang tadi dia meletakkan di samping meja makan.
"Terima kasih,Mas."Ucap Viany lalu mengeluarkan sarapan yang di belikan oleh Gustian tadi.
Gustian sangat senang melihat Viany juga makan sarapan yang ia bawa begitu juga dengan Gibran makan dengan lahap sarapan yang Gustian bawa.
"Dasar rakus."Ucap Gibran meledak Viany yang makan gitu banyak.
"Bukankah kamu juga sama."Ucap Viany dan akhirnya mereka pun tertawa bersama .
Setelah selesai sarapan Gibran pun bersiap-siap berangkat kerja.
"Kak,, apakah kamu tidak kerja hari ini."Tanya Gibran kepada Gustian ketika melihat Gustian masih duduk di ruang tamu.
"Hm..Kakak tunggu Viany."Ucap Gustian.
"Viany sudah mengundurkan diri dari rumah sakit kita , Kak.Dan hari ini Viany mau interview di rumah sakit tempat baru ia kerja,Kak."Ucap Gibran yang sudah tahu Viany sudah mengundurkan diri dari rumah sakit keluarganya dan akan bekerja di rumah sakit lain.
"Ya,, Biar kakak nanti antar dia pergi interview."Ucap Gustian.
"Baiklah... kalau begitu aku berangkat kerja dulu."Ucap Gibran lalu ia pun ke dapur sebentar pamit sama Viany yang lagi sedang cuci piring kotor yang tadi mereka sarapan.
Saat Gibran tahu Viany ingin mengundurkan diri, Gibran pun mendukung Viany asal Viany tidak lari keluar kota seperti dulu.
Setelah Gibran berangkat kerja Gustian pun berjalan ke ruang dapur mencari Viany lalu tanpa aba-aba Gustian memeluk Viany dari belakangnya dan itu membuat Viany terkejut.
"Aku merindukan mu, Viany."Ucap Gustian dengan kepala di bahu Viany.
__ADS_1
"Tolong lepaskan,Mas..."Ucap Viany dan Gustian menggelengkan kepalanya.
"Jika kamu tidak melepaskan aku tidak bisa siap mengerjakan pekerjaan ku ini."Ucap Viany dan akhirnya Gustian pun melepaskan pelukannya.
"Maaf,,apa ada yang perlu aku bantu kamu."Tanya Gustian.
"Ada.."Ucap Viany.
"Apa.."Tanya Gustian.
"Tolong duduk diam di ruang tamu dan janga menggangguku."Ucap Viany.
"Baiklah.."Ucap Gustian dengan patuh lalu ia pun ke ruang tamu dan tidak mengganggu Viany.
Setelah selesai mencuci piring Viany pun segera bersiap-siap membersihkan dirinya, pekerjaan sisanya Viany membiarkan Bibi yang nanti akan ke sini seperti biasanya membersihkan apartment Gibran.
"Kamu belum pergi.."Tanya Viany kepada Gustian ketika ia sudah membersihkan dirinya dan juga sudah rapi dengan pakainnya melihat Gustian masih duduk di ruang tamu.
"Pertanyaan macam apa itu,,Aku tidak mengatakan Aku akan pergi dan kamu juga tidak meminta ku pergi."Ucap Gustian.
"Bukankah tadi kamu meminta ku duduk diam di ruang tamu.Jadi aku sedang menunggu mu."Ucap Gustian lagi.
"Menunggu Ku.."Tanya Viany dan di angguk oleh Gustian.
"Bukankah kamu akan pergi interview di rumah sakit tempat kerja baru mu."Tanya Gustian.
"Ya..Tapi kenapa kamu menunggu Ku, apakah kamu hari ini tidak pergi kerja."Ucap Viany.
"Aku akan mengantar mu ke sana."Ucap Gustian.
"Tidak perlu,aku bisa pergi sendiri dan Aku juga sudah pesan taxi online."Ucap Viany.
"Viany.."Panggil Gustian dengan suara yang pelan.
"Aku bisa pergi sendiri."Ucap Viany lagi.
"Baiklah..Aku akan tetap mengikutimu di belakang mu."Ucap Gustian tidak ingin memaksa Viany lagi.
"Terserah.."Lalu Viany pun berjalan keluar dari apartment Gibran dan di ikuti oleh Gustian.
__ADS_1