![DIA [CINTA TERPENDAM]](https://asset.asean.biz.id/dia--cinta-terpendam-.webp)
Evan berjalan santai ia berniat untuk mendatangi Cela di
butik nya, dengan sebuketr bunga di
tangan nya, senyum nya mengembang ketika dia melihat Cela yg tengah menutup
pinntu butik nya, Nampak nya sore itu Cela sudah selesai di took nya dan
menutup nya, Dengan deru langkkah yg sedikit lebih cepat ia menghampiri Cela,
dan langsung memberi kan bunga itu dari belakang punggung nya, Cela terkejut
saat melihat bunga itu.. dia tersenyum ketika melihat Evan yg ada di balik
buket bunga itu “Agh Evan..!! terima kasih..” ucap nya, ia mengambil bunga
itu.. Evan tersenyum bahagia saat pemberian nya di sambut dan di terima oleh
Cela.. “sudah mau pulang..? ayo sekalian aku antar saja..!” Tanya Evan.. Cela
tersenyum sambil mengangguk, mereka berjalan bersama, tidak jauh dari tempat
nya mobile van sudah terparkir di sana,
__ADS_1
dengan cepat Evan membuka kan pintu untuk wanita yg sudah menjadi pujaan nya
itu, walau pun Evan tahu, akan sulit untuk nya mendapat kan Gracela, dia juga
tahu jika Cela masih menyimpan Raga di dalam lubuk hati nya, namun apa salaah
nya untuk mencoba.. mencoba untuk mengetuk hati yg tertutup dan terkunci siapa
tahu saja Cela bisa membuka nya untuk Evan.. walau pun itu sangat sulit.. “rumah
sakit sangat sepi tanpa mmu.. setelah
kau memutus kan untuk membuka took mu sendiri..” ucap Evan mencari
pembicaraan.. Cela tertawa renyah.. “Van.. yg sepi itu Cuma kau saja..! kau
hal medis.. lagi pula aku bekerja sebagai asisten mu kan..! bukan sebagai
perawat atau lain nya, dan sekarang, aku sudah lebih nyaman dengan butik ku..
setelah mengumpul kan banyak uang, aku akan
mengganti uang yg kau pinjam kan untuk ku..!!” ucap Cela.. Evan mengernyit kan
__ADS_1
Dahi nya.. “Aku tidak akan mengambil satu sen pun uang mu, jika nanti kau
berniat mengganti nya..” jawab nya.. Cela terdiam ia tidak menjawab.. Evan
masih terus mengemudi kan mobil nnya.. “Cel.. apa aku tidak bisa memiliki mu.? Kau
tahu perasaan ku, apa tidak ada kah harapan untuk ku…?” Tanya nya.. Cela
menarik nafas panjang, ia menelan saliva nya dengan susah payah.. Ia tahu jika
Evan sudah banyak membantu nya, tapi untuk memulai hubungan baru, dia masih
belum siap.. “Van.. bisa kah tidak membahas ini dulu..? aku masih bbelum bisa
memberi mu jawaban.. dan aku juga tidak ingin menyakiti mu.. kau juga tahu itu,
aku masih belum siap..” jawab nya, Evan hanya terdiam.. tidak ada lagi perbincangan
di antara mereka, mereka larut dengan fikiran nya masing-masing.. sesampai nya di apartemen cela, ia lansung
turun dan pergi meninggal kan Evan.. Evan pun langsung pergi meninggal kan
apartemen itu…
__ADS_1
Cela termenung sendiri.. "salah kah aku, aku tahu evan adalah orang yg baik,.. bahkan dia sangat baik, tapi aku belum bisa menerima nya, aku tidak bisa..!! aku tidak ingin menyakiti nya, aku tidak ingin mengecewa kan nya, aku tidak bisa hidup dengan orang yg bahkan tidak ada di hati ku.. itu hanya akan menyakiti nya,.. dan aku tidak bisa menyakiti Evan.." batin nya, Cela menarik nafas panjang, "seperti nya aku harus tegas pada diri ku, dan pada nya, aku juga salah, karena mungkin dengan sikap ku pada nya, membuat Evan menaruh harap pada ku.." ucap nya sendiri.. ia merebah kan diri nya di atas kasur king size nya itu, tidak lama kemudian ia tertidur di sana
bersambung