DIA [CINTA TERPENDAM]

DIA [CINTA TERPENDAM]
bab 64: Apa yg kau lakukan


__ADS_3

Raga menahan tubuh Cela, agar tidak terjatuh.. "Apa yg kau lakukan .!!!" teriak nya... Dani segera menutupi pergelangan tangan itu dengan jas nya.. "kakak.." teriak Gisel da. putra.. Raut wajah mereka berubah menjadi sedih bercampur takut...


"Cepat.. kau bawa dia ke rumah sakit!!" ucap Dani.. Raga mengangguk.. ia menggendong cela keluar, kemeja Dani terkena darah Cela di bagian lengan nya... ia menatap marah pada kresna dan juga ayah nya..


"sudah aku katakan!! kalian tidak bisa memaksa Cela, lihat apa yg kalian perbuat pada nya? dia bahkan rela mati demi mempertahan kan kekasih nya!! apa kalian tidak kasihan pada jya? dan om Kresna... om keterlaluan, dia itu putri mu.. kau seharus nya mendengar nya, bukan mendengar perintah ayah ku... aku yg memutus kan jalan hidup ku.. aku membatalkan pertunangan ini.." teriak Dani... Geral hanya terdiam... sementara Dani mengejar Raga, ia juga ingin mengetahui keadaan Cela..


Dengan cepat ia membawa Cela ke mobil nya.. "Raga... ke sini mobil ku!!" teriak Dani.. Raga mengikuti Dani, ia memasukan cela ke aana.. Wajah Cela semakin pucat.. darah nya banyak yg terbuang.. "Bukan begini Cel..!! bukan begini cara menghentikan nya!!" batin Dani.. dengan cepat Dani membawa mobil itu ke rumah sakit...

__ADS_1


Raga terus menahan luka di tangan Cela dengan saputangan yg dia bawa. ia mahasiswa kedokteran, ia sedikit tahu tentang keadaan cela .. "Denyut nya melemah Dan... ku mohon cepatlah" ujar Raga.. Dani semakin cepat membawa mobil itu..


tidak lama kemudian mereka sampai di rumah sakit, segera ia membawa Cela masuk ke dalam.. "Dokter... Dokter.


!" teriak Dani... kini dia yg menggendong Cela, Karena dia melihat Raga yg terlihat tidak sehat.. beberapa Dokter langsung mendatangi mereka, dan membawa Cela ke ruang igd..


"Tolong jaga Cela..!! jika waktu ku hanya sebentar di siSi nya, tolong jaga dia, seperti yg kau lihat, dia itu rapuh.. aku takut jika dia akan senekat seperti tadi.. beri aku waktu sedikit lagi.. jika sesuatu terjadi pada ku suatu hari nanti, kau boleh memiliki nya" ucap Raga..

__ADS_1


"Aku tidak pernah melarang nya dekAt dengan mu.. aku tidak pernah menutup jalan nya untuk bahagia, dengan siapa pun. tapi tunggulah, beri waktu sebentar lagi pada ku.." ucap Raga.. Dani terdiam.. "Apa kau seputus asa itu? Raga.. kau pasti sembuh..!! kau tidak boleh berfikir seperti itu.. Cela melakukan itu.. dia berani melukai diri nya, untuk mempertahan kan mu.. kau harus percaya ada nya keajaiban.. kau pasti sembuh.. dan aku percaya itu! sudah jangan bicara itu lagi... sekarang kita harus mendukung cela... dia berkeyakinan untuk membuat mu sembuh" jawab Dani..


"Jika dia tau, kau berfikir dan mengatakan itu padaku.. dia pasti Akan sedih.. dan dia akan membenci mu.. Gracela, sudah terlalu lama menunggu mu Raga.. jangan kau pergi meninggalkan nya lagi.. hilangkan fikiran itj dari kepala mu. aku tidak akan merebut nya dari mu" ucap Dani..


Raga terdiam.. "Dani begitu tulus mencintai mu Cela.. kau pasti bahagia bila bersama nya" batin nya.. mata nya menerawang...


bersambung

__ADS_1


__ADS_2