DIA [CINTA TERPENDAM]

DIA [CINTA TERPENDAM]
bab 232: tidak bisakah..?


__ADS_3

Evan berjalan santai ia berniat untuk mendatangi Cela di


butik nya, dengan sebuketr bunga  di


tangan nya, senyum nya mengembang ketika dia melihat Cela yg tengah menutup


pinntu butik nya, Nampak nya sore itu Cela sudah selesai di took nya dan


menutup nya, Dengan deru langkkah yg sedikit lebih cepat ia menghampiri Cela,


dan langsung memberi kan bunga itu dari belakang punggung nya, Cela terkejut


saat melihat bunga itu.. dia tersenyum ketika melihat Evan yg ada di balik


buket bunga itu “Agh Evan..!! terima kasih..” ucap nya, ia mengambil bunga


itu.. Evan tersenyum bahagia saat pemberian nya di sambut dan di terima oleh


Cela.. “sudah mau pulang..? ayo sekalian aku antar saja..!” Tanya Evan.. Cela


tersenyum sambil mengangguk, mereka berjalan bersama, tidak jauh dari tempat


nya mobile van sudah  terparkir di sana,

__ADS_1


dengan cepat Evan membuka kan pintu untuk wanita yg sudah menjadi pujaan nya


itu, walau pun Evan tahu, akan sulit untuk nya mendapat kan Gracela, dia juga


tahu jika Cela masih menyimpan Raga di dalam lubuk hati nya, namun apa salaah


nya untuk mencoba.. mencoba untuk mengetuk hati yg tertutup dan terkunci siapa


tahu saja Cela bisa membuka nya untuk Evan.. walau pun itu sangat sulit.. “rumah


sakit sangat  sepi tanpa mmu.. setelah


kau memutus kan untuk membuka took mu sendiri..” ucap Evan mencari


pembicaraan.. Cela tertawa renyah.. “Van.. yg sepi itu Cuma kau saja..! kau


hal medis.. lagi pula aku bekerja sebagai asisten mu kan..! bukan sebagai


perawat atau lain nya, dan sekarang, aku sudah lebih nyaman dengan butik ku..


setelah mengumpul  kan banyak uang,  aku  akan


mengganti uang yg kau pinjam kan untuk ku..!!” ucap Cela.. Evan mengernyit kan

__ADS_1


Dahi nya.. “Aku tidak akan mengambil satu sen pun uang mu, jika nanti kau


berniat mengganti nya..” jawab nya.. Cela terdiam ia tidak menjawab.. Evan


masih terus mengemudi kan mobil nnya.. “Cel.. apa aku tidak bisa memiliki mu.? Kau


tahu perasaan ku, apa tidak ada kah harapan untuk ku…?” Tanya nya.. Cela


menarik nafas panjang, ia menelan saliva nya dengan susah payah.. Ia tahu jika


Evan sudah banyak membantu nya, tapi untuk memulai hubungan baru, dia masih


belum siap.. “Van.. bisa kah tidak membahas ini dulu..? aku masih bbelum bisa


memberi mu jawaban.. dan aku juga tidak ingin menyakiti mu.. kau juga tahu itu,


aku masih belum siap..” jawab nya, Evan hanya terdiam.. tidak ada lagi perbincangan


di antara mereka, mereka larut dengan fikiran nya masing-masing..  sesampai nya di apartemen cela, ia lansung


turun dan pergi meninggal kan Evan.. Evan pun langsung pergi meninggal kan


apartemen itu…

__ADS_1


Cela termenung sendiri.. "salah kah aku, aku tahu evan adalah orang yg baik,.. bahkan dia sangat baik, tapi aku belum bisa menerima nya, aku tidak bisa..!! aku tidak ingin menyakiti nya, aku tidak ingin mengecewa kan nya, aku tidak bisa hidup dengan orang yg bahkan tidak ada di hati ku.. itu hanya akan menyakiti nya,.. dan aku tidak bisa menyakiti Evan.." batin nya,  Cela menarik nafas panjang, "seperti nya aku harus tegas pada diri ku, dan pada nya, aku juga salah, karena mungkin dengan sikap ku pada nya, membuat Evan menaruh harap pada ku.." ucap nya sendiri..  ia merebah  kan diri nya di atas kasur king size nya itu, tidak lama kemudian ia tertidur di sana


bersambung


__ADS_2