DIA [CINTA TERPENDAM]

DIA [CINTA TERPENDAM]
bab 30: Dia akan datang..


__ADS_3

Jiwa tersenyum sumringah, ketik melihst pengantin nya "kau cantik sekali sayang.." bisik nya, Erina tersenyum, mat nya berbinar, ketika Jwa menucap kan janji sucii pernikahaan mereka di depan penghulu, dan tamu undangan..


Jiwa mentap lekat wanita nya, ia berjalan mendekat, dan menjulur kan tangan nya, Erina tersenyum ia menymbut tangan laki-laki itu, yg kini sudah menjadi suami nya.. ia membawa erina duduk di kursi pelaminan..


Semua tamu, yg ada di sana bertepuk tangan.. menyambuut sang pengantin yg sudah naik pelminan.. Raga tersenyum melihat nya.. ia menghampiri mereka... "Selamat kak.. semoga kalian bahagia selalu.." ucap nya, Jiwa tersenyum..


"Aku juga selalu mendoakan kebahagian mu.. Ga..!! terima kasih.." jawab Jiwa, ia memeluk adik nya itu.. Raga tersenyum.. ia segera turun dari sana, Raga memisahkan diri nyaa, ia duduk sendiri di taman itu


Tatapan nya hampa, ia memperhatikan semua tamu yg datang siang itu, tapi gadis yg ia tunggu tidak muncul juga.. "dia akan datang...!!! Cela pasti datang.." batin nya,.. Sementara itu Cela baru saja turun dari taksi yg ia naiki..


Ia bergegas pulang dari singapura setelah membaca undangan pernikahan itu.. di temani Dani di samping nya.. ia bergegas untuk masuk ke dalam.. "Dan.. kamu pulng saja juga ga apa-apa kok.. ini pernikahan teman ku.. aku tidk apa datang sendirian.." ucap nya.

__ADS_1


Dani tersenyum.. "Aku kan menemani mu, nanti jika sudah selesai, kita langsung ambil barang yg tertinggal, dan langsung terbang ke Amrik.." jawab nya, Cela hanya bisa mengngguk.. ia membawa hadiah, untuk jiwa, yg ia beli dari singapura..


Cela berjalan Anggun, ia akan memsuki gedung pernikahan itu.. langkah nya terhenti, ketika ia melihat Rg, yg duduk sendiriaan di taman, ia ingin mendekati nya, tapi ia menahan langkah nya..


"kenapa tidak masuk.?" tanya Dani, Cela tidak menjawab nya, mata nya tertuju pada Raga.. Dani mengerti apa yg ada di fikiran Cela.. jika tidk mau bertemu dengan nya, kita titipkan saja hadiah nya di meja tamu.." ucap Dani.. cela mengangguk.. "Baiklah, aku tidak akan masuk.." jwab Cela..


Cela segera pergi ke meja tamu, ia memperlihat kan undangan yg dia dapat dari email nya. "Aku hany ingin menitipkan ini, untuk pengantin nya.. tolong berikan pada nya." ucap Cela orang yg menjaga meja itu hanya mengangguk..


Cela menyimpan hadiah nya, ia bergegas keluar meewti Raga yg asik meminkan ponsel nya, ia tidak melihat Cela yg tadi ada di depan nya.. "Ragaa.." panggil seorang wanita yg ada di depan Cela..


"Aku baik.. ternyata ku juga pulang. ku fikir kau tidak pulang Ga..?" tanya Sasa.. "Kakak ku menikah, masa aku tidak pulang.., sudah ayo masuk.." ucap Rga Sasa mengangguk..

__ADS_1


Raga tidak mengetahui, wanit yg ada di depan nya adalah Cela


Cela terdiam.. ia terbawa suasan hati nya.. "mereka msih bersama.." batin nya, Cela menunduk, menyembunyikan kesedihan nya.. Dani menatap nya heran.. ia menghampiri Cela yg berdiri mematung.. "Gracelaa." panggil nya, a menarik tangan Cela..


Raga mendengar terikan itu, ia menghentikan langkah nya.. ia berbalik, mencari asl suara itu, namun Cela dan Dni, sudah pergi dari tempat itu.. "Aku mungkin salah dengar.. aku terlalu merindukan nya.." batin nya..


Cela dan Dani bersembunyi di baik tembok, Agar Raga tdak menemukan nya.. Cela menatap sedih pada Raga, yg sibuk mencari nya.. "jika mencintai nya, katakan lah..!! sampai kapan kau terus bersembunyi..? untuk pa datang ke sinijik tidak bertemu dengan nya.." ucap Dani


Cela terdiam.. "Aku tidak bia menemui nya, pak Dani, ku jngn ikut campur.. ayo kita pulang saja.." ucap nya, Cela melnjutkanlangkah nya,. ketik melihat Rag sudah menjauh msuk ke dalam..


Dani hanya terdiaam.. "wanita itu, memang sulit untuk di mengerti.." batin nya,.. ia mengikuti Cela di belakang nya..

__ADS_1


"heh tunggu aku.." ucap nya..


bersambung


__ADS_2