DIA [CINTA TERPENDAM]

DIA [CINTA TERPENDAM]
bab 83: Jangan berfikir seperti itu


__ADS_3

Cela terbangun dari pingsan nya. Ia melihat Dani di samping


nya.. tubuh nya terasa sangat lemah.. ia melihat selang infusan yg terpasang di


tangan nya. “aku kenapa.? Bagaimana Raga..?” batin nya, ia bertanya-tanya


sendiri.. Dani terbangun “kau sudah bangun..? bagaimana keadaan mu..?” Tanya


nya. Cela hanya menatap nya.. “aku tidak apa-apa.!! Bagaimana Raga..?” Tanya


nya.. Dani menyentuh dahi Cela.. “tubuh mu masih demam.. mungkin karena kau


kelelahan.. kau jadi pingsan, Raga masih kritis.. dan jiwa masih dalam


pemerisaan semoga saja tulang sumsum nya cocok untuk Raga..! sehingga raga bisa


di selamat kan.. kau tenang saja ya, sekarang kau beristirahat saja..” jawab


Dani.  Cela terdiam. Ia tidak menjawab


apa-apa.. “tidurlah. Besok pagi kita akan menemui Raga..” ucap Dani.. Cela


mengangguk..


Ia menatap Dani.. “kenapa kau baik sekali pada ku…? Aku


sudah jelasa-jelas tidak bisa membalas perasaan mu.. tapi kau masih


memperhatikan aku.. bila sikap u, terus seperti ini.aku semakin merasa bersalah

__ADS_1


pada mu.. dan ayah mu, pasti marah pada mu, karena kau tidak menuruti keinginan


nya.. karena aku, kau jadi bermasalah dengan ayah mu..” ucap Cela..


Dani terdiam.. “masalah apa..!! pertunangan kita..? ayah mu


dan juga sudah membatal kan pertunangan kita.. lagi pula, aku tidak bissa hidup


dengan wanita yg tidak punya perasaan pada ku.. aku mencintai mu.. tapi aku


tidak bisa memaksa mu, untuk berada di sisi ku.. dan Raga.. dia juga lebih


membutuhkan mu.. aku belajar, untuk tidak memaksakan keinginan ku.. untuk


memiliki mu.. sekarang aku mengerti jika cinta tidak harus saling memiliki..


semua nya.. jika Raga yg terbaik utuk mu.. aku rela melepas mu.” Jawab nya..


Cela menangis mendengar nya.. ia tahu Dani sangat tulus pada


nya. Ia tidak pernah akan melupakan nya.. “semoga kau mendapat kan wanita yg


juga mencintai nya kelak..” ucap nya..  Dani tersenyum. “semoga saja.. walau pun itu sulit, aku tidak akan bisa


mencintai wanita lain, seperti aku mencintai mu..” batin nya.. mata nya


menerawang


Sementara itu, Jiwa berjalan gontai.. perasaan nya tidak

__ADS_1


menentu, ia melihat Alis, yg duduk sendirian menunggui Raga di sana.. ia


menghampiri nya..  “Dimana Cela..?” Tanya


nya.. Alis terdiam.. “tadi dia pingsan, dan dia di bawa ke ruang perawatan oleh


laki-laki yg dating bersama nya tadi.” Jawab nya.. Jiwa terdiam. Sebenar nya ia


mengenal Dani,. Karena selama di ausi Raga sudah menceritakan tentang nya..


Tapi mereka tidak memberi tahu alis tentang dani..


Alis Nampak kesal melihat kedekatan Cela dengan nya,. “apa


cela pantas untuk Raga..? di saat dia kritis Cela malah dating dengan pria


lain..? apa dia sungguh mencintai Raga..?” ucap  alis.. jiwa terdiam. “bunda.. bunda tidak boleh bicara seperti itu pada


Cela.. dia sangat menderita melihat raga seperti ini,.. mereka sudah saling


mencinti, sejak dulu.. bunda tidak bisa berfikir seperti ini pada nya..


aku  tahu Cela dan aku mengenal nya..”


jawab Jiwa..


Alis terdiam.. "Bila dia mencintai putra ku.. dia tidak akan mudah dekat dengan pria lain.. di saat Raga tengah. berjuang antara hidup dan mati.. untuk nya ." batin Alis...


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2