DIA [CINTA TERPENDAM]

DIA [CINTA TERPENDAM]
bab 175: Dia istriku...


__ADS_3

Siang itu Raga dan cela sudah datang lebih dulu di hotel tempat di mana acara itu di mulai.. Terlihat riuh pikuk para tamu yg hadir di sana.. Raga dengan percaya diri nya masuk ke altar pernikahan nya, dengan Cela di samping nya sementara pintu yg langsung menghubung kan altar itu terbuka terlihat sasa yg memasuki ruangan itu dengan gaun pengantin nya dia menggegam erat buket bunga mawar merah yg Alis berikan pada nya, Raga hanya tersenyum.. "Oh jadi ini permainan bunda... Setelah sabira mundur dia menggantikan nya dengan Sasa.." batin nya..


Alis yg baru saja masuk ke dalam gedung itu terkejut karena ada pengantin lain di samping Raga.. Raga mengambil sebuah microphone dari seorang MC di samping nya.. "Tidak Sasa kau tidak bisa masuk ke sini... Ini pernikahan ku untuk apa kau memakai gAun pengantin itu..!!" ucap Raga lantang.. Sasa terkejut saat mendengar ucapan nya..


Ia berusaha tersenyum dan melanjut kan langkah nya.. "Tidak aku bilang berhenti.. Kau tidak dengar.. Hari ini aku memang menikah tapi tidak dengan mu... Tapi dengan dia!! Gracela sekArang sudAh resmi menjadi istri ku.." ucap nya Raga mengerling kan mata nya pada gadis yg saat ini dia genggam tangan nya erat..

__ADS_1


Alis terkejut mendengar nya, "kami sudah melangsung kan akad nikah pagi tadi Andrea menjadi saksi kami mengucap janji sehidup semati.. Jadi sasa kau tidak perlu maju ke sini karena aku takin gaun mu itu berat kan kau akan sulit keluar nanti.. Bukan kau yg akan jadi pengantin ku hari ini tapi Dia... Dia istri ku sekarang" ucap nya..


wajah sasa memerah.. ia tidak bicara apa-apa lagi dia membuang buket bunga itu dan memandang marah Alis yg sama terkejut nya dengan nya.. Ia berlari keluar dengan susah payah..


Raga tersenyum penuh kemenangan ia turun dari altar nya bersama cela dan menghampiri Alis di bawah nya.. Ia masih tetap menggegam tangan gadus itu..

__ADS_1


Alis hanya terdiam... Ia memalingkan wajah nya Cela berusaha untuk memberi nya salam dengan mengajak nya menjabat tangan.. Tapi alis menghempas kan tangan itu.


Raga yg melihat nya menjadi marah. "Sudah lah sayang kita pergi saja dari sini.." ucap nya Cela hanya mengangguk.. Raga menarik tangan istrinya itu dia pergi dari tempat itu namun jiwa mengejar mereka berdua..


"Tunggu Raga Cela tunggu..." teriak nya Raga berbalik dan menghampiri jiwa.. "Ada apa lagi...!! Apa kak jiwa juga mau menghalangi ku...? Seperti bunda!!" teriak nya emosi..

__ADS_1


Jiwa tersenyum ia memeluk adik nya itu.. "Aku mau memberi kalian selamat... Selamat untuk pernikahan kalian.. Akhir nya kalian bisa melewati ini daan aku bersyukur jika kau masih hidup cela.. Lagi-lagi kau selamat dari kematian.. Jangan meninggalkan lagi adik ku ini ya cel.. Aku berdoa semoga kalian bahagia..." ucap jiwa... Raga dan cela hanya tersenyum.. "Terima kasih kak Jiwa.." ucap Cela...


Bersambung


__ADS_2