![DIA [CINTA TERPENDAM]](https://asset.asean.biz.id/dia--cinta-terpendam-.webp)
ke'esokan hari nya Raga terbangun karena merasakan sakit di kepala nya, apa yg dokter itu katakan pada nya benar terjadi,. ia terdiam mata nya menerawang... dia melihat Cela yg masih tertidur di samping nya.. "Apa aku akan mati!! bagaimana bia tiba-tiba saja aku pergi..!! bagaimana dengan nya? apa dia bisa menerima nya" batin nya..
Raga beranjak dari tempat tidur nya, ia hendak meminum obat yg beberapa hari lalu dokter berikan pada nya.. ia merogoh laci nakas yg ada di samping meja nya itu.. tiba-tiba saja hidung nya berdarah ia segera berlari ke dalam toilet, dia tidak ingin jika Cela melihat nya...
Raga menatap diri nya di depan cermin .. wajah nya terlihat pucat, dia membersihkan darah yg terus mengucur dari hidung nya, hati nya gundah.. "Aku belum siap meninggal kan semua nya.. aku belum siap meninggal kan dia" batin nya.. mata nya berkaca-kaca..
Cela terbangun dia terkejut karena dia tidak melihat Raga di samping nya, ia beranjak dan mencari nya.. "Raga... Raga...!!" panggil nya, ia melihat pintu kamar mandi yg tertutup "Raga kau di dalam!?" panggil nya..
__ADS_1
Raga tidak menjawabnya, membuat Cela khawatir pAda nya , Cela terus mengetuk pintu itu.. tapi Raga tidak membuka nya.. "Raga.. ada apa? kau kenapa?" ucap nya panik.. Cela terus saja memanggil Raga.. tidak lama kemudian.. Raga membuka pintu itu.
Cela menatap hampa pada nya.. ia melihat darah yg terus keluar dari hidung nya.. ia menghampiri nya, Cela berusaha menahan air mata nya, ia tidak ingin menangis di depan Raga... Raga memeluk nya..
"Aku takut.. aku belum siap kehilangan semua nya.. aku belum siap meninggal kan mu, meninggal kan bunda ... aku ingin terus bersama kalian.. aku belum siap mati..." ucap nya .. Cela menangis mendengar nya.. ia tidak bisa lagi menahan nya..
"Tidak jangan berkata seperti itu..!! jangan berfikir seperti itu..!! aku yakin kau akan sembuh, ayo sekarang kita mulai pengobatan nya, aku akan mendampingi mu Raga" ucap nya.. cela menangis ia membantu Raga membersihkan darah yg terus keluar dari hidung nya..
__ADS_1
"Ada apa..? Raga kau kenapa? kenapa dengan mu?" tanya nya tidak percaya.. Cela menatap hampa pada nya.. "Kak Jiwa, kenapa ada di sini? dan kenapa kau bisa masuk kesini?!" tanya raga... ia segera menutupi hidung nya dengan tisyu...
"Tidak... jangan mengalihkan pembicaraan... katakan pada ku kau kenapa? kau sakit..? jelaskan padaku, kau kenapa?!" ucap Jiwa.. Raga terdiam.. ia hanya menatap pada Cela, ia bingung harus berkata apa pada kakak nya itu..
Cela menatap raga, "Leukimia..! Raga menderita leukimia.." ucap nya terbata, ia tidak bisa menahan nya lagi, Cela tidak bisa menyembunyikan nya lagi.. Jiwa terdiam.. perasaan nya hancur, mendengar ucapan Cela ..
"Tidak.. kau bohong.. tidak mungkin adik ku!! Leukimia..? kenapa kau tidak memberitahu ku.. kenapa kau tidak memberitahu bunda,.? kenapa kau menyembunyikan nya? kami ini keluarga mu!!" teriak Jiwa marah ..
__ADS_1
"Raga... kau adik ku... adik ku satu-satu nya... kau merahasiakan ini dari ku..!!" ucap nya, jiwa tidak bisa menahan berat tubuh nya sendiri.. ia terduduk di lantai, kaki nya mendadak menjadi lemas ... ia tidak percaya yg dia dengar..
bersambung